Minta WN India yang Positif Covid-19 Dikarantina, Anggota DPRD DKI: Jika Tidak, Kita Akan Kebobolan

Kompas.com - 23/04/2021, 14:45 WIB
Anggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak di Rumah Pompa Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (13/1/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAnggota Fraksi PDI-P DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak di Rumah Pompa Teluk Gong, Jakarta Utara, Senin (13/1/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta pemerintah melakukan karantina selama 21 hari terhadap Warga Negara India yang sudah masuk ke Indonesia dan diketahui terpapar Covid-19.

Menurut Gilbert, apabila tidak dilakukan karantina selama 21, kemungkinan besar Indonesia akan kebobolan lagi dengan varian corona mematikan asal India.

"Di sini perlu tegas, sejumlah 132 orang yang sudah masuk harus dikarantina minimum 21, kalau tidak kita akan kebobolan lagi," ujar dia saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Klaim Kemenangan Anies soal Covid-19 dan Alarm Mayat Bergelimpangan di India

Gilbert yang juga merupakan epidemiolog tersebut meminta pemerintah mengambil kebijakan tegas. Setiap orang yang terbang dari India ke Indonesia harus dikarantina untuk mencegah penularan varian baru.

"Dilakukan tracing yang benar, digalakkan lagi 3M dengan pengawasan ketat," ucap dia.

Dia juga meminta pemerintah bisa tegas untuk melarang penerbangan dari dan menuju India.

Bahkan bila perlu, paspor India untuk sementara dihentikan agar varian Covid-19 asal India tidak masuk ke Indonesia.

"Indonesia harus tegas menutup penerbangan dari dan ke India, termasuk (untuk) paspor India sementara waktu," ucap dia.

Selain itu, dia juga meminta setiap stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta serius melakukan pengawasan.

Baca juga: Pemprov DKI Diminta Serius Terapkan Jam Malam di RT Zona Merah Covid-19

"Bandara harus serius dengan pengawasan dari karantina supervisi," kata dia.

Diketahui sebelumnya, Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Banget Saragih mengatakan sebanyak 132 Warga Negara Asing (WNA) asal India dilakukan karantina hingga hari ini, Jumat (23/4/2021).

WNA asal India sebelumnya sudah membawa surat negatif Covid-19, namun setelah diperiksa ulang ditemukan beberapa dinyatakan positif Covid-19.

"Walaupun mereka membawa hasil negatif dari luar negeri, kemarin kita melakukan swab PCR dari satu hotel, ada Hotel Ibis Thamrin 67 orang ditempatkan di sana, sembilan yang positif, dan ini sudah kita lakukan evakuasi dan diisolasi," kata Banget.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Megapolitan
UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

Megapolitan
Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

Megapolitan
Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Megapolitan
Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Megapolitan
Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Megapolitan
Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X