Rangka Atap JIS Segera Dipasang, Jakpro Minta Warga Kampung Kebun Bayam Pindah

Kompas.com - 27/04/2021, 10:39 WIB
Suasana warga Kebun Bayam yang masih bertahan di sekitar Jakarta Internasional Stadium, Papanggo, Tanjun Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITASuasana warga Kebun Bayam yang masih bertahan di sekitar Jakarta Internasional Stadium, Papanggo, Tanjun Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan hunian warga Kampung Kebun Bayam dengan adanya pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS) masih belum selesai.

Manajer Komunikasi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Melisa Sjach mengatakan, pihaknya masih berusaha melakukan negosiasi dengan warga yang masih bertahan.

Bahkan, Jakpro melibatkan Wali Kota Jakarta Utara hingga pihak kelurahan dalam proses komunikasi tersebut.

"Sampai saat ini masih terus berjalan dan juga kami mengajak partisipasi aparat kewilayahan khususnya Wali Kota Jakarta Utara," kata Melisa saat ditemui di JIS, Senin (26/4/2021) malam.

Baca juga: Mafia di Bandara Soekarno-Hatta, Bayar Rp 6,5 Juta untuk Masuk Indonesia Tanpa Karantina

"Serta perangkat kerja di sekitar Kelurahan Papanggo dan Sunter Agung untuk bersama-sama menyukseskan perpindahan warga yang masih saat ini bertahan di Kampung Bayam," sambungnya.

Melisa menyebutkan, hingga saat ini masih ada 41 KK yang sudah menerima dana kompensasi tetapi masih belum pindah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, 33 KK belum menandatangani surat perjanjian.

"33 yang belum menandatangani perjanjian karena angkanya belum cocok. Total 74 KK," ucapnya.

Melisa menegaskan, pihaknya akan membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam perpindahan warga tersebut.

"Menyukseskan perpindahan di sini bukan berarti mengusir-usir mereka supaya pindah, tapi kami mengajak mereka, ayo kalau kamu harus pindah cepat, bahkan kami bisa bantu apa," ucap Melisa.

Baca juga: Polisi Beri Sepeda Motor kepada Pria yang Berkendara Sambil Duduk Bersila di Bintaro

"Misalnya, kalau nanti dari Kelurahan itu membantunya, kami bisa menyiapkan kendaraannya, truknya, dan segala macam. Sampai ke situ," tambahnya.

Selain itu, Melisa juga menambahhkan bahwa permukiman warga harus segera dikosongkan karena proses pengangkatan rangka atap yang beratnya kurang lebih mencapai 4.000 ton akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu berkaitan juga dengan keselamatan warga yang sampai saat ini masih bertahan.

"Ada tahapan kunci (key milestones) pada proses pembangunan yang harus kami kejar dalam waktu dekat ini, makanya kami berupaya dengan sungguh-sungguh," ujar Melisa.

"Besar harapan kami kepada warga untuk mau bekerja sama dengan kami dan kami akan maksimalkan mencari solusi terbaik bersama warga agar semua bisa berjalan simultan. Warga berkenan pindah, fokus pekerjaan proyek saat ini juga bisa terlaksana," tambahnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak 'Nyampah' di Kali

Antisipasi Musim Hujan, Pemkot Depok Fokus Pangkas Pohon Tinggi dan Minta Warga Tak "Nyampah" di Kali

Megapolitan
Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Depok Satu-satunya Wilayah Jabodetabek Tak Punya BPBD, padahal Rentan Bencana

Megapolitan
Atasi Banjir di Klender, Saluran Air Sepanjang 878 Meter Akan Dibangun di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Atasi Banjir di Klender, Saluran Air Sepanjang 878 Meter Akan Dibangun di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
Hari Ini, Polisi Periksa Ahli Pidana Jelang Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Hari Ini, Polisi Periksa Ahli Pidana Jelang Gelar Perkara Kasus Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Cegah Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

Megapolitan
Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Anies Minta Banjir di Jakarta Harus Surut dalam 6 Jam, Ini Penjelasan Wagub

Megapolitan
Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Anies Instruksikan Seluruh Wali Kota Antisipasi Banjir pada Musim Hujan

Megapolitan
Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka di Jakarta

Megapolitan
Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Tidak Semua Bansos Dihentikan di Jakarta, Ini Program yang Masih Berlanjut

Megapolitan
Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Sebanyak 7.560 Nakes di Tangsel Belum Dapat Vaksinasi Booster

Megapolitan
Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Sudin Pendidikan Jaksel Yakin Tak Ada Klaster Covid-19 PTM di Wilayahnya

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Jadwal dan Lokasi Mobil Vaksin Keliling di Jakarta pada Jumat, 24 September

Megapolitan
Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Akhir Pelarian Perampok yang Bacok Korbannya di Cipulir, Pelaku Terlilit Utang Judi Togel

Megapolitan
Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Fakta Penyegelan 6 TPS Liar di Kota Tangerang: Diadukan oleh Warga, Pengelola Pasrah

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

[POPULER JABODETABEK] 25 Klaster Covid-19 di Sekolah di Jakarta | Jam Operasional Kafe dan Restoran Terbaru

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.