Kompas.com - 08/04/2021, 17:31 WIB
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat launching dan bedah buku autobiografinya yang berjudul ?Anak Sopir Jadi Wakil Wali Kota?, Rabu (17/3/2021). DOK. Humas Pemkot DepokWakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat launching dan bedah buku autobiografinya yang berjudul ?Anak Sopir Jadi Wakil Wali Kota?, Rabu (17/3/2021).

DEPOK, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, Kota Depok akan menggelar uji coba pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran baru, 12 Juli 2021.

Uji coba dilakukan untuk mengukur kesiapan sarana dan prasarana sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

"Kami bakal adakan uji coba pada Juli mendatang dan nanti dievaluasi," kata Imam sebagaimana dilaporkan Warta Kota, Kamis (8/6/2021).

Imam beralasan, pelaksanan sekolah tatap muka pada Juli sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Ia berharap, Depok segera dapat beralih ke zona hijau Covid-19 sehingga sekolah tatap muka berlangsung aman.

Baca juga: Polisi Gadungan Palak Rp 10 Juta dari Kru Film di Depok, Akhirnya Diringkus Polisi

"Saat ini Kota Depok statusnya oranye, mudah-mudahan Juli nanti sudah hijau," kata dia.

Di luar soal zonasi yang sifatnya fluktuatif, Imam berharap, pelaksanaan sekolah tatap muka tidak menimbulkan klaster Covid-19, sehingga persiapan dan penerapan protokol kesehatan mesti matang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dulu flu dan batuk masih dibolehkan masuk, tapi  kalau sekarang sudah ada penyakit seperti itu, dilarang masuk sampai sembuh baru masuk," ujar dia.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Depok telah merumuskan draf petunjuk teknis yang akan jadi pedoman sekolah tatap muka seandainya kelak diizinkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

Dalam draf itu, murid yang pergi ke sekolah harus atas persetujuan orangtua murid. Selain itu, belum semua murid diarahkan belajar secara langsung di kelas karena kapasitas kelas dibatasi. Oleh karena itu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap dilakukan secara paralel dengan proporsi 60 persen.

Kemudian, jam pelajaran di sekolah juga akan dipangkas menjadi hanya 4 jam pelajaran untuk SD dan SMP. Mata pelajaran olahraga juga ditiadakan sementara.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Megapolitan
Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Megapolitan
Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Megapolitan
Soal Pengamanan Sidang Offline Munarman, Polisi Tunggu Informasi Intelejen

Soal Pengamanan Sidang Offline Munarman, Polisi Tunggu Informasi Intelejen

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Kemang Belum Selesai Dibongkar

Bangunan di Atas Saluran Air Wilayah Kemang Belum Selesai Dibongkar

Megapolitan
Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Polisi: Ada 14 Kecelakaan Bus Transjakarta dalam 2 Bulan, Paling Banyak akibat Kelalaian Sopir

Megapolitan
Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Puslabfor Kantongi Arang dan Kabel Listrik dari Lokasi Kebakaran di Tambora

Megapolitan
Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Sejak Maret 2020 hingga Kini, Bekasi Catat 4.577 Pemakaman dengan Protap Covid-19

Megapolitan
Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Mobil Ketua DPP PSI Diduga Bolak-balik Lintasi Sumur Resapan di Bona Indah Sebelum Jebol

Megapolitan
Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Polres Jaktim Ringkus Komplotan Pembobol Rumsong yang Beraksi Jelang Dini Hari

Megapolitan
Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Sumur Resapan di Lebak Bulus Jebol: Cor Masih Basah, Mobil Ketua PSI Jadi Korban

Megapolitan
Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Diduga Mengantuk, Pengemudi Mobil Tabrak Tukang Bubur di Bekasi

Megapolitan
Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Transjakarta Buke Rute Jakarta International Stadium-Harmoni, Ini Lintasannya

Megapolitan
Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Berantas Mafia Tanah di Jaktim, Polisi: Pelaku Tidak Bekerja Sendirian

Megapolitan
Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Suara Sopir Bus Transjakarta: Kerja hingga Dini Hari, Kadang Hanya Tidur 2 Jam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.