Kompas.com - 09/04/2021, 09:07 WIB
Pemadam kebakaran melakukan pendinginan untuk memastikan tak ada api di lokasi kebakaran di Jalan Sabeni Raya tepatnya di Pasar Kambing, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat terbakar pada Kamis (8/4/2021) malam. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPemadam kebakaran melakukan pendinginan untuk memastikan tak ada api di lokasi kebakaran di Jalan Sabeni Raya tepatnya di Pasar Kambing, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat terbakar pada Kamis (8/4/2021) malam.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Kambing di Jalan Sabeni RT 1 RW 12, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan ditata ulang pascakebakaran yang terjadi pada Kamis (8/4/2021) sore kemarin.

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, penataan akan diserahkan kepada PD Pasar Jaya selaku pengelola pasar tersebut.

"Karena ini merupakan area PD Pasar Jaya, kemungkinan akan menata kembali pasar yang terbakar. Hasil koordinasi dengan Dirut Pasar Jaya ada penataan pasar di eks kebakaran ini," kata Dhany saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis kemarin, seperti dilansir Antara.

Baca juga: 136 Lapak dan 40 Kios Terbakar di Pasar Kambing, Tanah Abang

Dhany mengungkapkan, kebakaran di Pasar Kambing telah menghanguskan 136 lapak dan 40 kios.

Tak ada korban jiwa atau luka. Kambing-kambing yang dijual pedagang juga sudah diungsikan sebelum kebakaran membesar.

Kebakaran ini juga tidak sampai merembet ke rumah warga di sekitar pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kebakaran di Pasar Kambing Tanah Abang Diduga Berawal dari Korsleting Listrik di Sebuah Kios

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya akan menyelidiki terlebih dulu penyebab kebakaran sebelum melakukan penataan ulang pasar.

Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

"Masih diselidiki dulu, karena masih ada yang perlu diklarifikasi," kata Arief.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Cari Pahlawan Pandemi, KG Media Ajak Masyarakat Donasi Darah dan Plasma Konvalesen

Megapolitan
Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Polisi Belum Temukan Unsur Pidana Kasus Makelar Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Antre sejak Pagi, 500 Pelaku UMKM dan Sopir Angkot di Kota Bogor Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Megapolitan
Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Gelar Pesta Ulang Tahun Saat PPKM Level 4, Seleb Tiktok Akan Disidang Pidana Ringan

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Suami Bunuh Istri di Jagakarsa gara-gara Cemburu hingga Pendam Dendam 5 Tahun

Megapolitan
Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 150 RT, Ini Sebarannya

Megapolitan
Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Anies: Jangan Jadi Penjahat Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Tega Bunuh Istrinya, Lansia 70 Tahun di Jagakarsa Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

340 Nakes di Jakarta Pusat Positif Covid-19, Kebanyakan Isolasi Mandiri di Rumah

Megapolitan
Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasutri yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X