Polresta Bogor Koordinasi dengan Polda Jabar soal Titik-titik Penyekatan Saat Masa Larangan Mudik

Kompas.com - 23/04/2021, 20:03 WIB
Kakorlantas Irjen Istiono mensurvey lokasi penyekatan mudik di Lampung. (FOTO: Dok. Humas Polda Lampung). KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYAKakorlantas Irjen Istiono mensurvey lokasi penyekatan mudik di Lampung. (FOTO: Dok. Humas Polda Lampung).

BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor Kota tengah berkoordinasi dengan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk menentukan titik-titik penyekatan atau pos pemantauan untuk mengawasi pergerakan pemudik yang datang ke Kota Bogor.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, saat ini dia belum bisa memberikan gambaran jelas soal jumlah pos penyekatan yang disiapkan guna mengawasi mobilitas masyarakat atau pemudik yang bakal datang maupun yang akan keluar.

"Masih koordinasi dengan Polda Jabar, termasuk koordinasi juga dengan Polres Kabupaten Bogor," kata Susatyo saat dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Meski begitu, Susatyo memastikan, selama mudik Lebaran tahun ini, pihaknya akan memaksimalkan peran polisi RW dan Satgas Covid-19 tingkat RW di tiap-tiap wilayah.

Selain itu, sambung Susatyo, polisi RW juga bertugas memberikan edukasi protokol kesehatan dan imbauan larangan mudik terhadap warga untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Kami akan maksimalkan peran polisi RW dan Satgas Covid-19 RW selama mudik Lebaran ini," ujar Susatyo.

Baca juga: 454 WN India Masuk ke Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta pada 11-22 April 2021

Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan aturan pengetatan mobilitas pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) terkait larangan mudik guna menekan penyebaran virus SARS-CoV-2.

Pengetatan mobilitas tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Addendum itu mengatur pengetatan PPDN selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X