Kompas.com - 22/04/2021, 09:23 WIB
Sejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarSejumlah murid mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). Pemprov DKI Jakarta melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di 85 sekolah dari jenjang SD hingga SMA mulai 7 April hingga 29 April 2021 dengan kapasitas dalam ruangan maksimum 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, proses uji coba pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah berjalan lancar.

Dia menyatakan, sejak uji coba dibuka pada 7 April 2021, belum ada keluhan baik dari orangtua maupun masyarakat.

"PTM (pembelajaran tatap muka) alhamdulillah sejauh ini masyarakat belum ada komplain dan lain-lain," ujar Nahdiana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (22/4/2021).

Nahdiana menjelaskan, selain Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan melakukan evaluasi terkait sekolah tatap muka, dia juga memita masyarakat ikut terlibat.

Baca juga: Wagub DKI Sebut Tak Ada Temuan Kasus Covid-19 Selama Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Khususnya bagi orangtua yang anaknya ikut dalam uji coba sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Masyarakat juga kami berikan kesempatan untuk melihat dan orangtua sampai sejauh ini (menilai) berjalan normal," kata Nahdiana.

Dia berujar, kondisi kesehatan siswa dan tenaga pengajar berjalan baik.

Dia menegaskan, setelah berjalan dua minggu, kegiatan uji coba sekolah tatap muka tidak ada laporan siswa atau guru sakit demam atau terpapar Covid-19.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada (yang terpapar Covid-19), kalaupun ada kami sudah siapkan prosedurnya dengan emergency break," ucap dia.

Baca juga: Uji Coba Sekolah Tatap Muka di Jakarta, 30 Persen Orangtua Setuju hingga Penyediaan 50 Bus

Nahdiana juga mengatakan ada keterlibatan Satgas Covid-19 dan masyarakat untuk mengawasi anak-anak sepulang sekolah. Pengawasan dilakukan agar siswa yang ikut dalam uji coba belajar tatap muka tidak nongkrong dan berkerumun selepas pulang sekolah.

"Kalau seperti (pengawasan sepulang sekolah) itu kami ada satgas dan masyarakat dan lain-lain, bukan hanya dari sekolah," ujar dia.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melakukan uji coba sekolah tatap muka mulai 7 April 2021. Uji coba sekolah tatap muka yang berlangsung hingga 29 April ini melibatkan 85 sekolah yang sudah lolos penilaian dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta dari sisi sarana prasarana protokol kesehatan maupun kesehatan guru dan tenaga pendidik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X