Kompas.com - 26/04/2021, 14:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans) DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kemungkinan penyebab peningkatan klaster perkantoran lantaran euforia vaksinasi Covid-19.

"Bisa jadi seperti itu (karena euforia vaksinasi)," ujar dia saat dihubungi melalui telepon, Senin (26/4/2021).

Dia sempat menyinggung salah satu bentuk euforia adalah kasus Rafi Ahmad yang setelah divaksin dan berharap untuk tetap mentaati protokol kesehatan, tapi justru malah lalai terhadap protokol kesehatan.

"Kemarin juga kan begitu yang lagi viral. Divaksin untuk memberikan sosialisasi prokes, tapi setelah divaksin justru nggak taat prokes kan begitu," kata dia.

Baca juga: Epidemiolog: Klaster Perkantoran di Jakarta Naik karena Kebijakan WFH Tak Diterapkan dengan Baik

Padahal vaksinasi Covid-19, ucap dia, bukan satu-satunya solusi pengendalian penularan Covid-19, melainkan salah satu cara untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Selain vaksinasi, protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak harus tetap diterapkan.

"Bahwa vaksin itu salah satu bukan satu-satunya, salah satu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid, tetapi, cara yang paling ampuh itu dia 3M," ujar Andri.

Disnaker, kata Andri, masih perlu melakukan survei dan penelitian lebih dalam untuk mengungkapkan penyebab klaster perkantoran meningkat.

"Mungkin yang pertama karena vaksin, seakan dia sudah kebal padahal dia tidak seperti itu. Kedua mungkin karena udah kelamaan bosen juga nih. Orang ketika masuk kantor cuci tangan itu sudah jarang, padahal kita tetap memberikan menyediakan itu," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui akun instagramnya @dkijakarta menyebut penularan Covid-19 meningkat di perkantoran yang karyawan atau pegawainya sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Klaster Perkantoran di Jakarta Meningkat, Epidemiolog Sarankan WFH Kembali Diterapkan

"Sebagian besar kasus konfirmasi Covid-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi Covid-19," tulis Pemprov DKI, Minggu.

Klaster perkantoran disebut mengalami peningkatan dalam seminggu terakhir.

Pemprov DKI mencatat pada 5-11 April 2021 terdapat 157 kasus positif Covid-19 di 78 perkantoran.

Sedangkan pada 12-18 April 2021, jumlah positif Covid-19 meningkat menjadi 425 kasus dari 177 perkantoran.

Sementara itu, kasus Covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah. Per tanggal 25 April 2021, jumlah kasus baru bertambah sebanyak 896.

Baca juga: Alarm Peningkatan Kasus Covid-19 dari Perkantoran Jakarta...

Dengan penambahan kasus tersebut, angka kumulatif kasus Covid-19 kini berada di angka 405.063.

Dari angka kumulatif tersebut, terdapat 391.301 orang dinyatakan sembuh, bertambah 967 orang dibandingkan hari kemarin.

Sedangkan pasien aktif bertambah berkurang 93 kasus, kini terdapat 7.117 pasien dalam perawatan atau isolasi.

Sedangkan korban meninggal dunia bertambah 22 orang, kini terhitung 6.645 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Diduga Kuat Akibat Bunuh Diri danTerencana, Haruskah Polisi Tutup Kasusnya?

Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres Diduga Kuat Akibat Bunuh Diri danTerencana, Haruskah Polisi Tutup Kasusnya?

Megapolitan
Munajat Akbar Reuni 212 di Masjid At-Tin Dijaga 640 Personel Gabungan

Munajat Akbar Reuni 212 di Masjid At-Tin Dijaga 640 Personel Gabungan

Megapolitan
Jakarta Tanpa Wali Kota

Jakarta Tanpa Wali Kota

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Ibu Rumah Tangga yang Bakar Diri di Tangerang | Pengendara Makin Berani Terobos Jalur Sepeda

[POPULER JABODETABEK] Sederet Fakta Ibu Rumah Tangga yang Bakar Diri di Tangerang | Pengendara Makin Berani Terobos Jalur Sepeda

Megapolitan
3 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Taman Cikande Tangerang

3 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Taman Cikande Tangerang

Megapolitan
Perjuangan Warga Gusuran JIS Hidup Murah di Kampung Susun Bayam, Akankah Dikabulkan Heru Budi?

Perjuangan Warga Gusuran JIS Hidup Murah di Kampung Susun Bayam, Akankah Dikabulkan Heru Budi?

Megapolitan
Fakta Bang Bangor: Calon Ketua LPM di Depok yang Terang-terangan Bagi-bagi Amplop

Fakta Bang Bangor: Calon Ketua LPM di Depok yang Terang-terangan Bagi-bagi Amplop

Megapolitan
Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar TMII Saat Reuni 212 di Masjid At-Tin

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar TMII Saat Reuni 212 di Masjid At-Tin

Megapolitan
Ada Harapan Ibu Negara di Balik Keanggunan Masjid Tempat 'Munajat Akbar' Reuni 212

Ada Harapan Ibu Negara di Balik Keanggunan Masjid Tempat "Munajat Akbar" Reuni 212

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Barat Bulan Desember 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Barat Bulan Desember 2022

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Desember 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Bulan Desember 2022

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Bulan Desember 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Timur Bulan Desember 2022

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Pusat Bulan Desember

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Pusat Bulan Desember

Megapolitan
Rute Transjakarta 1N Tanah Abang - Blok M

Rute Transjakarta 1N Tanah Abang - Blok M

Megapolitan
Rute Transjakarta 1P Senen - Blok M

Rute Transjakarta 1P Senen - Blok M

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.