Kompas.com - 27/04/2021, 21:15 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada kenaikan tingkat kemacetan di Jakarta selama Ramadhan 2021.

Sementara volume kendaraan di Jakarta tetap.

Kemacetan selama bulan Ramadhan, kata dia, terjadi karena jam sibuk berangkat dan pulang kantor bergeser.

"April ini ada lonjakan kecil 1-2 persen. Tapi kepadatan (terjadi) di bulan Ramadhan, kenapa? Karena biasanya pagi hari orang berangkat jam 5-6, sekarang semua berangka jam 7," kata Syafrin saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/4/2021).

"Jadi semuanya numpuk di waktu yang hampir sama," tambah dia.

Baca juga: Cegah Warga Mudik, Dishub DKI: Kami Sekat Sampai ke Jalan Tikus

Begitu juga dengan jam pulang kantor. Syafrin mengatakan, banyak kantor menerapkan jam pulang pukul 15.00 WIB, untuk memberikan kesempatan karyawan buka puasa bersama di luar kantor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampaknya, arus lalu lintas menumpuk pada jam jelang buka puasa.

"Nah waktu-waktu inilah puncak arus yang sangat menimbulkan kepadatan," kata Syafrin.

Baca juga: Pemprov DKI Tetap Buka 2 Terminal Selama Periode Larangan Mudik

Meski mulai terjadi kemacetan, Syafrin mengatakan, Pemprov DKI enggan mengembalikan kebijakan ganjil-genap.

Karena saat ini, kata Syafrin, Pemprov DKI masih membatasi volume penumpang kendaraan umum untuk menghindari penularan Covid-19.

"Oleh sebab itu ganjil-genap belum dioperasikan, tapi kami terus lakukan pemantauan," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir 5 Jam, Kebakaran di Parakan Sawangan Mulai Terkendali

Hampir 5 Jam, Kebakaran di Parakan Sawangan Mulai Terkendali

Megapolitan
Polisi Masih Periksa Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro

Polisi Masih Periksa Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro

Megapolitan
Gudang EO di Sawangan Terbakar, Petugas Terkendala Akses Air

Gudang EO di Sawangan Terbakar, Petugas Terkendala Akses Air

Megapolitan
Pemerintah Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar di Depok hingga Akhir 2021

Pemerintah Ingin Percepat Vaksinasi Covid-19 bagi Pelajar di Depok hingga Akhir 2021

Megapolitan
Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Hari Terakhir PPKM Level 4, Petugas Jarang Temukan Pengendara Tanpa STRP di Pos Kalimalang

Megapolitan
1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

1.437 Tahanan di Lapas-Rutan Salemba Tak Bisa Divaksinasi Covid-19 karena Masalah NIK

Megapolitan
Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov DKI 2021

Megapolitan
Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Kekurangan Nakes, Vaksinasi Merdeka Batal Digelar di RW 001 Ciracas

Megapolitan
Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Anies: Jakarta Zona Aman Covid-19 jika Positivity Rate di Bawah 5 Persen

Megapolitan
Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Selama PPKM, Penumpang di Terminal Bus Kalideres Tak Sampai 50 Orang Per Hari

Megapolitan
Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Gudang PT ASA, Tempat Penimbunan Obat Terkait Covid-19, Kembali Beroperasi

Megapolitan
Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Kronologi Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Vaksinasi Akan Jadi Syarat Masuk Tempat Hiburan, Ini Tanggapan Ancol

Megapolitan
Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Warga JGC Cakung Gotong Royong Bantu Pasien Covid-19, Sediakan Logistik hingga Kendaraan Antar Jemput

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Dekat Kampus IPDN Cilandak Timur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X