Kompas.com - 15/04/2021, 03:10 WIB
ilustrasi hujan es Istimewailustrasi hujan es

JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca ekstrem melanda di DKI Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui akun Instagram @bpbddkijakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Baca juga: Debat Panas Rizieq Shihab dengan Bima Arya soal Siapa yang Bohong dan Tutupi Hasil PCR

Hujan disertai petir diprediksi terjadi di DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (15/4/2021) dan Jumat (16/4/2021).

"Waspada potensi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta. Durasi 15 April - 16 April 2021," begitu pernyataan akun tersebut, Selasa (13/4/2021).

"BMKG sebagai Tropycal Cyclone Warning Center mendeteksi adanya Potensi Bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua yang berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam seminggu ke depan," sambungnya.

BPBD DKI menjelaskan, bibit siklon itu akan mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia, khususnya di daerah timur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati begitu, hujan sangat lebat dan gelombang tinggi berpotensi dirasakan di Jakarta selama dua hari beruntun mulai hari ini.

"Pada tanggal tersebut, potensi hujan disertai kilat/petir diprediksi terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," tulis BPBD.

Baca juga: Bima Arya: Rizieq Shihab Tolak Sampaikan Hasil Tes PCR

Masyarakat lantas diminta untuk waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem angin kencang, hujan lebat dan dampak yang ditimbulkan.

"Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," tulis BPBD DKI.

Hujan disertai angin kencang sejatinya memang tengah menerpa Jakarta sejak Senin (12/4/2021).

Saat hujan turun lebat pada Rabu (14/4/2014), sejumlah pohon di beberapa titik di Jakarta tumbang.

Hujan es di Bekasi

Sementara itu, hujan es disertai angin kencang melanda sejumlah kawasan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu sore.

Baca juga: Daftar 25 Kelurahan di Jakarta dengan Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak

Beberapa wilayah itu antara lain Jatiasih, Pondok Gede, Pondok Melati, dan Jakasampurna.

Kepala Sub Bidang Peringatan Dini BMKG Agie Wandala membenarkan perihal hujan es di Bekasi.

"Betul BMKG mendeteksi adanya hujan es terjadi di sekitaran Bekasi, termonitor juga terjadi hujan lebat di sebagian besar Jabodetabek," ujar Agie saat dikonfirmasi.

Agie menjelaskan, fenomena hujan es itu hal yang biasa terjadi ketika masa peralihan musim.

"Hujan es biasa terjadi ketika massa peralihan musim seperti saat ini," jelasnya.

Agie menguraikan, hujan es merupakan kondisi adanya konvektifitas yang dapat menyebabkan tumbuhnya awan cumulonimbus.

"Awan cumulonimbus yang memilki dorongan massa udara updraft dan downdraft yang kuat biasanya juga disertai dengan freezing di lapisan bawah sering mengakibatkan hujan es," kata Agie.

Dia pun meminta masyarakat untuk waspada terhadap perubahan cuaca, terlebih karena adanya fenomena hujan es.

"Imbauannya masyarakat waspada perubahan cuaca yang bersifat cepat. Jika terjadi, berlindung. Karena ukuran hujan es yang besar juga bisa menanggu aktivitas masyarakat," terangnya.

(Reporter : Singgih Wiryono, Muhammad Isa Bustomi /Editor : Sandro Gatra, Nursita Sari)



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revitalisasi Monas ala Anies, Saat Pohon Rindang Berganti Jadi Lantai Beton nan Gersang

Revitalisasi Monas ala Anies, Saat Pohon Rindang Berganti Jadi Lantai Beton nan Gersang

Megapolitan
Apa Saja yang Perlu Disiapkan selama Isolasi Mandiri Pasien Covid-19?

Apa Saja yang Perlu Disiapkan selama Isolasi Mandiri Pasien Covid-19?

Megapolitan
Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Usulan Revisi Tarif Parkir di Jakarta: Mobil Maksimal Rp 60.000 per Jam, Motor Rp 18.000

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Adik yang Bunuh dan Kubur Kakaknya di Bawah Ubin Kontrakan Dituntut Mati | Kado Ulang Tahun Ke-494 Jakarta

Megapolitan
Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Covid-19 di Depok Lampaui Puncak Gelombang Pertama, RS Nyaris Penuh dalam 2 Pekan Saja

Megapolitan
Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Duduk Perkara Heboh Kabar Pasien Covid-19 di Depok Gelar Hajatan Saat Isolasi Mandiri

Megapolitan
Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Sepertiga Pasien Covid-19 di Depok Warga Sukmajaya, Cimanggis, dan Tapos

Megapolitan
Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Kini 1.911 Orang

Megapolitan
Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Sebagian Jabodetabek Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Megapolitan
Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Damkar Tebet Evakuasi Jenazah di Sungai Ciliwung

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Kasus Covid-19 Melonjak, Fraksi PSI Minta Pemprov DKI Larang Anak Masuk Tempat Umum

Megapolitan
Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Polisi Upayakan Mediasi pada Kasus Roy Suryo dan Lucky Alamsyah

Megapolitan
Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Sentra Vaksinasi Covid-19 Smesco Naikkan Target Peserta Jadi 5.000 Orang Per Hari

Megapolitan
Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Ibu Korban Penembakan di Taman Sari Berharap Pelaku Ditangkap dan Dipenjara

Megapolitan
Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kota Bekasi Rp 175 M, Sisanya Tinggal Rp 16 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X