Dua Pekan ke Depan, Epidemiolog Prediksi Ada Kenaikan Kasus Covid-19 akibat Kerumunan di Tanah Abang

Kompas.com - 04/05/2021, 11:50 WIB
Situasi di Sky Bridge Pasar Tanah Abang, Senin (3/5/2021). KOMPAS.com/IhsanuddinSituasi di Sky Bridge Pasar Tanah Abang, Senin (3/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Epidemiologi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Bayu Satria mengatakan, kepadatan pengunjung di Pasar Tangah Abang, Jakarta akhir pekan kemarin menjadi perhatian sejumlah praktisi kesehatan.

Menurut Bayu, kepadatan pengunjung yang jauh dari penerapan protokol kesehatan (prokes) itu berpotensi menjadi sumber penularan kasus Covid-19 yang tinggi.

"Dari pandangan kami epidemiolog, kasus kerumunan di (Pasar) Tanah Abang berpotensi penyebaran COVID-19 yang tinggi. Apalagi warga Indonesia cenderung memaksakan diri pergi, misal sedang sedikit tidak enak badan," kata Bayu saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Imbas Stasiun Tanah Abang Ditutup, Penumpang KRL di Stasiun Karet Melonjak 73 Persen

Bayu mengatakan, penularan Covid-19 bisa terjadi bukan saja dari kerumunan antar sesama pengunjung tanpa adanya protokol kesehatan, melainkan adanya transaksi di dalam ruangan.

"Dengan orang sebanyak itu tentu saja tidak mungkin mengawasi ketat pemakaian maskernya. Ditunjang dengan banyak transaksi di dalam ruangan," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bayu, penularan Covid-19 akan terlihat setelah satu atau dua pekan setelah kerumunan di Pasar Tanah Abang itu terjadi.

Namun, kata Bayu, peningkatan Covid-19 bisa juga tidak terlihat karena proporsi masyarakat yang datang ke Pasar Tanah Abang sangat kecil jika dibandingkan seluruh penduduk DKI Jakarta.

"Harapannya dengan pemprov DKI, tetap bagus kapasitas surveilansnya maka kemungkinannya masih ada untuk bisa mengatasi secara dini kasus kasus yang terjadi di Pasar Tanah Abang," kata Bayu.

Baca juga: Dievaluasi, Stasiun Tanah Abang Masih Ditutup Pukul 15.00-19.00, tetapi Penumpang Boleh Transit

"Bisa juga dengan mengeluarkan himbauan kepada masyarakat bahwa siapa saja yg habis dari tanah abang dan merasa tidak fit atau menunjukkan gejala sebaiknya segera memeriksakan diri," sambung Bayu.

Bayu mengharapkan, tidak ada lagi kasus kerumunan yang terjadi di pusat perbelanjaan atau tempat-tempat lain di Jakarta.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Fakta Rizieq Shihab Tanggapi Replik Jaksa: Tidak Berkualitas hingga Merasa Belum Pantas Disebut Imam Besar

Megapolitan
Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Fakta Pandemi Covid-19 Jakarta Memburuk: Tembus 4.000 Kasus Baru, Varian Baru Mengganas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Pemkot Tangerang Perpanjang PPKM Mikro, Simak Pengaturannya

Megapolitan
Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Cerita Pedagang Sepeda Saat Tren Gowes Menurun: Dulu Ludes, Kini Rugi Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

PPDB SD Jalur Zonasi di Kota Tangerang Masih Dibuka

Megapolitan
UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 230 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 1.267 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Kilas Balik Peresmian MRT Jakarta yang Disambut Sorak-sorai Warga...

Megapolitan
UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 56 Kasus di Kota Tangerang, 471 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

[POPULER JABODETABEK] Daftar Hotel dan Tempat Isolasi Mandiri di DKI | Kasus Covid-19 Meledak

Megapolitan
4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

4 Fakta Sindikat Preman di Tanjung Priok, Berkedok Jasa Pengamanan hingga Raup Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Tren Kasus Positif Covid-19 pada Anak-anak Meningkat, Balita Ikut Jadi Korban

Megapolitan
UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 394 Kasus Covid-19 di Depok, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Jumat: Wilayah Jabodetabek Hujan

Megapolitan
Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Jebol Indomaret Bantargebang, Pelaku Rusak CCTV Sebelum Bobol ATM

Megapolitan
Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Daftar 23 Rumah Sakit di Depok yang Gelar Vaksinasi Covid-19 Pralansia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X