Kompas.com - 04/05/2021, 08:23 WIB
Sejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut, dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah warga memadati Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang untuk berbelanja pakaian di Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Anies mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut, dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.
Penulis Ihsanuddin
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Dari tahun ke tahun, Pasar Tanah Abang memang menjadi salah satu pasar yang paling diminati masyarakat untuk berbelanja persiapan Lebaran. Namun, hal itu kini menjadi masalah karena bisa menjadi sumber penularan Covid-19.

Pada akhir pekan kemarin, pengunjung Pasar Tanah Abang pun mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang pada Sabtu (1/5/2021) mencapai 85.000 orang. Sementara pada Minggu, jumlah pengunjung kembali bertambah hingga tembus 100.000 orang.

Pengunjung berdesakan mulai dari pintu masuk pasar sampai ke lorong-lorong toko.

Baca juga: Pasar Tanah Abang Akan Terus Dijaga Ketat Ratusan Aparat sampai H-1 Lebaran

Petugas TNI dan Polisi bersenjata laras panjang bersama jajaran Satpol PP pun sampai diterjunkan guna mengimbau pengunjung untuk segera pulang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengimbau warga untuk berbelanja kebutuhan hari raya Lebaran 2021 ke pusat perbelanjaan selain Tanah Abang. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang yang berpotensi menyebabkan kerumunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di Jakarta ada banyak pasar. Kami menganjurkan untuk mendatangi berbagai pasar di Jakarta, selain Pasar Tanah Abang," ujar Anies saat meninjau Pasar Tanah Abang, Minggu (2/5/2021).

Lalu, apa sebenarnya yang membuat warga lebih memilih belanja di Pasar Tanah Abang ketimbang pasar lainnya? Kenapa harus ke Pasar Tanah Abang?

Baca juga: Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Pasar Tanah Abang hingga Lebaran

Farizky (28) mengaku memilih pasar Tanah Abang sebagai tujuan berburu baju lebaran karena harganya yang relatif murah dibandingkan pasar lainnya. Pilihan modelnya pun cukup banyak dan beragam.

"Memang sudah tiap tahun kami kalau belanja baju lebaran ya ke Pasar Tanah Abang. Soalnya harganya murah modelnya juga banyak," kata dia saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Senin (3/5/2021) kemarin.

Farizky bahkan rela datang jauh dari Parung Panjang, Kabupaten Bogor, bersama kakaknya dan sepupunya. Mereka menumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line.

Farizky sudah mengetahui bahwa KRL tidak melayani turun dan naik penumpang di Stasiun Tanah Abang pukul 15.00-19.00 WIB. Oleh karena itu, ia sengaja mempercepat waktu keberangkatannya.

"Tadi berangkat pagi-pagi jam 8 biar siang sudah selesai," kata warga dia.

Farizky pun mengaku tidak terlalu khawatir akan tertular Covid-19. Asalkan memakai masker dengan benar, maka ia yakin tidak akan terpapar virus Sars-Cov-2. Apalagi, situasi pasar hari itu juga tidak terlalu ramai.

Baca juga: Sehari Setelah Razia, Situasi Pasar Tanah Abang Cukup Lengang, Pengunjung Tak Berdesakan

"Tidak sampai berdesak-desakan juga kok," kata dia.

Pengunjung Pasar Tanah Abang lainnya, Dewi (28), mengaku ia berbelanja ke Pasar Tanah Abang karena sudah tradisi.

"Setiap tahun memang belanjanya ke Pasar Tanah Abang. Jadi enggak lengkap saja kalau enggak ke sini," kata Dewi saat ditemui di Blok B Pasar Tanah Abang, kemarin.

Dewi yang datang bersama ibunya mengaku masih khawatir berbelanja di Pasar Tanah Abang di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, ia sengaja belanja ke Pasar Tanah Abang di hari kerja untuk menghindari kepadatan pengunjung.

"Kalau hari Sabtu Minggu saya juga sudah prediksi pasti ramai. Makanya saya sekarang belanjanya," kata dia.

Asal pengunjung tidak terlalu padat dan tertib menggunakan masker, maka ia meyakini penularan Covid-19 bisa dicegah.

Baca juga: Sejarah Tanah Abang: Terkena Malapetaka Berkali-kali, tapi Tetap Berdiri Tegak

Sementara itu, Nanik (40), berbelanja pakaian di Pasar Tanah Abang secara grosir untuk nantinya dijual kembali di lapak pasarnya di Rangkasbitung, Banten. Ditemani anak laki-lakinya, Nanik memborong sejumlah pakaian muslim hingga kaos.

Nanik mengaku memilih pasar Tanah Abang karena harganya yang murah jika beli secara grosir. Ia pun bisa meraih keuntungan berlipat.

"Nanti kalau pas saya jual lagi bisa naikin dua kali lipat," katanya.

Selain itu, Nanik juga senang berbelanja ke Pasar Tanah Abang karena bisa naik KRL dengan tarif yang murah. Ia hanya perlu merogoh kocek Rp 16.000 untuk sekali perjalanan pulang pergi.

Oleh karena itu, Nanik menyayangkan KRL tak lagi berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 WIB. Nanik pun terpaksa mempersingkat waktu belanjanya.

"Tadi habis selesai belanja langsung buru-buru supaya masih dapat kereta sebelum jam 15.00," ucap Nanik.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.