Kompas.com - 05/04/2021, 21:07 WIB
Pembelajaran tatap muka digelar kembali di SMPN 2 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (22/3/2021) secara terbatas di tengah pandemi Covid-19. Tribun Jakarta / Yusuf BachtiarPembelajaran tatap muka digelar kembali di SMPN 2 Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (22/3/2021) secara terbatas di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rahman Rakinda, meminta Pemprov DKI segera mengeluarkan petunjuk teknis atau aturan protokol kesehatan (prokes) untuk pembelajaran tatap muka (PTM).

"Dinas Pendidikan DKI Jakarta harus segera mengeluarkan Juknis atau aturan perihal protokol kesehatan di sekolah," kata Oman dalam keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Oman meminta agar Pemprov DKI mengatur sekolah secara rinci terkait penerapan protokol kesehatan selama uji coba PTM yang akan digelar Rabu (7/4/2021) ini.

Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Orangtua Menyambut Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Begitu juga dengan prioritas utama keselamatan jiwa siswa dan guru yang beraktivitas selama PTM kembali dibuka.

"Hal-hal yang menjadi substansi utama seperti keselamatan jiwa siswa dan guru di sekolah harus menjadi perhatian khusus pemerintah," ucap dia.

Oman juga menegaskan, Dinas Pendidikan DKI harus tegas kepada sekolah-sekolah yang belum mampu menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan standar.

Menurut dia, jika ada sekolah yang tidak memenuhi standar protokol kesehatan yang dipersyaratkan, tidak boleh ada pembukaan di sekolah tersebut.

"Jangan memaksakan untuk dibuka," kata dia.

Selain ketat menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan, yang tak kalah penting adalah vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik. Bila perlu, kata Oman, siswa yang bisa divaksinasi seperti siswa SMA atau yang hendak lanjut ke jenjang perguruan tinggi bisa dilakukan vaksinasi.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka, KPAI Sarankan Pemprov DKI Sosialisasikan SOP dan Prokes

"Vaksinasi untuk guru dan siswa yang sudah layak mendapatkan vaksinasi mesti di gencarkan oleh Pemprov." ujar Oman.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan pilot project sekolah tatap muka di DKI Jakarta akan berlangsung 7-29 April 2021. Sebanyak 100 sekolah akan dibuka selama masa itu, hanya sekolah yang telah lolos asesmen yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

"Piloting akan kami rencanakan 7 April sampai 29 April," kata Nahdiana, Rabu lalu



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang Dalam 5 Menit

Preman Minta THR ke Pedagang Pasar Ciputat, Korban: 5 Orang Datang Dalam 5 Menit

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

[POPULER JABODETABEK] Penyekatan di Bekasi-Karawang Dibuka |Pangdam Jaya Bertekad Tumpas Premanisme

Megapolitan
Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Fauzi dan Siasat Lolos dari Pos Penyekatan Mudik

Megapolitan
UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 23 Kasus di Kota Tangerang, 202 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 76 Kasus di Depok, Seorang Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 15 Kasus di Kabupaten Bekasi, 312 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Jakarta Kemungkinan Hujan

Megapolitan
Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Dua Pria Paksa Minta Jatah THR Lebaran ke Penjaga Warung di Pasar Ciputat

Megapolitan
Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Pemkot Depok Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid, Kapasitas Maksimum 30 Persen di Dalam Ruangan

Megapolitan
Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Sopir Truk Sampah di Bekasi Tewas Tertimpa Bak Hidrolik yang Sedang Diperbaiki

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Polisi Ungkap Penyelundupan 310 Kilogram Sabu, Diduga Berasal dari Iran

Megapolitan
Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Update 11 Mei: Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Bertambah 406

Megapolitan
Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Hari Keenam Larangan Mudik, 162 Kendaraan Diputarbalikkan di Posko Penyekatan dan Check Point Kota Tangerang

Megapolitan
Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Baznas Kota Tangerang Terima Zakat Fitrah Rp 1,3 Miliar

Megapolitan
Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Ada Penggumpalan Darah pada Kasus Pria Meninggal Sehari Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X