Kompas.com - 22/04/2021, 18:48 WIB
Nurmaya (41), konsisten terus berbagi nasi bungkus sejak awal Ramadhan 2020 hingga kini, setiap Jumat. Foto diambil saat ia ditemui Kompas.com di toko tanaman hias miliknya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADNurmaya (41), konsisten terus berbagi nasi bungkus sejak awal Ramadhan 2020 hingga kini, setiap Jumat. Foto diambil saat ia ditemui Kompas.com di toko tanaman hias miliknya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Nurmaya kemudian meneruskan ide berbagi makanan gratis tersebut setelah Lebaran.

Rencana ini kemudian ia beritahukan kepada suami, orangtua, dan saudara-saudaranya.

"Setelah Lebaran tiga minggu, kami sudah mulai lagi," kata Nurmaya.

"Wah, antusias banget responsnya. Malah mereka (saudara-saudara Nurmaya) mau menyumbang tenaga, di luar dugaan saya," ujar dia.

Seiring berjalannya waktu, masalah muncul. Nurmaya ditegur pihak kelurahan.

Baca juga: Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Pihak kelurahan meminta agar Nurmaya tidak membuat kerumunan saat berbagi makanan gratis karena sedang pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perbuatan saya memang baik tetapi jangan sampai disalahkan karena menimbulkan kerumunan," kata Nurmaya.

Nurmaya tidak putus asa. Ia memutar otak agar bisa terus berbagi tanpa menimbulkan kerumunan.

Ia kemudian memutuskan untuk 'jemput bola'. Artinya, Nurmaya dan timnya membagikan nasi bungkus dengan cara berkeliling.

"Pernah (membagikan nasi) ke Tanjung Duren, Kebayoran Baru, Tanah Abang, bahkan Kelapa Dua," kata Nurmaya.

Nurmaya mengaku, setiap kali jalan, ia dan timnya membawa sekitar 80 nasi bungkus.

"Pasang surut sih, kadang 70, kadang 80, kadang 60. Ketika nasi bungkus kami banyak, ada donatur yang ngasih. Air mineral, nasi dan lauk, jajan, bahkan uang," kata dia.

Kejutan-kejutan yang mengiringi

Saat berbagi makanan, Nurmaya kerap bertemu dengan orang-orang yang menginspirasinya.

Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang ibu berpakaian lusuh. Ibu tersebut sudah tua.

"Begitu banyak yang beliau bawa, plastik-plastik besar. Tapi dia bukan pemulung," kata Nurmaya.

Nurmaya kemudian memberikan nasi bungkus kepada ibu itu.

Baca juga: Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

"Katanya, 'Terima kasih neng, alhamdulillah ketemu nasi hari ini. Saya sekadar cukup buat makan aja alhamdulillah'," kata Nurmaya menirukan ibu itu.

Lewat ibu itu, Nurmaya belajar tentang arti cukup.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Megapolitan
Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Megapolitan
Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.