Ramainya Peziarah Kubur Saat Lebaran di Bekasi, Warga Mengaku Tak Bisa Begitu Saja Hentikan Tradisi

Kompas.com - 13/05/2021, 14:59 WIB

"Banyaknya peziarah juga memang karena antusiasme habis Ramadhan. Itu biasa. Apalagi sekarang memang dengan adanya Covid-19 ini, banyak yang tidak pulang kampung," tutur Sukron.

"Tujuan kita berlebaran kan berjumpa orangtua"

Siang ini, Bandi yang mengenakan ikat kepala hijau, baju koko putih, dan bawahan sarung berwarna ungu, datang berziarah bersama anak dan istri. Ada pula kakak ipar dan mertua yang datang bersamanya.

Bandi datang melihat makam orangtuanya di lokasi itu. Saat ditanya pendapatnya mengenai larangan ziarah kubur oleh pemerintah, Bandi menutup mata sambil menggeleng pelan.

"Tidak, dengan berziarah, kita mendekatkan. Gua bakalan seperti ini lho. Kurang baguslah kalau katanya ziarah dilarang," jawab Bandi.

"Mohon maaf. Kita di masa pandemi begini kan tetap menerapkan protokol kesehatan, kita bermasker, itu perlu. Jangan dah, jangan sampai ada, bahasa pribadi saya, (ziarah kubur) dilarang," imbuhnya.

Setelah usai ziarah kubur, Bandi mengaku tak berencana untuk kumpul-kumpul keluarga besar, meskipun keluarga besar tinggal pula di kawasan Jatimulya. Kebiasaan itu, akunya, sudah dilakukan setiap kali Lebaran tiba. Tak seperti kebanyakan orang, agenda kumpul-kumpul sanak famili tak pernah jadi prioritas Bandi dan keluarga.

"Tujuannya kita Lebaran kan (berjumpa) sama orangtua doang," ucapnya.

"Ibaratnya, saya kunjungi makam cuma setahun sekali. Saya kan juga kangen sama ibu saya, mau minta maaf meski sudah enggak ada. Tujuannya Lebaran kan minta maaf ke orang tua," ujar Bandi.

Bandi menuturkan sejumlah nilai yang ia yakini seputar hidup, mati, dan pentingnya keluarga menziarahi makam anggota keluarga lain yang telah berpulang. Baginya, rutinitas harian tak ubahnya tugas.

Tugas itu jangan sampai mengaburkan hal-hal lain yang lebih penting soal kehidupan, termasuk salah satunya, menghormati jasa orangtua, berterima kasih atas segala yang sudah diberikan.

Rasa syukur dan sayang itu memang dapat dipanjatkan setiap hari, terlepas dari ruang dan waktu. Namun mengunjungi makam orangtua secara fisik di hari raya yang dulu pernah dirayakan bersama-sama, jelas membangkitkan suasana yang berbeda di dalam kalbu. Dan itu hanya terjadi sekali dalam setahun.

"Nanti, ente juga ngerasain," ujar Bandi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Tim SAR Temukan Bocah Laki-laki yang Tenggelam di KBT

Megapolitan
Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta per Bulan

Jakpro Tak Lagi Patok Tarif Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta per Bulan

Megapolitan
Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Megapolitan
Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas 'Dog Lover'

Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas "Dog Lover"

Megapolitan
Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Megapolitan
Hari Ini Polisi Gelar Perkara Tewasnya Mahasiswa UI Diduga Ditabrak Pensiunan Pejabat Polri

Hari Ini Polisi Gelar Perkara Tewasnya Mahasiswa UI Diduga Ditabrak Pensiunan Pejabat Polri

Megapolitan
Tiru Jokowi-Ahok, Heru Budi Mulai Blusukan ke Kantor Kelurahan hingga Waduk

Tiru Jokowi-Ahok, Heru Budi Mulai Blusukan ke Kantor Kelurahan hingga Waduk

Megapolitan
Terungkap, Dian Sempat Hidup Bersama Jasad Keluarganya di Kalideres, hingga Akhirnya Ikut Meninggal

Terungkap, Dian Sempat Hidup Bersama Jasad Keluarganya di Kalideres, hingga Akhirnya Ikut Meninggal

Megapolitan
Cerita Seniman Mural Beri Warna Ruang Publik yang Terabaikan di Kuningan

Cerita Seniman Mural Beri Warna Ruang Publik yang Terabaikan di Kuningan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Pemesanan Layanan 'Sleep Call' | Fakta Baru Kematian Keluarga di Kalideres

[POPULER JABODETABEK] Cerita Pemesanan Layanan "Sleep Call" | Fakta Baru Kematian Keluarga di Kalideres

Megapolitan
Perkembangan Kasus Narkoba Teddy Minahasa, dari Penangkapan hingga Konfrontasi dengan Bawahan

Perkembangan Kasus Narkoba Teddy Minahasa, dari Penangkapan hingga Konfrontasi dengan Bawahan

Megapolitan
Rute Transjakarta 1E Pondok Labu-Blok M

Rute Transjakarta 1E Pondok Labu-Blok M

Megapolitan
Rute Transjakarta 1C Pesanggrahan-Blok M

Rute Transjakarta 1C Pesanggrahan-Blok M

Megapolitan
Faris Tenggelam di KBT Saat Berenang dengan Temannya, hingga Minggu Malam Belum Ditemukan

Faris Tenggelam di KBT Saat Berenang dengan Temannya, hingga Minggu Malam Belum Ditemukan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.