Anies Apresiasi Pelayan Publik yang Tidak Bisa Lebaran Bareng Keluarga

Kompas.com - 14/05/2021, 04:59 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi para petugas pelayanan publik pada Idul Fitri, Kamis (13/5/2021).

Para petugas itu tidak bisa merayakan Idul Fitri dengan meluangkan waktu banyak bersama keluarga lantaran harus menjalankan tugasnya demi kepentingan umum.

"Kami apresiasi kepada para petugas yang di saat semua orang berlibur, mereka bertugas di lapangan: kepolisian, TNI, petugas perhubungan, tenaga medis, kemudian tenaga-tenaga kebersihan," kata Anies kemarin.

"Mereka semua tidak bersama keluarga di saat Lebaran dan pada mereka saya sampaikan apresiasi," tambahnya.

Baca juga: Lebaran di Rumah Bareng Keluarga, Anies Tidak Adakan Open House

Selain kepada para petugas pelayanan publik, Anies juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang merayakan Idul Fitri dengan mematuhi protokol kesehatan.

Hal itu termasuk pihak masjid penyelenggara shalat Idul Fitri maupun keluarga yang memilih shalat di rumah dengan keluarga inti.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita sama-sama dalam suasana pandemi, penting sekali untuk bisa menjaga kebersamaan. Kenapa ingin mudik?" ungkap Anies.

"Karena ingin bersama keluarga. Nah, pandemi ini membuat orang terpisah. Kalau terpapar, dia harus diisolasi, insya Allah sembuh, tapi kalau sampai ada yang tidak sembuh? Artinya terpisah selamanya," kata dia mengingatkan.

Baca juga: Di Luar Prediksi Pengurus Masjid Luar Batang, Jumlah Jemaah Shalat Id Lebih dari 50 Persen Kapastitas

Anies menghabiskan Lebaran 2021 bersama keluarga di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ia juga menjalankan shalat Idul Fitri di halaman belakang rumah.

Menurut Anies yang lahir di Kuningan, Jawa Barat dan besar si Jogjakarta, dalam situasi biasa pun, tak memungkinkan bagi dirinya untuk mudik.

"Tugas di sini tidak memungkinkan saya untuk mudik kan," kata eks Mendikbud itu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Kasus Anji: Impor Ganja dari Amerika hingga Permohonan Maaf

Fakta Kasus Anji: Impor Ganja dari Amerika hingga Permohonan Maaf

Megapolitan
Daftar Hotel dan RS Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Jakarta Beserta Biayanya

Daftar Hotel dan RS Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 di Jakarta Beserta Biayanya

Megapolitan
PPDB Kota Tangerang Jenjang SD Jalur Zonasi Dibuka Pukul 8.00 WIB, Simak Syarat dan Prosedurnya

PPDB Kota Tangerang Jenjang SD Jalur Zonasi Dibuka Pukul 8.00 WIB, Simak Syarat dan Prosedurnya

Megapolitan
Kamis Ini Jadwal Lapor Diri PPDB Jakarta 2021 Jalur Afirmasi Jenjang SMP dan SMA

Kamis Ini Jadwal Lapor Diri PPDB Jakarta 2021 Jalur Afirmasi Jenjang SMP dan SMA

Megapolitan
UPDATE: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 446 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 53 Kasus di Kota Tangerang, 446 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Penangkapan Polisi Gadungan, Berawal Penindakan Plat Nomor hingga Simpan KTA Palsu

Fakta Penangkapan Polisi Gadungan, Berawal Penindakan Plat Nomor hingga Simpan KTA Palsu

Megapolitan
Kamis Ini, Rizieq Shihab Akan Sampaikan Duplik Kasus Tes Usap RS Ummi

Kamis Ini, Rizieq Shihab Akan Sampaikan Duplik Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Perjalanan Panjang MRT Jakarta, Dicetuskan Habibie dan Dieksekusi Jokowi-Ahok

Perjalanan Panjang MRT Jakarta, Dicetuskan Habibie dan Dieksekusi Jokowi-Ahok

Megapolitan
UPDATE: Tambah 663 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 1.378 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 663 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 1.378 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 303 Kasus Covid-19 di Depok, 5 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 303 Kasus Covid-19 di Depok, 5 Pasien Meninggal

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan

Megapolitan
Pabrik Percetakan di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar

Pabrik Percetakan di Kawasan Industri Pulogadung Terbakar

Megapolitan
Kebanjiran Saat Isolasi Mandiri, Pasutri Pasien Covid-19 di Bekasi Dievakuasi

Kebanjiran Saat Isolasi Mandiri, Pasutri Pasien Covid-19 di Bekasi Dievakuasi

Megapolitan
Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Gandeng Ritase, PT APSD Bakal Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Megapolitan
Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Kapolri Setuju Jalur Sepeda Dibongkar, Komunitas Bike to Work Merespons

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X