Letkol Irfan Suri di Mata Rekan di AAL: Suka Bercanda dan Patriot yang Sangat Dibanggakan

Kompas.com - 28/04/2021, 12:49 WIB
Abang kandung Irfan Suri, Akhyar Tarfi (kiri) dan Letkol Muhammad Ridha (kanan) menunjukkan foto Letkol Irfan Suri, putra asli Aceh yang termasuk salah satu kru di kapal selam KRI Nanggala-402, di kediaman mereka di Banda Aceh, Sabtu (24/4/2021). DOK. Serambinews.com/SUBUR DANIAbang kandung Irfan Suri, Akhyar Tarfi (kiri) dan Letkol Muhammad Ridha (kanan) menunjukkan foto Letkol Irfan Suri, putra asli Aceh yang termasuk salah satu kru di kapal selam KRI Nanggala-402, di kediaman mereka di Banda Aceh, Sabtu (24/4/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Seorang periang dan suka bercanda. Demikian pendapat seorang teman dari Letkol Irfan Suri, salah satu korban dalam tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402.

Letkol Irfan merupakan salah satu dari 53 awak di KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan sekitar 97 kilometer di utara Pulau Bali.

Baca juga: Siapa Mafia di Bandara Soekarno-Hatta yang Dibayar Rp 6,5 Juta, Bukan Petugas tapi Punya Kartu Akses?

Salah seorang teman berinisial F mengatakan, Letkol Irfan dikenal sebagai orang yang rendah hati dan senang bercanda.

F sendiri mengenal Letkol Irfan semasa masih di Akademi Angkatan Laut (AAL).

“Dia seorang pribadi yang humble, suka bergaul dengan siapapun, periang dan suka bercanda. Apa-apa dibawa bercanda sama dia,” kata F di Perum Grand Harmoni BNR, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Selasa (27/4/2021), dikutip dari Wartakotalive.

Letkol Irfan, diterangkan F, sangat berdedikasi dalam pekerjaannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dari sisi pekerjaan dia sangat luar biasa, baik dedikasi, tanggung jawab maupun keberanian mengakui kesalahan,” ungkapnya.

F pun memuji rekannya itu sebagai sosok yang pemberani dan seorang patriot yang dibanggakan.

Baca juga: Disebut Terlibat Baiat ISIS, Munarman dan Kuasa Hukum Ungkap Alasan Hadir di Makassar

Karena itu, ia menilai bahwa teman-teman angkatan dan keluarga di TNI AL sangat kehilangan atas kepergian Letkol Irfan.

“Dia benar-benar patriot yang sangat dibanggakan, sangat pemberani,” ujar F lagi.

Sebagai teman seangkatan di ALL yang lulus pada 2002, F mengaku memiliki banyak kenangan indah dan lucu bersama Letkol Irfan.

Dia pun tak segan menyebut rekannya sebagai orang baik.

“Berdasarkan pengalaman hidup bersama, saya simpulkan dia orang baik,” ucap F.

Baca juga: Polisi Bantah Babi yang Ditemukan Warga di Depok Ukurannya Menyusut Seiring Waktu

Pengawas torpedo

F menjelaskan, Letkol Irfan bukan salah satu anak buah kapal (ABK) dalam latihan tempur bersama KRI Nanggala-402.

Letkol Irfan bertugas di Mabes AL sebagai pengawas penembakan torpedo.

“Dia bertugas di dinas senjata peperangan elektronik angkatan laut. Dia ditugaskan Mabes AL untuk supervisi penembakan torpedo,” terang F.

Torpedo, menurut F, adalah senjata strategis di AL. Oleh karena itu, saat penembakannya harus ada yang mengawasi.

“Untuk itulah dia on board di kapal selam Nanggala-420, tapi bukan ABK. Jadi melaksanakan tugas itu atas perintah Mabes AL,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapal Selam Nanggala hilang kontak saat sedang melaksanakan latihan penembakan Torpedo SUT kepala latihan di daerah latihan kapal selam TNI AL di laut Bali.

KRI Nanggala 402 izin menyelam ke Komandan gugus tugas penembakan (Danguspurla II) sesuai prosedur untuk selanjutnya kapal menyelam untuk melaksanakan penembakan, Rabu (21/4/2021) pukul 03.00 WIB.

Namun, saat hendak melepaskan tembakan, komunikasi dengan KRI Nanggala-402 terputus.

Setelah melakukan pencarian selama tiga hari, KRI Naggala-402 dinyatakan subsunk atau tenggelam pada Sabtu (24/4/2021).

Seluruh awak di kapal itu pun dinyatakan gugur dalam bertugas. (Hironimus Rama/Wartakotalive)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Letkol Irfan Suri Jadi Korban KRI Nanggala-402, Teman Angkatan Beri Kesaksian yang Menggetarkan Hati



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

RT di Cimanggis Disebut Ancam Warga yang Tolak Bansos Disunat, Lurah: Tidak Bisa Dibenarkan

Megapolitan
Disdik DKI: Peluang Sekolah Cepat Dibuka jika Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Disdik DKI: Peluang Sekolah Cepat Dibuka jika Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Polisi Sita 2 Ponsel yang Digunakan Rekam Aksi Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan

Polisi Sita 2 Ponsel yang Digunakan Rekam Aksi Dinar Candy Berbikini di Pinggir Jalan

Megapolitan
Cuma Satu Dokter yang Bertugas, Vaksinasi di SDN 25 Kramatjati Hanya Layani 100 Orang Per Hari

Cuma Satu Dokter yang Bertugas, Vaksinasi di SDN 25 Kramatjati Hanya Layani 100 Orang Per Hari

Megapolitan
Video Viral Toko Sembako di Jelambar Kemalingan, Korban Mengaku Rugi Rp 60 Juta

Video Viral Toko Sembako di Jelambar Kemalingan, Korban Mengaku Rugi Rp 60 Juta

Megapolitan
Adik Dinar Candy Diperiksa Polisi karena Rekam Aksi Kakaknya Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Adik Dinar Candy Diperiksa Polisi karena Rekam Aksi Kakaknya Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Megapolitan
Video Viral Adu Jotos Siswi SMP, Begini Kronologi Versi Polisi

Video Viral Adu Jotos Siswi SMP, Begini Kronologi Versi Polisi

Megapolitan
Cerita Dokter Internship Bergaji Rp 3 Juta Saat Pandemi: Beli APD Sendiri, Kerja Bisa 24 Jam

Cerita Dokter Internship Bergaji Rp 3 Juta Saat Pandemi: Beli APD Sendiri, Kerja Bisa 24 Jam

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 17 Agustus Semua Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Pemprov DKI Targetkan 17 Agustus Semua Anak Usia 12-17 Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Polisi Gelar Perkara buat Tentukan Status Hukum Dinar Candy karena Pakai Bikini di Jalan

Polisi Gelar Perkara buat Tentukan Status Hukum Dinar Candy karena Pakai Bikini di Jalan

Megapolitan
Cegah Banjir, Waduk dan Kolam Retensi Dibangun di TPU Rorotan

Cegah Banjir, Waduk dan Kolam Retensi Dibangun di TPU Rorotan

Megapolitan
Polisi Pastikan Video Viral Sejumlah Gadis Adu Jotos Bukan di Depok, tapi Bogor

Polisi Pastikan Video Viral Sejumlah Gadis Adu Jotos Bukan di Depok, tapi Bogor

Megapolitan
Tukang Fotokopi Mendadak Kebanjiran Order Cetak Sertifikat Vaksinasi Seukuran KTP

Tukang Fotokopi Mendadak Kebanjiran Order Cetak Sertifikat Vaksinasi Seukuran KTP

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Gelar Vaksinasi di Pasar, Target 300 Pedagang Sehari

Pemkot Bekasi Akan Gelar Vaksinasi di Pasar, Target 300 Pedagang Sehari

Megapolitan
Kekurangan Vaksinator di Desa-desa, Pemkab Bekasi Rekrut Relawan Nakes

Kekurangan Vaksinator di Desa-desa, Pemkab Bekasi Rekrut Relawan Nakes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X