Kompas.com - 23/04/2021, 13:14 WIB
Pengunjung pameran Artefak melihat janggut Nabi Muhammad Saw di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021) KOMPAS.COM/ IRA GITAPengunjung pameran Artefak melihat janggut Nabi Muhammad Saw di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk belajar mendalami agama Islam.

Salah satunya dengan mengunjungi Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW yang digelar di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)

Ketua penyelenggara acara, M Rifqi, mengatakan bahwa pameran ini diharapkan bisa memberikan pengalaman wisata religi yang menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

"Alhamdulillah akhirnya terwujud Pameran Artefak Baginda Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat. Ini dilakukan di Bulan Suci Ramadhan, di mana mudah-mudahan ini menambah kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW," kata Rifqi.

Baca juga: Wapres Ingatkan Umat Islam untuk Teladani Sifat dan Karakter Nabi Muhammad

Pameran yang berlangsung hingga 3 Mei 2021 mendatang menyuguhkan 35 barang peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabatnya antara lain perlengkapan perang, tongkat hingga janggut dan rambut Nabi Muhammad SAW.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bukan hanya ada peralatan perang, tapi juga ada kiswah makam Rasulullah, lalu ada kiswah kakbah di zaman Utsmani, lalu kita juga ada semacam gembok kunci makam Rasulullah," Rifqi menjelaskan.

"Jadi ada imamah yaitu sorban Rasulullah yang pernah digunakan dan tongkat Rasulullah yang pernah digunakan," lanjutnya.

Pameran Artefak Nabi Muhammad Saw yang digelar di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)KOMPAS.COM/ IRA GITA Pameran Artefak Nabi Muhammad Saw yang digelar di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)

Puluhan artefak tersebut dikumpulkan dari berbagai tempat sejarah Islam, yakni Mesir, Kairo, Mekkah dan Madinah.

Baca juga: Melihat Kecanggihan Museum Baru Bertema Kehidupan Nabi Muhammad di Madinah

Pameran serupa sebelumnya juga pernah digelar di Brunei Darusalam dan baru kali pertama digelar di Jakarta dengan penerapan protokol kesehatan.

Tongkat Nabi Muhammad Saw yang dipamerkan di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)KOMPAS.COM/ IRA GITA Tongkat Nabi Muhammad Saw yang dipamerkan di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara, Jumat (23/4/2021)

Rencananya pameran ini akan kembali digelar di Padang dan Aceh setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Bagi pengunjung yang ingin berwisata religi di pameran ini hanya perlu memberikan infak sebesar Rp 50.000.

Pameran ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB, dengan jeda pada waktu berbuka puasa.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Seorang Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Harus Jalani Beberapa Operasi Lagi, Dirawat di Ruang Bedah

Megapolitan
Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Disdik DKI Kaget Dapat Kabar Ada 25 Klaster Covid-19 pada Sekolah Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Pria Diduga Penebar Ranjau Paku di Kawasan Gatot Subroto Ditangkap

Megapolitan
1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

1.226 PAUD dan TK di Kota Bekasi Gelar PTM Terbatas

Megapolitan
UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

UPDATE: 20 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 5 Pasien Wafat

Megapolitan
Ada 25 Klaster Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Ini Tanggapan Disdik DKI

Ada 25 Klaster Sekolah Tatap Muka di Jakarta, Ini Tanggapan Disdik DKI

Megapolitan
Saat Sekolah di Jakarta Disebut Jadi Tempat Penularan Covid-19, Ada 25 Klaster PTM

Saat Sekolah di Jakarta Disebut Jadi Tempat Penularan Covid-19, Ada 25 Klaster PTM

Megapolitan
Aksi Balap Liar Berujung Kecelakaan di Tangerang, Joki dan Penonton Tabrakan di Lintasan

Aksi Balap Liar Berujung Kecelakaan di Tangerang, Joki dan Penonton Tabrakan di Lintasan

Megapolitan
Saat Biarawan hingga Pengurus Gereja Lecehkan Anak-anak di Depok, Tindakan Dilakukan Bertahun-tahun

Saat Biarawan hingga Pengurus Gereja Lecehkan Anak-anak di Depok, Tindakan Dilakukan Bertahun-tahun

Megapolitan
Selama Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Kumpulkan Rp 6,1 M dari Denda Pelanggaran Prokes

Selama Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Kumpulkan Rp 6,1 M dari Denda Pelanggaran Prokes

Megapolitan
Buron 3,5 Tahun, Terpidana Korupsi Asal Maluku Ditangkap Kejaksaan di Depok

Buron 3,5 Tahun, Terpidana Korupsi Asal Maluku Ditangkap Kejaksaan di Depok

Megapolitan
Ada Vaksinasi Massal bagi Warga Depok di Terminal Jatijajar Jumat Ini, Simak Cara Daftarnya

Ada Vaksinasi Massal bagi Warga Depok di Terminal Jatijajar Jumat Ini, Simak Cara Daftarnya

Megapolitan
Kisah Sukartono, Menginspirasi Warga Sekitar untuk Bersinergi Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai

Kisah Sukartono, Menginspirasi Warga Sekitar untuk Bersinergi Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai

BrandzView
Soal 25 Klaster Covid-19 PTM, Kadinkes DKI: Perlu Pembuktian, Apakah Murni dari Sekolah?

Soal 25 Klaster Covid-19 PTM, Kadinkes DKI: Perlu Pembuktian, Apakah Murni dari Sekolah?

Megapolitan
 Sederet Fakta Laporan Luhut terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras, Berawal dari Tudingan 'Main' di Tambang Papua

Sederet Fakta Laporan Luhut terhadap Haris Azhar dan Fatia Kontras, Berawal dari Tudingan "Main" di Tambang Papua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.