Memohon Kemanusiaan soal Penggusuran

Kompas.com - 09/04/2021, 12:01 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

PADA musim kampanye pemilu adalah wajar para politisi mengobral janj-janji manis agar dipilih oleh rakyat. Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Janji kampanye

Satu di antara sekian banyak janji yang dijanjikan agar dipilih oleh mayoritas rakyat Jakarta untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah janji tidak akan menggusur rakyat.

Setelah terpilih menjadi gubernur Jakarta, Anies Baswedan menepati janji dengan menolong para warga yang sudah telanjur tergusur untuk memperoleh hak mereka atas tempat bermukim baru tanpa kehilangan kesempatan mencari nafkah seperti sebelum digusur.

Namun kemudian terberitakan bahwa pada beberapa lokasi di Jakarta telah terjadi penggusuran warga secara melanggar hukum, HAM mau pun agenda pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati para anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa merusak alam dan tanpa menyengsarakan manusia.

Penggusuran

Apabila peristiwa penggusuran yang diberitakan benar-benar sesuai dengan kenyataan maka wajar apabila berbagai pihak menuduh Gubernur Anies ingkar janji.

Namun akibat pada masa karantina diri akibat pagebluk Corona, saya belum pernah menyaksikan peristiwa-peristiwa penggusuran di berbagai lokasi di Jakarta dengan mata di kepala saya sendiri maka sebagai seorang umat Nasrani saya tidak berani gegabah menghakimi sesuai ajaran Yesus Kristus tentang “jangan menghakimi”.

Apalagi tersiar pula kabar berita bahwa yang menggusur bukan Pemprov DKI namun perusahaan swasta mau pun BUMN yang mendayagunakan jasa Satpol PP untuk mengawal penggusuran secara paksa terhadap rakyat.

Memohon kemanusiaan

Melalui naskah sederhana ini dengan kerendahan hati saya memberanikan diri memohon perkenan sentuhan kemanusiaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mohon Pak Gub Anies berkenan menjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa pada setiap peristiwa penggusuran dengan tentu saja keberpihakan ke rakyat miskin sesuai makna adiluhur sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab serta Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia.

Apa pun dalih dan alasannya, setiap peristiwa penggusuran tidak sesuai dengan janji kampanye calon gubernur Jakarta tetap sepenuhnya merupakan tanggung jawab gubernur Jakarta untuk mencegah dan/atau menanggulangi demi kepentingan wong cilik yang tidak berdaya melawan penggusuran yang dilakukan secara melanggar hukum, HAM, agenda Pembangunan Berkelanjutan, UUD 1945 dan Pancasila. Merdeka!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Terjaring Razia, 10 Pengendara Motor Wajib Ganti Knalpot Bising dengan Knalpot Standar

Megapolitan
Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Pemkot Bogor Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Puasa

Megapolitan
Peluru Nyasar yang Menembus Kaca Gedung di TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Peluru Nyasar yang Menembus Kaca Gedung di TB Simatupang Bukan dari Lapangan Tembak Marinir

Megapolitan
Wagub DKI: Lebih Bayar Pengadaan Mobil Damkar Akan Dikembalikan Pihak Swasta

Wagub DKI: Lebih Bayar Pengadaan Mobil Damkar Akan Dikembalikan Pihak Swasta

Megapolitan
[Update 15 April]: Bertambah 1.330, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 396.109

[Update 15 April]: Bertambah 1.330, Kasus Covid-19 di Jakarta Kini 396.109

Megapolitan
Polisi Masih Kejar 3 Operator Derek Ilegal di Tol Halim yang Kabur

Polisi Masih Kejar 3 Operator Derek Ilegal di Tol Halim yang Kabur

Megapolitan
Pria ODGJ Diamankan di Kedubes Rusia

Pria ODGJ Diamankan di Kedubes Rusia

Megapolitan
Kaca Lantai 8 Gedung di TB Simatupang Cilandak Berlubang Terkena Peluru Nyasar

Kaca Lantai 8 Gedung di TB Simatupang Cilandak Berlubang Terkena Peluru Nyasar

Megapolitan
800 Personel Polisi Disebar Awasi Tempat Ngabuburit dan Penjualan Takjil di Bogor Selama Ramadhan

800 Personel Polisi Disebar Awasi Tempat Ngabuburit dan Penjualan Takjil di Bogor Selama Ramadhan

Megapolitan
Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Acungkan Celurit

Penyerangan Geng Motor terhadap Pemuda di Jagakarsa Diwarnai Aksi Lempar Botol dan Acungkan Celurit

Megapolitan
Siapa Prada Ilham, Sosok yang Disebut Provokator Penyerangan Polsek Ciracas dan Terancam Dipecat TNI?

Siapa Prada Ilham, Sosok yang Disebut Provokator Penyerangan Polsek Ciracas dan Terancam Dipecat TNI?

Megapolitan
Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Pak Ogah Tewas Ditusuk di Rel Bandengan, Korban dan Pelaku Disebut Musuh Bebuyutan

Megapolitan
Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Gadis 18 Tahun Tewas Ditabrak Bus di Cipondoh, Kota Tangerang

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 16 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Tangerang Raya, 16 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X