Kompas.com - 27/04/2021, 17:44 WIB
Umat Muslim melaksanakan ibadah Shalat Jumat pertama di Bulan Ramadhan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat Muslim melaksanakan ibadah Shalat Jumat pertama di Bulan Ramadhan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menyatakan, pihaknya menoleransi pedagang kaki lima yang marak berjualan di trotoar kawasan Pasar Tanah Abang jelang lebaran.

"Kalau di bahu jalan tidak boleh. Tapi kalau trotoar masih kita toleransi. Trotoar bisa dipakai, kita tolerir, asal garis kuning jangan dipakai karena itu untuk disabilitas," kata Irwandi, Selasa (27/4/2021).

Irwandi mengatakan, Satpol PP sebenarnya sudah diterjunkan untuk menertibkan para PKL musiman itu. Namun, jumlah PKL di Pasar Tanah Abang itu sangat banyak.

Baca juga: Satpol PP Dirikan 8 Posko di Pasar Tanah Abang Pantau Protokol Kesehatan

"Kita sudah atur, kita rapihin, Satpol juga turun, tapi memang keterbatasan tenaga Satpol PP juga ada," kata Irwandi.

Para PKL itu pun tak kapok untuk berjualan kembali keesokan harinya meski sudah dilakukan penertiban. Pemkot pun akhirnya menoleransi para PKL itu memakai trotoar selama masih memberikan ruang bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Selain itu, aturan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak juga harus diterapkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tanah Abang kan tiap tahun kalau mau Lebaran memang begitu. Tapi nanti juga habis Lebaran sudah kondusif lagi," ucap Irwandi.

Irwandi menambahkan, trotoar di wilayah lain di Jakpus juga ada yang dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima.

Baca juga: Densus 88 Polri Tangkap Mantan Petinggi FPI Munarman di Tangsel

Ia mencontohkan sentra nasi kapau di Jalan Kramat Raya, Senen.

"Yang penting kan diatur, jalur kuning ada. Itu win-win solution. Kalau secara aturan kan ya itu tetap melanggar, tapi kan ini untuk kepentingan masyarakat, mereka pedagang, mencari makan tapi mereka tidak boleh mengakusisi jalan," ucap Irwandi.

Seperti diberitakan Kompas TV, Satpol PP sudah beberapa kali menertibkan PKL di Pasar Tanah Abang itu. Misalnya pada Selasa (20/4/2021) pekan lalu, petugas Satpol PP berupaya menertibkan lapak PKL yang didirikan di atas trotoar.

Razia itu menyebabkan kepanikan. Secepat kilat, para pedangang kaki lima berusaha memindahkan barang dagangan mereka agar tidak diangkut petugas.

Salah seorang pedagang yang tak terima dirazia bahkan ngotot dan menantang petugas. Suasana yang sempat memanas akhirnya mereda setelah sejumlah pedagang lainnya melerai keributan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Rumah Dinas Lurah Batu Ampar Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Puntung Rokok

Megapolitan
Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Gara-gara Sopir Adukan Pungli di Tanjung Priok ke Jokowi, Truk Dilempar Batu

Megapolitan
Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Eks Dirut Garuda Ari Askhara Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Kejari Pikir-pikir Ajukan Banding

Megapolitan
Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Hari Ini, 116 Warga di Atas Usia 18 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 di Palmerah

Megapolitan
Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Video Viral Pungli Pakai Kantong Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok, Polisi Sebut Kejadian Lama

Megapolitan
Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Viral Video Kaca Truk Dirusak, Polisi Sebut Pelakunya Bukan Oknum Pungli

Megapolitan
Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta, Eks Dirut Garuda Ari Askhara Pikir-pikir untuk Banding

Megapolitan
Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Polda Metro Tegaskan Bakal Tindak Anggotanya jika Terlibat Pungli di Tanjung Priok

Megapolitan
RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

RSUD Kemayoran Hampir Penuh, Tersisa 2 Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Langgar Aturan PPKM, Bar di Kemang Ditutup Sementara

Megapolitan
Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Perwakilan Dinsos hingga Dukcapil Juga Ditempatkan di Posko PPDB Bekasi

Megapolitan
Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Cerita Orangtua Azmi Ramadan, Kondisi Anaknya Pernah Dimanfaatkan Penipu Bermodus Galang Dana

Megapolitan
Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Peredaran 1,1 Ton Sabu Jaringan Timur Terungkap karena Tulisan Mencurigakan pada Kemasan

Megapolitan
Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Kapolri: 1,1 Ton Sabu Milik Sindikat Timur Tengah Akan Diedarkan di Jakarta dan Jabar

Megapolitan
Kapolda Metro hingga Pangdam Jaya Kumpul di Balai Kota DKI Jakarta Malam Ini

Kapolda Metro hingga Pangdam Jaya Kumpul di Balai Kota DKI Jakarta Malam Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X