Kompas.com - 04/05/2021, 22:42 WIB

Pemudik yang sudah memenuhi Terminal Poris Plawad Kota Tangerang menjelang larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021, Selasa (4/5/2021). 
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA Pemudik yang sudah memenuhi Terminal Poris Plawad Kota Tangerang menjelang larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021, Selasa (4/5/2021).
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Penumpang di Terminal Poris Plawad, Cipondoh, Kota Tangerang, mengalami lonjakan pada Selasa (4/5/2021), tepat dua hari sebelum larangan mudik Lebaran 2021 yang diterapkan pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Terminal Poris Plawad Alwien Athena Alwie menyebut, ada sekitar 1.312 orang yang berangkat mudik hari ini.

"Tanggal 2-3 Mei (2021) kemarin, totalnya ada sekitar 2.020 orang yang berangkat," papar Alwien melalalui sambungan telepon, Selasa malam.

Baca juga: Puncak Jumlah Penumpang Mudik dari Terminal Pulo Gebang Diprediksi Hari Ini

Alwien berujar, jumlah orang yang mudik hari ini jauh melampaui penumpang bus yang berangkat sebelum tanggal 2 Mei 2021.

Sebelum tanggal 2 Mei 2021, rata-rata ada 400-600 penumpang bus yang berangkat.

"Jumlah itu mengalami lonjakan yang signifikan dibanding hari biasanya, biasanya ada 400-600 pemudik per hari," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Alwien, keberangkatan penumpang mulai 2-4 Mei, didominasi oleh pemudik yang menuju Madura, Jawa Timur.

Baca juga: Polisi Kembali Tindak 22 Travel Gelap yang Bawa Pemudik

Selain pemudik ke Madura, lanjut dia, banyak juga yang menuju Provinsi Jawa Tengah.

"Yang ke Madura banyak, kira-kira ada 170-200 pemudik tiap harinya," ungkap Alwien.

"Kalau besok, pas sebelumnya larangan mudik, saya belum bisa ngira-ngira yang bakal berangkat berapa," sambung dia.

Alwien menduga, seribuan penumpang yang berangkat hari ini merupakan pedagang yang memang menghindari penerapan larangan mudik Lebaran 2021.

Dia menegaskan, pihaknya selalu mengimbau para penumpang perihal protokol kesehatan selama di bus.

"Selalu (memberikan imbauan) kalau itu kan. Kami imbau soal prokes sama diimbau tes antigen dulu sebelum berangkat," tegasnya.



Video Rekomendasi

25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X