Patuhi Aturan, Kios Blok B Pasar Tanah Abang Tutup Pukul 16.00 WIB

Kompas.com - 07/05/2021, 18:18 WIB
Operasional Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat terpantau sudah tutup pada Jumat (7/5/2021) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOOperasional Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat terpantau sudah tutup pada Jumat (7/5/2021) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Operasional Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, terpantau sudah tutup pada Jumat (7/5/2021) sore.

Pedagang di Lantai 1 Blok B Pasar Tanah Abang tampak mematuhi aturan dari PD Pasar Jaya.

Pantauan Kompas.com, para pedagang mulai menutup kios-kios sebelum pukul 16.00 WIB.

Mayoritas pedagang di lantai 1 Blok B Pasar Tanah Abang sudah menutup kios pukul 16.10 WIB.

Lampu lorong lantai 1 Blok B Pasar Tanah Abang terlihat sudah gelap. Ada beberapa kios yang masih dalam proses penutupan.

Baca juga: Pengunjung Dibatasi, Pedagang Pasar Tanah Abang Mengaku Alami Penurunan Omzet

Para pedagang terlihat berangsur-angsur meninggalkan area lantai 1 Blok B Pasar Tanah Abang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sekarang kita tutupnya pukul 16.00 WIB,” kata seorang pedagang di lantai 1 Blok B Pasar Tanah Abang.

Sementara itu, lantai-lantai lain di Blok B Pasar Tanah Abang terlihat juga sudah gelap. Kios-kios juga terlihat tutup.

Sebelumnya, upaya pengawasan protokol kesehatan di kawasan Pasar Tanah Abang dan sekitarnya masih digencarkan setelah kerumunan hebat pada akhir pekan lalu, viral di media sosial.

Perumda Pasar Jaya mengklaim menyiapkan posko di sejumlah titik di kawasan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara itu sejak Senin (3/5/2021).

Sebagian petugas juga dikerahkan untuk memantau dan mengawasi penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Tak Sampai 5 Menit Posko Satpol PP Dibongkar, Pedagang Langsung Gelar Dagangan di Tanah Abang

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengungkapkan bahwa sejak dibukanya Pasar Tanah Abang kemarin pagi, petugas mengatur pembatasan pengunjung hingga maksimal 50 persen dari kapasitas pasar.

Alur masuk-keluar pasar juga diatur supaya mengurai penumpukan di dalam pasar.

"Upaya mengurai kepadatan pengunjung ini agar tidak ada penumpukan pembeli di satu lokasi saja," kata Arief melalui keterangan resmi Perumda Pasar Jaya, Selasa (4/5/2021).

"Petugas mengingatkan jika satu lokasi penuh, agar masyarakat tidak berkerumun dan mencari lokasi lainnya mengingat cukup banyak toko menjual produk serupa di kawasan Pasar Tanah Abang," tambahnya.

Seluruh pengunjung diminta untuk mencuci tangan menggunakan sabun, dicek suhu badannya, dan harus selalu mengenakan masker.

Baca juga: Protokol Kesehatan Masih Diabaikan di Pasar Tanah Abang

Sebagian petugas lainnya baik yang ada di posko dan di dalam pasar juga menggunakan toa melakukan himbauan agar masyarakat memahami betul pelaksanaan protokol kesehatan.

Selain itu, sejak kemarin petang, dilakukan penutupan kios lebih dini di Pasar Tanah Abang.

"Toko yang berada di lantai ganjil diminta tutup jam 16.00 sore dan yang berada di lantai genap tutup jam 17.00. Hal ini untuk mencegah penumpukan keluar pengunjung secara bersamaan," jelas Arief.

Arief mengklaim, teknis pengaturan ini dilakukan bukan hanya di Pasar Tanah Abang, melainkan juga di semua pasar yang dinaungi Perumda Pasar Jaya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Depok Punya Mobil Tes Swab Covid-19, Idris Targetkan 20.000 Pemeriksaan per Bulan

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini 4.534 Orang

Megapolitan
Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Tren Covid-19 di Jakarta Jelang Berakhirnya PPKM Level 4: Kasus Harian Melandai, Testing Menurun, hingga Rekor Angka Kematian

Megapolitan
Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

Sopir Ojol di Jakbar Sepakat Tak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Ketika Sindikat Tes PCR Palsu Beroperasi di Bandara Halim, 8 dari 11 Surat Lolos Pemeriksaan

Megapolitan
Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Viral Video Bendera Putih di Pasar Tanah Abang, Satpol PP: Kami Sisir Sudah Kosong

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok dengan Warga di Cengkareng, Pelaku Minta Maaf

Megapolitan
Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game' Ditangkap Polisi

Enam Pengemudi Ojol yang Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game" Ditangkap Polisi

Megapolitan
Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Hubungi Call Center Ini jika Temukan Calo Kremasi

Megapolitan
6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game'

6 Orang Ditangkap karena Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game"

Megapolitan
Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Sulit Dapat Vaksin Dosis Kedua? Bisa Daftar lewat JAKI

Megapolitan
Diduga Hendak Ikut Aksi 'Jokowi End Game', Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Diduga Hendak Ikut Aksi "Jokowi End Game", Sejumlah Warga Diamankan Polisi

Megapolitan
Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Dua Peristiwa Pesawat Terbang Rendah dan Sebabkan Suara Bising di Langit Tangerang

Megapolitan
77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

77 Perusahaan di Jakarta Ditutup karena Langgar Aturan PPKM Darurat

Megapolitan
Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Jokowi Kesulitan Cari Obat Covid-19, Bima Arya: Dinkes Mau Beli Barangnya Enggak Ada

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X