Kejati Panggil Kadis SDA DKI Yusmada Faizal Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Berat Tahun 2015

Kompas.com - 30/04/2021, 23:05 WIB
Yusmada Faizal saat jadi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (6/3/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARYusmada Faizal saat jadi Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Balai Kota, Selasa (6/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Yusmada Faisal dipanggil oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus korupsi pengadaan alat berat Dinas Bina Marga DKI Jakarta tahun anggaran 2015.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Ashari Syam membenarkan surat pemanggilan dengan nomor SP.248/M.1.5/Fd.1/04/2021 tersebut sebagai pemanggilan kepada Yusmada Faisal.

"Betul, YF dimintai keterangan tahap penyelidikan saat itu menjabat kadis Bina Marga selaku pegawai aktif," ujar Ashari saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (30/4/2021).

Dalam surat tersebut, Yusmada diminta untuk hadir memberikan keterangan pada Rabu (21/4/2021) dan membawa dokumen terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan saat menjabat sebagai kepala Dinas Bina Marga 2015 lalu.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Tingkatkan Pengawasan di Tempat Karantina WNA

"Menghadap kasi penyidikan pada Bidang Tindak Pidana Khusus untuk dimintai keterangannya dan membawa dokumen-dokumen yang terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam Pengadaan Alat-alat Berat Penunjang Perbaikan Jalan pada UPT Alkal Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 berdasarkan surat perintah penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: PRINT-04/M.1/Fd.1/04/2021 tanggal 08 April 2021," tulis surat pemanggilan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama Yusmada Faisal santer terdengar beberapa minggu belakangan lantaran menjadi salah satu dari 13 pejabat DKI yang dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Selasa (23/2/2021).

Anies menunjuk Yusmada sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menggantikan Juaini Yusuf setelah banjir yang terjadi di Jakarta pertengahan Febuari 2021.

Yusmada bukan sosok baru di pemerintahan DKI, dia sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Bina Marga pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ahok sempat memuji kinerja Yusmada karena dinilai memiliki kinerja yang baik.

"Saya rasa ini (Dinas Bina Marga) yang paling baik, dari beberapa yang sudah disisir. Pak Yusmada mengerti apa yang saya mau, kami sering berkoordinasi dan terbukti dia bisa menerapkannya," kata Ahok pada November 2015.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Sebagian Lampu PJU di Kota Tangerang Mulai Dinyalakan

Megapolitan
Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Korban Pungli Bansos di Kota Tangerang Dapat Layangkan Pengaduan ke Nomor 08111500293

Megapolitan
Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Wagub DKI Minta Warga Berdiam di Rumah demi Cegah Penularan Virus Corona Varian Delta Plus

Megapolitan
Gudang Onderdil di  Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Gudang Onderdil di Sunter Terbakar, Api Berasal dari Obat Nyamuk yang Jatuh ke Kasur

Megapolitan
Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Kecamatan Cakung Kekurangan Nakes, Capaian Vaksinasi Baru 40 Persen

Megapolitan
Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Anies: Beras Bansos di Jakarta Berupa Beras Premium dari Gapoktan

Megapolitan
Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Mau Gelar Pernikahan, Keluarga dan Tamu Kini Wajib Sudah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Wagub DKI: Keterisian Tempat Tidur di Jakarta Sudah di Bawah 70 Persen, Ini Pertanda Baik

Megapolitan
Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Polisi Periksa CCTV pada Kasus Pencurian Uang 20 Juta di Sebuah Truk di Cengkareng

Megapolitan
Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Pemprov DKI Wajibkan Pekerja Sektor Esensial dan Kritikal yang WFO Sudah Divaksin

Megapolitan
Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Sekwan Pastikan Tak Ada Kegiatan Vaksinasi Dosis Ketiga di Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Pada 1-29 Juli, Imigrasi Soekarno-Hatta Tolak Masuk 63 WNA

Megapolitan
Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Jual Obat Terapi Covid-19 hingga 8 Kali Lipat Lebih Mahal, 4 Pegawai Apotek di Cikarang Ditangkap Polisi

Megapolitan
Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Satpol PP Gadungan Manfaatkan Operasi Yustisi Saat PPKM sebagai Kesempatan untuk Menipu

Megapolitan
Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Dokter Anak: Sembarangan Jadi Donor ASI Bisa Jadi Tanpa Sadar Tularkan Penyakit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X