Tolak Tempat Tinggalnya Dijadikan Lokasi Isolasi WNA, Penghuni Apartemen di PIK Unjuk Rasa

Kompas.com - 29/04/2021, 08:10 WIB
Sejumlah penghuni apartemen Gold Coast atau Oakwood di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, menggelar unjuk rasa menolak tempat tinggalnya dijadikan lokasi isolasi mandiri WNA terkait Covid-19, Rabu (28/4/2021). ISTIMEWASejumlah penghuni apartemen Gold Coast atau Oakwood di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, menggelar unjuk rasa menolak tempat tinggalnya dijadikan lokasi isolasi mandiri WNA terkait Covid-19, Rabu (28/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Unjuk rasa dilakukan oleh sejumlah penghuni Apartemen Gold Coast atau Oakwood di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (28/4/2021).

Mereka menolak tempat tinggalnya dijadikan lokasi isolasi mandiri warga negara asing (WNA) terkait Covid-19.

Baca juga: Kasus Mafia Bantu WN India Lolos Karantina, Pelaku Diduga Protokoler AP II hingga Celah di Bandara

Laporan Tribun Jakarta, para penghuni apartemen itu menggelar unjuk rasa di lobi 1 sambil membentangkan spanduk penolakan.

"Kami Pemilik Apartemen Gold Coast Menolak Kegiatan Karantina (Repatriasi) Yang Dilakukan Oakwood PIK di Tengah Kawasan Hunian Keluarga Mohon Perhatian Serius Pemerintah," demikian isi spanduk itu.

Para penghuni meminta pihak pengelola apartemen itu untuk menaati Peraturan Gubernur tentang pembinaan pengelolaan rumah susun milik (rusunami).

"Kami Para Pemilik Apartemen Gold Coast Meminta Pihak Pelaku Pembangunan dan Pihak Pengelola Serta Pihak Oakwood PIK Agar Mentaati Pergub 132/133 Tahun 2018/2019," isi spanduk lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Akal-akalan Mafia Karantina di Bandara Soekarno-Hatta, Buat Data Palsu demi Terima Rp 4 Juta

Selain itu, para penghuni juga mempertanyakan prosedur protokol kesehatan bagi WNA yang akan dikarantina mandiri itu kepada pengelola apartemen.

Mereka khawatir WNA yang menjalani isolasi mandiri akan berkeliaran di luar unit apartemen.

Adapun aksi unjuk rasa penghuni apartemen tersebut sempat mendapatkan pengamanan dari petugas setempat, Polri, hingga TNI.

Penjelasan pengelola

Sementara itu, General Manager Oakwood Apartment Jakarta Christian Jacob menjelaskan, Oakwood Apartment bukan tempat isolasi mandiri bagi para WNA.

Sejak tiga bulan lalu, apartemen tersebut hanya ditunjuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menjadi penampungan sementara WNA.

"Jadi kami tidak menerima tamu orang tanpa gejala (OTG) yang positif," kata Christian, kemarin, dikutip Tribun Jakarta.

Kemudian, pihak apartemen juga menerima tamu yang memesan secara langsung.

"Memang masanya adalah ditentukan oleh pihak PHRI, tapi untuk sekarang kan kebanyakan tamunya yang kami terima adalah direct booking melalui hotel," ucapnya.

Baca juga: Hati-hati Mafia, Ini Aturan Terbaru Karantina bagi WNI dan WNA yang Masuk ke Indonesia

WNA yang memesan apartemen diwajibkan menjalani masa karantina selama lima hari.

Christian mengatakan, pihak apartemen sudah menegaskan bahwa para WNA yang menjalani karantina sementara tidak boleh keluar kamar.

"Di dalam kamar pun kami juga memberikan surat teguran, memberitahu bahwa tidak boleh keluar kamar," ucap dia.

"Apabila dia keluar kamar, sanksinya adalah tidak akan keluar surat clearance letter yang dibutuhkan oleh tamu repatriasi," sambung Christian.

Baca juga: Mafia Karantina Sudah Dua Kali Loloskan Orang dari India di Bandara Soekarno Hatta

Meskipun demikian, Christian memastikan kini Oakwood Apartment tidak lagi melayani program itu.

"Kami ingin menjelaskan bahwa sekarang kami tidak lagi menerima tamu repatriasi, efektif per hari Senin (26/4/2021) kemarin," ucap Christian Jacob.

Jika ada beberapa WNA yang masih menghuni apartemen tersebut, kata Christian, mereka hanya menghabiskan masa karantina selama lima hari.

"Sekarang masih sisa masa tinggal yang harusnya karantina lima hari," ucap Christian.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "Penghuni Apartemen di PIK Unjuk Rasa Tolak Tempat Tinggalnya Jadi Lokasi Isolasi WNA" dan "Diprotes Penghuni, Apartemen Oakwood PIK Sudah Tak Layani Program Repatriasi WNA Sejak 26 April" . (Tribun Jakarta/Gerald Leonardo Agustino)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Aturan Ganjil Genap Selama PPKM Level 2 di Jakarta

Megapolitan
Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Digugat Rp 1 Triliun, PSI Sebut Punya Bukti Kuat sebagai Dasar Pecat Viani Limardi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Gugat PSI Rp 1 Triliun | Resepsi Pernikahan Boleh Digelar dengan Kapasitas 50 Persen

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

UPDATE 20 Oktober: Tambah 7 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 43 Pasien Dirawat

Megapolitan
Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Depok Izinkan Wahana Permainan Anak di Mal Buka, Orangtua Wajib Catat Alamat dan Nomor Telepon

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 20 Oktober 2021: Ada 39 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, PSI: Dia Makin Permalukan Dirinya Sendiri

Megapolitan
Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Kebakaran Landa Warung Makan di Makasar Jaktim, Pemilik Derita Luka Bakar di Tangan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

UPDATE 20 Oktober: Jakarta Catat Penambahan 103 Kasus Covid-19

Megapolitan
UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 20 Oktober: Tambah 4 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tujuan Jawa-Bali Masih Bisa Pakai Tes Antigen sebagai Syarat Terbang

Megapolitan
Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Kembali Dibuka, Tempat Bermain Anak TangCity Mal Mulai Dikunjungi

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.