Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/04/2021, 15:26 WIB
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Banten membantah bahwa Tugu Pamulang yang berada di Bundaran Jalan Siliwangi, Tangerang Selatan, berbeda dengan desain awal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, M. Tranggono menjelaskan, bentuk tugu yang berdiri saat ini sudah sesuai dengan rancangan awal.

Desain monumen berupa rangka besi yang disusun melingkar dengan kubah di bagian atasnya sudah dirancang sejak 2017.

"Setelah saya cek lagi ke belakang jadi itu tuh desain di tahun 2017. Desainnya itu sesuai dengan yang sekarang ini," kata Tranggono kepada Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Viral Tugu Pamulang yang Mirip Toren Air, Ini Penjelasan Pemkot Tangsel

Menurut Tranggono, Tugu Pamulang tersebut dibangun untuk menggantikan papan reklame yang sebelumnya berdiri di bundaran Jalan Siliwangi.

Tugu Pamulang yang merupakan ikon Kota Tangerang Selatan dalam desain awal dengan yang sudah dibangun terlihat jauh berbeda dan menjadi pembicaraan warganet dan bahkan dianggap mirip dengan tempat penampungan air.Istimewa/Warta Kota Tugu Pamulang yang merupakan ikon Kota Tangerang Selatan dalam desain awal dengan yang sudah dibangun terlihat jauh berbeda dan menjadi pembicaraan warganet dan bahkan dianggap mirip dengan tempat penampungan air.

Dana yang dianggarkan Pemerintah Provinsi Banten untuk pembangunan tugu beserta taman dan trotoar di depan Universitas Pamulang itu sebesar Rp 300 juta.

"Itu kan bukan hanya tugunya saja. Termasuk di situ ada tamannya, trotoarnya, setahu saya sekitar Rp 300 jutaan. Saya enggak tahu detailnya, saya baru akhir 2019 di sini (Dinas PUPR Banten)," ungkapnya.

Baca juga: Baru Tahu Itu Tugu Pamulang, Kayak Kandang Burung Raksasa

Setelah pembangunan selesai, kata Tranggono, Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta agar bentuk Tugu Pamulang yang telah berdiri diubah bentuknya.

Pemerintah Provinsi Banten mulai membahas desain baru Tugu Pamulang pada 2019.

Namun, proses pembahasan tersebut terhenti, sehingga pembangunannya belum terealisasi sampai saat ini.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stasiun LRT Velodrome Disebut Bikin Banjir Permukiman Sekitar

Stasiun LRT Velodrome Disebut Bikin Banjir Permukiman Sekitar

Megapolitan
Soal Tower BTS Tak Berizin di Pekarangan, Pemilik Rumah: Enggak Tahu, Pokoknya Sudah Disegel

Soal Tower BTS Tak Berizin di Pekarangan, Pemilik Rumah: Enggak Tahu, Pokoknya Sudah Disegel

Megapolitan
Ucapan Terakhir Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, 'Ma, Saya Enggak Kuat...'

Ucapan Terakhir Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, "Ma, Saya Enggak Kuat..."

Megapolitan
Raih Penghargaan Kalpataru, Ketua RT di Koja Dapat Pesan Khusus dari Heru Budi

Raih Penghargaan Kalpataru, Ketua RT di Koja Dapat Pesan Khusus dari Heru Budi

Megapolitan
Motor Curian Kehabisan Bensin, Maling di Bekasi Akhirnya Tertangkap

Motor Curian Kehabisan Bensin, Maling di Bekasi Akhirnya Tertangkap

Megapolitan
Isak Tangis Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Ceritakan 5 Anggota Keluarga yang Terbakar Hidup-hidup

Isak Tangis Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Ceritakan 5 Anggota Keluarga yang Terbakar Hidup-hidup

Megapolitan
Raih Penghargaan Kalpataru, RT Dani Arwanto Terhormat Diajak Bertemu Heru Budi

Raih Penghargaan Kalpataru, RT Dani Arwanto Terhormat Diajak Bertemu Heru Budi

Megapolitan
Seorang Pengamen Kepergok Curi Tas Milik Kuli Bangunan di Duren Sawit

Seorang Pengamen Kepergok Curi Tas Milik Kuli Bangunan di Duren Sawit

Megapolitan
Sebelum Ditabrak Pacarnya, Korban Sempat Ngebut dengan Motor karena Dikejar

Sebelum Ditabrak Pacarnya, Korban Sempat Ngebut dengan Motor karena Dikejar

Megapolitan
Ada 'Nursery' dan Mushala, Jakarta Fair Pastikan Peningkatan Pelayanan Tahun Ini

Ada "Nursery" dan Mushala, Jakarta Fair Pastikan Peningkatan Pelayanan Tahun Ini

Megapolitan
Minta Erick Thohir Selesaikan Masalah Kebakaran Depo Plumpang, Warga Tanah Merah Pengin Nonton Indonesia Vs Argentina

Minta Erick Thohir Selesaikan Masalah Kebakaran Depo Plumpang, Warga Tanah Merah Pengin Nonton Indonesia Vs Argentina

Megapolitan
Ada 4 Rute Transjakarta Khusus ke JiExpo Selama Jakarta Fair 2023

Ada 4 Rute Transjakarta Khusus ke JiExpo Selama Jakarta Fair 2023

Megapolitan
Bobroknya STIE Tribuana Bekasi: Lakukan Jual Beli Ijazah sampai Menggelapkan Dana Beasiswa Mahasiswa

Bobroknya STIE Tribuana Bekasi: Lakukan Jual Beli Ijazah sampai Menggelapkan Dana Beasiswa Mahasiswa

Megapolitan
Kemendikbud Imbau Mahasiswa STIE Tribuana yang Dipersulit Pindah Segera Lapor LLDIKTI

Kemendikbud Imbau Mahasiswa STIE Tribuana yang Dipersulit Pindah Segera Lapor LLDIKTI

Megapolitan
Warga Heran Pemerintah Belum Umumkan Jumlah Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Warga Heran Pemerintah Belum Umumkan Jumlah Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com