Kompas.com - 22/04/2021, 18:48 WIB
Nurmaya (41), konsisten terus berbagi nasi bungkus sejak awal Ramadhan 2020 hingga kini, setiap Jumat. Foto diambil saat ia ditemui Kompas.com di toko tanaman hias miliknya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADNurmaya (41), konsisten terus berbagi nasi bungkus sejak awal Ramadhan 2020 hingga kini, setiap Jumat. Foto diambil saat ia ditemui Kompas.com di toko tanaman hias miliknya di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."

Demikian kata-kata tersebut disadur dari buku Surat-Surat Kartini: Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya.

Kartini, berkat perjuangannya mengangkat derajat wanita, ia dikenang setiap 21 April. Ia adalah simbol emansipasi wanita Indonesia.

Baca juga: Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kartini boleh saja wafat pada 17 September 1904. Namun, setelahnya banyak "Kartini" baru bermunculan di Tanah Air, seperti halnya pepatah "Mati Satu Tumbuh Seribu". Dia, Nurmaya, salah satu "Kartini" masa kini itu.

Nurmaya menjaga "Api Kartini" dari Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak Ramadhan 2020, Nurmaya memutuskan untuk berbagi makanan gratis setiap seminggu sekali dan tanpa pernah putus hingga kini.

Nurmaya sengaja memilih setiap Jumat karena Jumat hari yang mulia.

Baca juga: 8 Aturan Warga Jakarta yang Hendak Keluar Kota di Masa Pengetatan dan Larangan Mudik

Inspirasi berbagi datang dari mendiang ayahnya.

Sekitar enam tahun lalu, ia dan ayahnya melintas dan melihat orang membagikan bingkisan gratis di jalan.

Ayahnya kemudian memilih berhenti, mengambil uang di saku celana tanpa melihat berapa isinya.

"Dia langsung kasih uang itu ke saya. Candanya ke saya, 'Udah enggak usah dilihat, nih kasihkan ke orang itu'," kata Nurmaya meniru ucapan ayahnya.

Baca juga: Cerita Irene Sukandar Tanding Catur dari Pasar ke Pasar untuk Latih Mental

Di tengah jalan menuju pulang, Nurmaya bertanya-tanya, mengapa ayahnya tidak melihat uang yang akan diberikan kepada orang tersebut.

"Kata ayah saya, 'ya enggak apa-apa, kalau berbagi berkah itu kita niatnya ikhlas aja'," kata Nurmaya lagi-lagi menirukan ayahnya.

Ayahnya mengatakan, "kalau udah ikhlas memberi tangan kanan, tangan kiri tidak usah tahu."

Demikian sang ayah berpesan kepada Nurmaya, arti menderma sesungguhnya.

Awal mula berbagi

Sejak awal Ramadhan tahun lalu, Nurmaya mulai berbagi makanan gratis kepada para pelintas jalan.

Nurmaya mengambil lapak di depan toko tanaman hias miliknya, tepatnya di Jalan Inspeksi Slipi, Kemanggisan, Palmerah.

Mulanya, ia membagikan takjil gratis. Usai Ramadhan, ia kemudian berpikir, 'masak sih berhenti sampai di sini?'

Baca juga: Kapten Fierda Panggabean dan Tragedi Merpati CN-235 di Gunung Puntang

Nurmaya kemudian meneruskan ide berbagi makanan gratis tersebut setelah Lebaran.

Rencana ini kemudian ia beritahukan kepada suami, orangtua, dan saudara-saudaranya.

"Setelah Lebaran tiga minggu, kami sudah mulai lagi," kata Nurmaya.

"Wah, antusias banget responsnya. Malah mereka (saudara-saudara Nurmaya) mau menyumbang tenaga, di luar dugaan saya," ujar dia.

Seiring berjalannya waktu, masalah muncul. Nurmaya ditegur pihak kelurahan.

Baca juga: Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Pihak kelurahan meminta agar Nurmaya tidak membuat kerumunan saat berbagi makanan gratis karena sedang pandemi Covid-19.

"Perbuatan saya memang baik tetapi jangan sampai disalahkan karena menimbulkan kerumunan," kata Nurmaya.

Nurmaya tidak putus asa. Ia memutar otak agar bisa terus berbagi tanpa menimbulkan kerumunan.

Ia kemudian memutuskan untuk 'jemput bola'. Artinya, Nurmaya dan timnya membagikan nasi bungkus dengan cara berkeliling.

"Pernah (membagikan nasi) ke Tanjung Duren, Kebayoran Baru, Tanah Abang, bahkan Kelapa Dua," kata Nurmaya.

Nurmaya mengaku, setiap kali jalan, ia dan timnya membawa sekitar 80 nasi bungkus.

"Pasang surut sih, kadang 70, kadang 80, kadang 60. Ketika nasi bungkus kami banyak, ada donatur yang ngasih. Air mineral, nasi dan lauk, jajan, bahkan uang," kata dia.

Kejutan-kejutan yang mengiringi

Saat berbagi makanan, Nurmaya kerap bertemu dengan orang-orang yang menginspirasinya.

Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang ibu berpakaian lusuh. Ibu tersebut sudah tua.

"Begitu banyak yang beliau bawa, plastik-plastik besar. Tapi dia bukan pemulung," kata Nurmaya.

Nurmaya kemudian memberikan nasi bungkus kepada ibu itu.

Baca juga: Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

"Katanya, 'Terima kasih neng, alhamdulillah ketemu nasi hari ini. Saya sekadar cukup buat makan aja alhamdulillah'," kata Nurmaya menirukan ibu itu.

Lewat ibu itu, Nurmaya belajar tentang arti cukup.

Kejutan-kejutan juga mengiringi Nurmaya. Lima bulan pascamemutuskan mulai berbagi makanan gratis, rumah ibunya yang semula rusak parah dan mau roboh, direnovasi gratis oleh seseorang.

"Saya pikir itu acara televisi. Tapi ternyata bukan. Dia memang pengusaha. Kami enggak habis pikir," kata Nurmaya.

Baca juga: Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Rumahnya ibu saat ini, kata Nurmaya, sudah bagus seperti apartemen.

Tak sampai di situ, jeda dua bulan setelah rumah ibunya selesai direnovasi, Nurmaya dipercaya menjadi agen pupuk.

Kenalannnya pun bertambah. Isi toko tanaman hias Nurmaya makin beragam.

"Pohon-pohon yang viral pas pandemi, masuk begitu saja melalui teman-teman. Itu mereka menaruh tanamannya di sini," kata Nurmaya.

Baru-baru ini, Nurmaya juga mendapatkan penghargaan sebagai tokoh perubahan oleh sebuah media nasional.

"Berturut-turut (kejutannya), tiada henti," tutur ibu tiga anak itu.

Tak mau berhenti berbagi

Nurmaya merasakan indahnya berbagi, dan ia tak mau berhenti.

Omongan-omongan miring tentangnya tidak ia gubris. Tekadnya sudah bulat untuk berbagi.

Pesan ayahnya ia pegang terus hingga kini, 'menolong tanpa pamrih'.

"Saya enggak mau libur, selagi Tuhan kasih tubuh ini sehat, tangan kaki saya untuk bekerja, berkah itu luar biasa," ujarnya.

Langkah-langkah yang ditempuh Nurmaya juga membuat ia tidak mau besar kepala.

"Justru ini amanah besar. Ketika semua masyarakat sudah mengetahui kegiatan saya, saya hanya berharap menjadi inspirasi dalam berbagi kebaikan," kata dia.

Nurmaya yakin bahwa Tuhan telah memberi porsi pada setiap manusia, termasuk rejeki. Berbagi adalah caranya untuk mensyukuri nikmat.

"Apalagi kalau kita sudah berusaha, niat baik, disertai dengan doa, inshaallah pasti ketemu," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.