700 Personel Gabungan Diterjunkan Cegah Konvoi Takbir Keliling di Kota Depok

Kompas.com - 12/05/2021, 19:56 WIB
Kombes Imran Edwin Siregar (depan) resmi menjabat Kapolres Metro Depok yang baru, menggantikan Kombes Azis Andriansyah (belakang) yang menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan. Dok. Polres Metro DepokKombes Imran Edwin Siregar (depan) resmi menjabat Kapolres Metro Depok yang baru, menggantikan Kombes Azis Andriansyah (belakang) yang menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan.

DEPOK, KOMPAS.com - Sebanyak 700 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dikerahkan guna mencegah konvoi takbir keliling dan tawuran di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (12/5/2021).

"Sesuai dengan aturan pemerintah, kita melarang untuk kegiatan takbir keliling," ungkap Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin kepada wartawan, Rabu.

Baca juga: Kapolda Maluku Imbau Warga Muslim Tak Konvoi di Jalan Saat Malam Takbiran

Pihaknya akan memberikan pendekatan secara persuasif jika ditemukan adanya warga yang menggelar konvoi saat malam Idul Fitri.

"Kalau kita temukan takbir keliling, kita ingatkan, kita imbau supaya mereka tidak melaksanakan konvoi," jelasnya.

Di samping mengawasi potensi adanya konvoi pada malam takbiran, petugas juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran antarpemuda yang kerap terjadi di Kota Depok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Masjid Kubah Emas Depok Siap Gelar Shalat Id Besok Pagi, Gerbang Ditutup jika Kapasitas Sudah 50 Persen

Imran menyebutkan, potensi tawuran antarpemuda hampir tersebar di sejumlah titik di Kota Depok.

"Saya yakin kalau memang patroli rutin kita laksanakan, mereka juga mikir lah untuk melakukan tawuran. Beberapa kali kita temukan, begitu ketemu pasukan, ya kabur," ungkapnya.

"Maka sebelum terjadi kita antisipasi, kita datangi mereka dulu, kita patroli dulu. Kan ada jam-jam rawannya, sebelum jam rawan itu tiba ya kita masuk dulu," pungkas Imran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Langgar Aturan PPKM, Holywings Tebet Didenda Rp 50 Juta dan Ditutup Sepekan

Megapolitan
Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Murid SD Usia 12 Tahun ke Atas di Kota Tangerang Mulai Divaksinasi Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya

Megapolitan
Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Polisi Ringkus Komplotan Bajing Loncat yang Beraksi di Kawasan Rawan di Cakung

Megapolitan
Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Sedang Dipanaskan, Mobil Sedan Terbakar di Perumahan Sunter Garden

Megapolitan
Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Sidang Perdana Kasus Unlawfull Killing, Dakwaan untuk Dua Terdakwa Dibacakan

Megapolitan
6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

6 Duta Besar dari Uni Eropa Tanam Pohon di Taman Wisata Mangrove Angke

Megapolitan
Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Bakal Ikuti PTM Terbatas, Murid SD Berusia 12 Tahun di Kota Tangerang Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Polisi Kejar 4 Pengeroyok yang Sebabkan Seorang Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang

Megapolitan
Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Pria Tewas di Lokalisasi Gunung Antang, Polisi: Habis Main Tak Mau Bayar lalu Dikeroyok

Megapolitan
Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Mengenal Mustafa Kemal Ataturk, Namanya Akan Digunakan di Jalan Jakarta tapi Diprotes MUI dan PKS

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari di Kemayoran

Megapolitan
Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Kontroversi Penggunaan Nama Mustafa Kemal Ataturk di Jalan Jakarta, Disebut Diktator

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Capai 50,2 Persen dari Target

Megapolitan
75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

75 Polisi Disiagakan untuk Tilang Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta

Megapolitan
Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep 'Squid Game', Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Strawberry Cafe di Duri Kepa Gunakan Konsep "Squid Game", Pengunjung Meningkat 4 Kali Lipat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.