Pemkot Tangsel Larang Pawai Obor Jelang Ramadhan karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Kompas.com - 10/04/2021, 12:33 WIB
Puluhan warga mengikuti pawai obor di Kaki Gunung Manglayang, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Pawai obor tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriah. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIPuluhan warga mengikuti pawai obor di Kaki Gunung Manglayang, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/8/2020). Pawai obor tersebut digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriah.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melarang warganya menggelar kegiatan pawai obor menyambut bulan Ramadhan 2021.

Wakil Waki Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, larangan itu dimaksudkan karena kegiatan tersebut dapat memincu kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

"Sebetulnya (larangan) bukan untuk pawai obornya ya, tapi berkerumunnya itu. Pawai obor menimbulkan potensi berkerumun, makanya tidak kami izinkan," kata Benyamin saat dihubungi, Sabtu (10/4/2021).

Baca juga: Polres Tangsel Akan Buat Pos Pengamanan di Curug untuk Saring Kendaraan Mudik Lebaran 2021

Menurut Benyamin, sosialisasi larang kegiatan pawai obor itu telah dilakukan oleh jajarannya beberapa waktu lalu.

Hanya saja, kata dia, masyarakat belum tersosialisasi secara maksimal terkait aturan tersebut.

"Memang dari kemarin (sosiasisasi) itu. Jadi rupanya belum tersosialisasi secara maksimal," katanya.

Baca juga: Buka Puasa di Restoran Tak Dilarang, Anies Bilang Apa Bedanya dengan Makan Malam

Adapun informasi mengenai kegiatan pawai obor menyambut Ramadhan telah beredar melalui pesan singkat.

Kegiatan tersebut akan dilakukan di Masjid At Taqwa, Pondok Cabe VI, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu ini.

Terkait itu, Benyamin mengaku akan menghubungi lurah setempat guna menyosialisasikan larangan pawai obor yang berpotensi menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

"Iya nanti akan disosialisasikan lagi. Nanti saya hubungi lurahnya," kata Benyamin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X