Wali Kota Bekasi Sesalkan Peristiwa Jemaah Dilarang Pakai Masker di Masjid

Kompas.com - 03/05/2021, 18:47 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di perumahan Bumi Nasio Indah Jatiasih, Senin (22/2/2021). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWali Kota Bekasi Rahmat Effendi di perumahan Bumi Nasio Indah Jatiasih, Senin (22/2/2021).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyesalkan peristiwa jemaah dilarang mengenakan masker di Masjid Al Amanah, Tanah Apit, Medan Satria yang viral di media sosial.

Pria yang akrab dipanggil Pepen itu beranggapan, penerapan protokol kesehatan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

"Saya Wali Kota Bekasi menyesalkan kejadian di salah satu rumah ibadah, di Tanah Apit, Medan Satria. Saya akan ke sana menyampaikan bahwa seharusnya kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama dalam pengendalian Covid-19 ini," kata Pepen kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Pengurus Masjid di Bekasi yang Usir Warga karena Pakai Masker Sudah Pernah Ditegur Polisi 2 Kali

Pepen mengeklaim, sejak awal pandemi Covid-19 merebak, jajarannya "sudah punya standar pengendalian Covid-19, baik di kegiatan umum maupun juga di sarana-sarana rumah ibadah".

"Bahkan pada saat kita melaksanakan Idul Fitri 2020, kita minta di masjid itu ada panitia-panitia untuk supaya prepare terhadap protokol kesehatan Covid-19," jelas politikus Golkar tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pepen berharap, peristiwa serupa tak terjadi lagi di tempat-tempat lain.

Baca juga: Pengurus Masjid di Bekasi Usir Warga karena Pakai Masker, Polisi: Sudah Kami Tegur, Kejadian Lagi

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang pria diusir dari masjid karena mengenakan masker viral di media sosial.

Pria yang mengenakan masker, Roni Oktavianto, diusir oleh Ketua DKM sekaligus ustaz, Abdul Rahman.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Bekasi Sajekti Rubiyah menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/4/2021) lalu dan masalah itu sudah selesai.

"Berakhir damai sampai saling meminta maaf," kata Sajekti melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin pagi.

Menurut Sajekti, Kapolsek Medansatria Kompol Agus Rohmat dan jajaran, serta Camat Medan Satria Lia Erliani, langsung melakukan mediasi antara kedua pihak, setelah Roni membuat laporan di hari yang sama.

"Kesepakatan yang dicapai kedua belah pihak yakni sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara damai dan musyawarah," ujar Sajekti.

"Pihak DKM tidak akan melakukan pelarangan lagi dalam penggunaan masker di Masjid Al Amanah, dibuatkan surat kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak," sambungnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minta Uang ke Warga di Pos Penyekatan Kemayoran, Bocah 13 Tahun Ditangkap

Minta Uang ke Warga di Pos Penyekatan Kemayoran, Bocah 13 Tahun Ditangkap

Megapolitan
Lewat Sedekah Minyak Jelantah di RPTRA Jakut, Warga Ikut Sumbang Bansos untuk Warga Terdampak Pandemi

Lewat Sedekah Minyak Jelantah di RPTRA Jakut, Warga Ikut Sumbang Bansos untuk Warga Terdampak Pandemi

Megapolitan
Seluruh Atlet di Kota Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Seluruh Atlet di Kota Bekasi Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Megapolitan
BLT Subsidi Gaji di Jakarta Mulai Dicairkan, Ini Syarat Dapatkan Bantuan Rp 1 Juta

BLT Subsidi Gaji di Jakarta Mulai Dicairkan, Ini Syarat Dapatkan Bantuan Rp 1 Juta

Megapolitan
BPK Temukan Pemborosan Pengadaan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI Senilai Rp 1,1 Miliar

BPK Temukan Pemborosan Pengadaan Alat Rapid Test oleh Pemprov DKI Senilai Rp 1,1 Miliar

Megapolitan
Pria 83 Tahun di Depok 3 Bulan Luka Parah di Kaki, Obati Sendiri Pakai Parutan Singkong

Pria 83 Tahun di Depok 3 Bulan Luka Parah di Kaki, Obati Sendiri Pakai Parutan Singkong

Megapolitan
Polsek Sawah Besar Kerahkan 300 Relawan untuk Jemput Warga yang Belum Divaksin

Polsek Sawah Besar Kerahkan 300 Relawan untuk Jemput Warga yang Belum Divaksin

Megapolitan
Terancam 10 Tahun Penjara dalam Kasus Prostitusi Anak, Cynthiara Alona Tak Ajukan Eksepsi

Terancam 10 Tahun Penjara dalam Kasus Prostitusi Anak, Cynthiara Alona Tak Ajukan Eksepsi

Megapolitan
Air Kali Krukut Meluap, Sejumlah Titik di Cilandak Timur Terendam Banjir hingga 100 Cm

Air Kali Krukut Meluap, Sejumlah Titik di Cilandak Timur Terendam Banjir hingga 100 Cm

Megapolitan
Pria Mengamuk dan Rusak Barang Minimarket di Pamulang, Polisi: Pelaku ODGJ

Pria Mengamuk dan Rusak Barang Minimarket di Pamulang, Polisi: Pelaku ODGJ

Megapolitan
Temukan Indikasi Pungli Bansos di Kota Tangerang, Kejari Belum Tentukan Tersangka

Temukan Indikasi Pungli Bansos di Kota Tangerang, Kejari Belum Tentukan Tersangka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Pastikan Anggaran untuk Bayar Tunggakan Insentif Nakes Telah Siap

Pemkot Bekasi Pastikan Anggaran untuk Bayar Tunggakan Insentif Nakes Telah Siap

Megapolitan
PPKM, Stok Darah di Kota Bekasi Minim

PPKM, Stok Darah di Kota Bekasi Minim

Megapolitan
Pemkot Bekasi Targetkan 49.000 Pelaku Usaha dan UMKM Terima Vaksinasi Covid-19

Pemkot Bekasi Targetkan 49.000 Pelaku Usaha dan UMKM Terima Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
9 Agustus, Bansos Beras Disalurkan untuk Warga Jakarta Utara

9 Agustus, Bansos Beras Disalurkan untuk Warga Jakarta Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X