Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Kompas.com - 23/04/2021, 09:44 WIB
pengemudi motor masuk tol instagram.com/jktinfopengemudi motor masuk tol

Dalam video tersebut, tampak pengendara motor berbaju putih dan bercelana pendek melaju dengan kecepatan tinggi di Jalan tol.

Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Andi M Indra Waspada mengonfirmasi peristiwa tersebut. Indra mengatakan, pengendara yang melintas di Jalan Tol JORR itu kondisinya mabuk.

“Iya betul kejadian itu, orang mabuk itu,” kata Andi melalui pesan tertulis

Kejadian tersebut terjadi pada 5 Agustus 2020 sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Tol JORR.

Ketika itu, anggota patroli jalan tol mendengar suara klakson yang muncul dari arah Km 42.800. Suara klakson itu ternyata dari penguna jalan tol yang mencoba menghentikan sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tinggi itu.

“Nah, posisinya si mobil ini memang sedang melintas di sisi kiri pengendara motor yang saat itu berkendara dengan kecepatan tinggi. Karena dilihatlah ada motor di jalan tol, maka diklakson teruslah pengendara itu,” ujar Andi.

Andi menjelaskan, petugas patroli melakukan pengejaran untuk menghentikan pengendara sepeda motor tersebut. Saat diperiksa, ternyata pengendara motor itu dalam pengaruh alkohol atau sedang mabuk.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saat diperiksa pengendara saat itu sedang mabuk,” kata Andi.

Sedang depresi

Pada Februari 2021, video yang memperlihatkan seorang perempuan naik sepeda motor tanpa helm masuk jalan Tol Jagorawi viral di media sosial.

Video tersebut diambil seorang pengendara mobil yang berjalan tepat di belakang pengendara motor tersebut.

Perempuan itu terus melaju meski petugas jalan tol yang mendekati dengan mobil sudah memintanya berhenti.

Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korlantas Polri Kompol Fitrisia Kamila Tasran mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 16 Februari 2021.

"Tepatnya di kilometer 32+800, (inisial) NH, warga Megamendung, Bogor," ujar Fitrisia pada 18 Februari 2021.

Polisi menyebutkan, saat dimintai keterangan, NH tidak dapat diajak komunikasi.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Kemayoran Jadi 5.812 Orang

Megapolitan
Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Rumah Warga Cipondoh Dibobol Maling, Perhiasan hingga Barang Elektronik Raib

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Kasus Covid-19 Meningkat, Sekolah Tatap Muka atau Tetap Belajar di Rumah?

Megapolitan
Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Tiga Rusun di Cilincing Jadi Posko Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Kasus Covid-19 di Jakarta Meledak, Epidemiolog: Solusinya Hanya Lockdown

Megapolitan
Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Fakta Pelecehan Seksual terhadap Seorang Ibu di Tebet: Pelaku Kelainan Jiwa hingga Dibebaskan

Megapolitan
Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Virus Corona Varian Delta Dikhawatirkan Lebih Mudah Menyerang Anak-anak

Megapolitan
Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X