Kompas.com - 07/05/2021, 06:18 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat meninjau situasi di kawasan Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Pemkot Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung pasar jelang Lebaran. KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat meninjau situasi di kawasan Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Pemkot Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung pasar jelang Lebaran.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperketat pengawasan terhadap para pemudik atau pendatang yang masuk ke Kota Bogor selama larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, Pemkot Bogor mensyaratkan tes rapid antigen bagi para pemudik seandainya lolos masuk ke Kota Bogor.

Bima menuturkan, tes rapid antigen tersebut akan difasilitasi oleh Pemkot Bogor sehingga tidak ada biaya alias gratis.

Ia menyebut, jika hasil tes rapid antigen menunjukkan positif, maka yang bersangkutan akan langsung dibawa ke pusat isolasi di gedung Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ciawi, Bogor.

Baca juga: Hari Pertama Larangan Mudik, Ratusan Kendaraan yang Masuk Kota Bogor Diputar Balik

“Tes swab antigen ini gratis difasilitasi Pemkot Bogor. Kalau positif, maka akan dibawa ke pusat isolasi di BPKP Ciawi. Kalau negatif kami minta karantina mandiri,” kata Bima, Kamis (6/5/2021).

Bima menambahkan, tes antigen tersebut berlaku bagi semua pendatang dari luar Kota Bogor. Selain itu, Satgas Covid-19 juga fokus pada pengetatan di pasar dan mal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dirinya menegaskan tes rapid antigen menjadi senjata dalam menghalau atau mendeteksi para pemudik yang datang.

Baca juga: Mudik Resmi Dilarang, Ingat Ada 31 Lokasi Check Point dan Pos Penyekatan di Jabodetabek!

“Bagi warga Kota Bogor yang terpaksa harus bepergian, bisa datang ke kelurahan untuk meminta surat keterangan. Tapi harus dengan alasan tertentu, semisal sakit, duka cita, dan tugas," sebut Bima.

Dia juga menyatakan seluruh aparatur wilayah di Kota Bogor sudah siaga mengantisipasi kedatangan orang dari luar Bogor. Mereka akan melapor jika ada warga yang masuk wilayahnya.

"Pengawasan terhadap pemudik di Kota Bogor itu sangat ketat. Karena hingga tingkat RT dan RW kami siagakan untuk mengawasi warganya," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 178 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 865 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 178 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 865 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Para Sopir Mengaku Tak Ada Lagi Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi Antre Lama Bongkar Muat

Para Sopir Mengaku Tak Ada Lagi Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi Antre Lama Bongkar Muat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anji Ditangkap Polisi Terkait Narkoba | Lonjakan Kasus Covid-19 Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Anji Ditangkap Polisi Terkait Narkoba | Lonjakan Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 633 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 6 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 633 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
UPDATE: 350 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Tertinggi dalam 3 Bulan

UPDATE: 350 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Tertinggi dalam 3 Bulan

Megapolitan
PPDB Jenjang SD Kota Tangerang Dibuka, Simak Tata Cara hingga Syarat Lengkapnya

PPDB Jenjang SD Kota Tangerang Dibuka, Simak Tata Cara hingga Syarat Lengkapnya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jabodetabek Mulai Hujan Nanti Malam

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jabodetabek Mulai Hujan Nanti Malam

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 Juga Terjadi di Depok, Jumlah Pasien Bertambah Cepat

Lonjakan Kasus Covid-19 Juga Terjadi di Depok, Jumlah Pasien Bertambah Cepat

Megapolitan
Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Tambah Fasilitas Isolasi Terkendali

Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Tambah Fasilitas Isolasi Terkendali

Megapolitan
PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka, Berikut Jadwal Lengkap dan Syarat Umum

PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka, Berikut Jadwal Lengkap dan Syarat Umum

Megapolitan
Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jakarta, Anies: Kita Hadapi Gelombang Baru

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X