TMII Diambil Alih Negara, Karyawan dan Pedagang Tak Ingin Kehilangan Pekerjaan

Kompas.com - 08/04/2021, 20:12 WIB
Pekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAPekerja memasang pelang bertuliskan TMII dalam penguasaan dan pengelolaan Kemensetneg di depan gerbang TMII, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil alih oleh negara.

"Presiden telah menerbitkan Perpres Nomor 19 Tahun 2021 tentang TMII. Yang di dalamnya mengatur penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers virtual pada Rabu (7/4/2021).

"Dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan Yayasan Harapan Kita. Kami akan melakukan penataan sebagaimana yang kami lakukan di GBK dan Kemayoran," ujar dia.

Baca juga: TMII Diambil Alih Negara, Pengelola Pastikan Tak Ada Pengurangan Pegawai

Pratikno menyebut, sudah hampir 44 tahun Yayasan Harapan Kita milik Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto mengelola TMII.

Kini, yayasan itu diberi waktu tiga bulan untuk menyerahkan pengelolaan aset negara tersebut ke tim transisi yang dibentuk Kemensetneg.

Pengambilalihan ini membuat sejumlah karyawan dan pedagang di TMII angkat bicara.

Baca juga: Mensesneg: TMII Tidak Selamanya Dikelola Kemensetneg

Barnas, tukang sapu di TMII, berharap ia tidak kehilangan pekerjaan setelah TMII diambil alih oleh negara.

"Harapannya masih diterusin, masih dipakai lagi," kata pria 57 tahun itu saat ditemui, Kamis (8/4/2021).

Barnas merupakan pekerja harian lepas di TMII. Ia digaji berdasarkan jumlah hari kerja.

"Kalau masuk ya digaji, kalau libur ya enggak. Tetapi per bulan dibatasi maksimal 26 hari kerja," tutur dia.

Baca juga: Diambil Alih Negara, Berikut 4 Fakta soal TMII

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Megapolitan
Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Megapolitan
Peluru Nyasar yang Menembus Kaca Gedung di TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Peluru Nyasar yang Menembus Kaca Gedung di TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Megapolitan
Wagub DKI: Lebih Bayar Pengadaan Mobil Damkar Akan Dikembalikan Pihak Swasta

Wagub DKI: Lebih Bayar Pengadaan Mobil Damkar Akan Dikembalikan Pihak Swasta

Megapolitan
[Update 15 April]: Bertambah 1.330, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 396.109

[Update 15 April]: Bertambah 1.330, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 396.109

Megapolitan
Polisi Masih Kejar 3 Operator Derek Ilegal di Tol Halim yang Kabur

Polisi Masih Kejar 3 Operator Derek Ilegal di Tol Halim yang Kabur

Megapolitan
Pria ODGJ Diamankan di Kedubes Rusia

Pria ODGJ Diamankan di Kedubes Rusia

Megapolitan
Kaca Lantai 8 Gedung di TB Simatupang Cilandak Berlubang Terkena Peluru Nyasar

Kaca Lantai 8 Gedung di TB Simatupang Cilandak Berlubang Terkena Peluru Nyasar

Megapolitan
800 Personel Polisi Disebar Awasi Tempat Ngabuburit dan Penjualan Takjil di Bogor Selama Ramadhan

800 Personel Polisi Disebar Awasi Tempat Ngabuburit dan Penjualan Takjil di Bogor Selama Ramadhan

Megapolitan
Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Acungkan Celurit

Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Acungkan Celurit

Megapolitan
Siapa Prada Ilham, Sosok yang Disebut Provokator Penyerangan Polsek Ciracas dan Terancam Dipecat TNI?

Siapa Prada Ilham, Sosok yang Disebut Provokator Penyerangan Polsek Ciracas dan Terancam Dipecat TNI?

Megapolitan
Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Megapolitan
Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X