Protes Nilai Ganti Rugi Tanah-Bangunan, Sejumlah Warga Cilenggang Demo di Proyek Tol Serpong-Balaraja

Kompas.com - 12/04/2021, 13:54 WIB
Sejumlah warga Cilenggang menggelar aksi protes di area proyek Tol Serpong-Balaraja, Tangerang Selatan, Senin (12/4/2021). DOKUMENTASI PRIBADISejumlah warga Cilenggang menggelar aksi protes di area proyek Tol Serpong-Balaraja, Tangerang Selatan, Senin (12/4/2021).
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Sejumlah warga Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, menyampaikan protes di area proyek pembangunan Tol Serpong-Balaraja, Senin (12/4/2021).

Mereka menilai uang ganti rugi rumah dan tanah mereka yang terkena proyek Tol Serpong-Balaraja terlalu rendah.

Baca juga: Anggaran Pembangunan Tol Serpong-Balaraja Rp 6 Triliun

Koordinator Masyarakat Cilenggang Masfur Sigit menjelaskan, aksi tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi berkait dengan rendahnya biaya ganti rugi rumah dan tanah yang tergusur proyek tersebut.

"Yang dituntut oleh masyarakat Cilenggang adalah penilaian harga ganti kerugian yang lebih layak dan menyejahterakan. Kenapa? Karena lokasi kami sangat strategis," ujar Masfur kepada Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Menurut Masfur, tidak semua masyarakat setuju dan langsung menerima biaya ganti rugi yang berkisar Rp 4 juta-Rp 7 Juta per meter persegi.

Baca juga: Tol Serpong-Cinere Dikira Sudah Tersambung ke Cijago, Akses GT Pamulang Padat

Dari total 130 bangunan terdampak proyek Tol Serpong-Balaraja, terdapat pemilik 26 bangunan di antaranya yang masih bertahan dan menuntut peningkatan harga ganti rugi rumah dan tanah.

"Sebetulnya semuanya enggak sesuai harganya. Ada 130 objek, cuma dalam perjalanannya karena butuh uang dan sebagainya, banyak yang terpaksa menerima," kata Masfur.

"Sehingga yang bertahan itu tinggal 26 bidang, itu yang kami perjuangkan," sambungnya.

Pantauan Kompas.com di lokasi, puluhan warga yang melakukan aksi protes membawa poster berisi tuntutan sudah membubarkan diri.

Baca juga: Jokowi: Tol Serpong-Pamulang dan Cengkareng-Kunciran Akan Urai Kemacetan Jakarta

Petugas kepolisian dan TNI yang berjaga juga sudah meninggalkan lokasi proyek Tol Serpong-Balaraja.

Masfur pun berharap tuntutan kenaikan harga ganti rugi yang disampaikan warga bisa ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan pihak pengembang.

"Sebetulnya masyarakat ini tidak ada yang anti pembangunan. Di sini semuanya mendukung pembangunan, mendukung proyek pembangunan, tapi masak iya kami hanya dihargai Rp 4 juta per meter persegi, paling tinggi 7 juta," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Update 5 Mei: Kota Bekasi Catat 163 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Pondasi Terkikis, Bagian Belakang Rumah di Jagakarsa Longsor dan Timpa Bangunan Warga

Megapolitan
Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Larangan Mudik, Pendapatan Penyedia Jasa Penukaran Uang Anjlok

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Harin Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan Harin Ini

Megapolitan
Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Megapolitan
Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Pria yang Mengaku Jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara Gunakan Pelat Mobil Palsu, Apa Sanksinya?

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Depok Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tangerang Raya Hari Ini, 6 Mei 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Megapolitan
THR Dicicil, 4 Karyawan di Kota Tangerang Adukan Perusahaannya

THR Dicicil, 4 Karyawan di Kota Tangerang Adukan Perusahaannya

Megapolitan
Rabu Malam, Bandara Soekarno-Hatta Sepi Penumpang

Rabu Malam, Bandara Soekarno-Hatta Sepi Penumpang

Megapolitan
Viral Video Penyerangan Remaja Bersenjata Tajam di Cibubur, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Viral Video Penyerangan Remaja Bersenjata Tajam di Cibubur, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Megapolitan
Terminal Pulo Gebang Sediakan 750 Alat Tes Rapid Antigen Gratis Per Hari Selama Masa Larangan Mudik

Terminal Pulo Gebang Sediakan 750 Alat Tes Rapid Antigen Gratis Per Hari Selama Masa Larangan Mudik

Megapolitan
Selasa Pekan Depan, Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi Meringankan

Selasa Pekan Depan, Rizieq Shihab Akan Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X