Irene Sukandar: Olahraga Catur Bisa Jadi Karier Menjanjikan untuk Perempuan

Kompas.com - 21/04/2021, 16:00 WIB
Irene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIrene Kharisma Sukandar, pecatur wanita Indonesia yang memiliki gelar Women Grandmaster (WGM) dari Federasi Catur Dunia (FIDE), difoto di Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/4/2021).

Setelah menemukan bakatnya, Irene terus mengikuti turnamen-turnamen dan olimpiade catur.

Baca juga: Cerita Irene Sukandar Tanding Catur dari Pasar ke Pasar untuk Latih Mental

Wanita berusia 29 tahun ini memenangkan Kejuaraan Catur Wanita Indonesia empat kali berturut-turut pada 2006 hingga 2010.

Menurut Irene, pada saat itu belum banyak perempuan yang berkarier di olahraga catur.

Kondisi tersebut membuat Irene semakin unjuk gigi di dunia catur Indonesia.

"Karena memang dunia catur di Indonesia untuk perempuan kan agak kurang bisa, karena dari segi kuantitas dan sangat minim sekali di Indonesia," ucap Irene.

Setelah menyabet gelar Grand Master Nasional Wanita Indonesia pada 2008 silam, Irene menilai banyak pecatur putri yang mulai berprestasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WGM Irene Sukandar, Pecatur Putri yang Tak Lupakan Pendidikan

"Untuk dunia catur perempuan sendiri kita lebih berprestasi belakangan ini. Jadi puji Tuhan setelah saya mendapatkan gelar Grand Master Wanita di tahun 2008, saya melihat banyaknya kuantitas dari pecatur Junior Putri," ucap Irene.

"Jadi saya juga bersyukur saya bisa jadi pionir untuk membuka itu semua, karena sebelumnya di mana waktu saya coba untuk berprestasi sendiri pun kebanyakan saya bermain di kelompok Putra," tambahnya.

Irene berharap ke depan banyak perempuan yang tidak takut menekuni karier di bidang olahraga catur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Ahmadiyah Disegel Lagi, Pemkot Depok Dianggap Dukung Intoleransi Beragama

Masjid Ahmadiyah Disegel Lagi, Pemkot Depok Dianggap Dukung Intoleransi Beragama

Megapolitan
Polisi Selidiki Aksi Eksibisionis di Sudirman meski Korban Belum Melapor

Polisi Selidiki Aksi Eksibisionis di Sudirman meski Korban Belum Melapor

Megapolitan
Polisi Sebut Cara Penagihan Pinjol Ilegal Buat Korban Stres hingga Bunuh Diri

Polisi Sebut Cara Penagihan Pinjol Ilegal Buat Korban Stres hingga Bunuh Diri

Megapolitan
Realisasi Penerimaan Pajak DKI 2021 Baru Mencapai 62,18 Persen, Terendah Sektor Hiburan

Realisasi Penerimaan Pajak DKI 2021 Baru Mencapai 62,18 Persen, Terendah Sektor Hiburan

Megapolitan
Polisi Gerebek 5 Perusahaan Pinjol, 13 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi Gerebek 5 Perusahaan Pinjol, 13 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Masjid Ahmadiyah di Depok Disegel Lagi, Satpol PP: Perintah Wali Kota

Masjid Ahmadiyah di Depok Disegel Lagi, Satpol PP: Perintah Wali Kota

Megapolitan
Tabrak Tiang dan Terjatuh, Dua Begal Bercelurit di Cipayung Diamuk Warga

Tabrak Tiang dan Terjatuh, Dua Begal Bercelurit di Cipayung Diamuk Warga

Megapolitan
Penyegelan Ulang Masjid Ahmadiyah Depok oleh Satpol PP Picu Mobilisasi Massa dan Ujaran Kebencian

Penyegelan Ulang Masjid Ahmadiyah Depok oleh Satpol PP Picu Mobilisasi Massa dan Ujaran Kebencian

Megapolitan
Ini Tatib Masuk Kelas yang Wajib Dipatuhi Siswa SD di Kota Tangerang Saat PTM Terbatas

Ini Tatib Masuk Kelas yang Wajib Dipatuhi Siswa SD di Kota Tangerang Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan

Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan

Megapolitan
Polres Jakbar Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba Senilai Rp 34 Miliar

Polres Jakbar Musnahkan Ratusan Kilogram Narkoba Senilai Rp 34 Miliar

Megapolitan
Berawal Saling Ejek di Medsos, Seorang Remaja di Ciracas Tewas Dibacok Beberapa Kali

Berawal Saling Ejek di Medsos, Seorang Remaja di Ciracas Tewas Dibacok Beberapa Kali

Megapolitan
PTM Terbatas Jenjang SD di Kota Tangerang, Kantin Tidak Boleh Beroperasi dan PKL Dilarang Berjualan

PTM Terbatas Jenjang SD di Kota Tangerang, Kantin Tidak Boleh Beroperasi dan PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di Cipayung Berstatus Mahasiswa, Sudah 2 Kali Beraksi

Pelaku Pelecehan Seksual di Cipayung Berstatus Mahasiswa, Sudah 2 Kali Beraksi

Megapolitan
Karyawati Basarnas Tewas Dibacok Komplotan Perampok di Kemayoran

Karyawati Basarnas Tewas Dibacok Komplotan Perampok di Kemayoran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.