Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak, Ini Syarat dan Tarif Tes GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok

Kompas.com - 27/04/2021, 17:25 WIB
Ira Gita Natalia Sembiring,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com- Pelabuhan Tanjung Priok telah membuka layanan tes GeNose bagi para calon penumpang yang hendak bepergian menggunakan jalur laut.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Muhammad Tohir mengatakan, uji coba telah berlangsung pada awal Maret lalu dan masih bergulir hingga saat ini.

"Pelaksanaannya kita mulai dari mulai 1 Maret kita gulirkan uji cobanya selama 7 hari dengan menyesuaikan jadwal ya," kata Tohir saat ditemui di kantornya, Selasa (27/4/2021).

Tohir menuturkan, pada Maret lalu tes GeNose di Pelabuhan Tanjung Priok tidak dikenakan biaya atau gratis.

Baca juga: Soal Antrean Penumpang Tes GeNose, Pihak Pelabuhan Tanjung Priok Sebut Balon Habis

Namun pada April penumpang dikenakan biaya Rp 35.000.

"Dilaksanakan berkala sesuai dengan jadwal kapal. Saat bulan Maret gratis kemudian setelah bulan April sudah bergulir penetapan SK, jadi tarif Rp35.000 per kantong per orang," lanjutnya.

Meski gratis pada awal dilakukan, Tohir menyebut justru peningkatan jumlah penumpang yang melakukan GeNose terjadi di bulan April.

Selain itu, Tohir menyebut para penumpang yang akan melakukan tes GeNose wajib membawa KTP sekaligus bukti pemesanan tiket.

Ia menegaskan bahwa hanya penumpang yang bisa melakukan Tes GeNose di pelabuhan.

Baca juga: Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

"Persyaratannya harus menggunakan KTP dan booking pemesanan tiket. Jadi waktu mau bayar (tiket), dia akan kasih hasil tes GeNose-nya," ucap Tohir.

Adapun layanan Tes GeNose dibuka lima jam dari jadwal keberangkatan kapal. Masa berlaku hasil tes GeNose, disebut Tohir adalah sebelum keberangkatan.

"Aturannya sebelum berangkat. Awalnya kan 3 x 24 jam, tapi sekarang ya tes sebelum berangkat," ujar Tohir.

Namun, bagi penumpang yang telah memiliki hasil rapid tes, tidak perlu lagi menggunakan tes GeNose.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Perundungan Pelajar SMP di Citayam, Pelaku Jambak dan Pukul Korban Pakai Tangan Kosong

Megapolitan
Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Kemenhub Sesalkan Kasus Dugaan KDRT yang Dilakukan Pegawainya

Megapolitan
Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak 'Ngopi' Bareng

Dijebak Bertemu Perundungnya, Siswi SMP di Bogor Awalnya Diajak "Ngopi" Bareng

Megapolitan
Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Tingkah Oknum Pejabat Kemenhub: Ucap Sumpah Sambil Injak Kitab Suci Usai Ketahuan Selingkuh, lalu Lakukan KDRT

Megapolitan
2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

2 Perundung Siswi SMP di Bogor Terancam Dikeluarkan dari Sekolah

Megapolitan
Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Polisi Bongkar “Home Industry” Narkoba di Bogor

Megapolitan
Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Polisi Amankan Dua Pelaku Perundungan Siswi SMP di Citayam

Megapolitan
Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Dirundung karena Rebutan Cowok, Siswi SMP di Bogor Dijebak untuk Bertemu

Megapolitan
Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Dewan Pertimbangan Jagokan Ahmed Zaki Jadi Bacagub Jakarta dari Golkar

Megapolitan
Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Aksi Pejabat Kemenhub Injak Kitab Suci demi Buktikan Tak Selingkuh, Berujung Terjerat Penistaan Agama

Megapolitan
Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Polisi Periksa Pelajar SMP yang Jadi Korban dan Pelaku Perundungan di Bogor

Megapolitan
Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Tangis Haru dan Sujud Syukur Casis Bintara yang Dibegal Usai Diterima Kapolri Jadi Polisi...

Megapolitan
Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Hadiah Sehabis Musibah bagi Satrio, Diterima Jadi Polisi meski Gagal Ujian akibat Dibegal

Megapolitan
Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Nasib Nahas Efendy yang Tewas di Kali Sodong, Diburu Mata Elang dan Dipukuli hingga Tak Berdaya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Sabtu 18 Mei 2024 dan Besok: Pagi ini Cerah Berawan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com