Kompas.com - 14/04/2021, 13:55 WIB
Pantauan uji coba instentif parkir bagi kendaraan yang telah lulus uji emisi gas buang di parkiran Ikatan Restoran Taman Indonesia (IRTI), Monas, Jakarta, Rabu (3/3/2021). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiPantauan uji coba instentif parkir bagi kendaraan yang telah lulus uji emisi gas buang di parkiran Ikatan Restoran Taman Indonesia (IRTI), Monas, Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawasan parkir di kawasan IRTI Monas akan diperketat setelah seorang pemulung berupaya mempreteli kendaraan yang disita Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat M Sholeh mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit Pengelola Kawasan Monas untuk membahas hal ini.

"Ya insyaallah (akan diperketat), karena itu kan lahannya lahan Monas, kami koordinasikan dulu bagaimana pengamanan selanjutnya pasca-kejadian ini," kata Sholeh saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Preteli Mobil di IRTI Monas, Pencuri Tepergok Petugas Dishub

Sholeh mengatakan, area tempat parkir mobil sitaan itu memang selama ini tak dijaga atau pun dipagari. Masyarakat umum bisa melintas dan duduk-duduk di sana.

Hal ini diduga dimanfaatkan oleh pemulung untuk mempreteli onderdil mobil yang diparkir di sana.

Namun, aksi pemulung itu dipergoki oleh petugas Dishub pada Senin (12/4/2021) lalu.

"Memang kami memergoki seorang yang diduga hendak mencuri sparepart mobil, tapi yang bersangkutan mengaku hanya sedang tidur di bawah kolong mobil itu," kata Sholeh.

Baca juga: Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Dalam video yang viral di media sosial, pemulung itu berupaya kabur saat diinterogasi petugas. Menurut Sholeh, pemulung itu tak berhasil ditangkap.

Sementara itu, kondisi mobil yang diduga dipreteli pemulung itu sudah rontok saat dicek petugas. Begitu juga beberapa mobil yang diparkir di sekitarnya.

Sholeh menduga, bisa saja kondisi mobil rontok karena sudah lama diparkir di situ, tetapi bisa juga karena memang dipreteli oleh pemulung.

"Tapi kalau kami bilang itu dipreteli kan kami juga tak punya bukti kuat. Itu mobil-mobil di sana memang sudah sejak 2017, sudah empat tahun. Ada yang tak ditebus pemiliknya dan tidak diketahui pemiliknya," kata Sholeh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TM Ragunan Kembali Dibuka Terbatas untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

TM Ragunan Kembali Dibuka Terbatas untuk Pengunjung Ber-KTP Jakarta

Megapolitan
Bedeng Proyek Rusunawa Ujung Menteng Terbakar

Bedeng Proyek Rusunawa Ujung Menteng Terbakar

Megapolitan
Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto, Diduga Terkait Narkoba

Polisi Tangkap Anak Pedangdut Rita Sugiarto, Diduga Terkait Narkoba

Megapolitan
UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 16 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Jakarta Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus dari Klaster Mudik Lebaran

Megapolitan
Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Sepanjang 2021, Anies dan Riza Patria Sudah 4 Kali Beda Pandangan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

[POPULER JABODETABEK] Fakta dan Kronologi Maling Sadis di Bekasi | Syarat Perjalanan Keluar-Masuk Jakarta 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Anies: Pemprov DKI Tidak Pernah Melarang Warga Masuk Jakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Kabupaten Bekasi, 214 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 81 Kasus di Depok, 1.011 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Anies Kembali Perpanjang PPKM hingga 31 Mei

Megapolitan
Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Ada 9.291 Pergerakan Penumpang di Soekarno-Hatta pada Hari Terakhir Larangan Mudik

Megapolitan
Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Berstatus Mantan Narapidana, Tuntutan Hukuman Rizieq Shihab dalam Kasus Kerumunan Diperberat

Megapolitan
Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Fakta Pelaku Pencurian dan Pemerkosaan Anak di Bekasi: Positif Narkoba, Ada Residivis, Aktor Utama Buron

Megapolitan
Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Banjir Sempat Melanda Kampung Baru, Warga: Sudah Biasa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X