Cerita Natalia Tetap Bekerja Saat Merayakan Lebaran dan Kenaikan Yesus Kristus

Kompas.com - 14/05/2021, 16:48 WIB
Umat Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 hijriah dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan menampung 7.000 jemaah atau 50 persen dari total kapasitas di area lapangan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat Muslim melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 hijriah dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan menampung 7.000 jemaah atau 50 persen dari total kapasitas di area lapangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada aturan tak tertulis yang telah menjadi kebiasaan di tempat Natalia (26) bekerja sebagai jurnalis di Jakarta. Ketika datang hari raya umat islam, maka sudah jadi "kewajiban" bagi para reporter yang non-muslim untuk masuk kerja.

Sebaliknya, ketika datang momen Natal atau hari-hari raya lain bagi umat kristen misalnya, para jurnalis yang kristen diberi keleluasaan untuk libur.

Di tempatnya bekerja, sedang nihil reporter beragama selain Islam dan Kristen. Karena itu, pada hari-hari raya umat Buddha, Hindu, Konghucu, atau hari libur yang tak terkait perayaan keagamaan, kantornya menerapkan piket berdasarkan inisiatif masing-masing jurnalis atau giliran piket yang sudah disepakati sebelumnya.

Baca juga: Merawat Toleransi di Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri

Namun, Idul Fitri yang jatuh kemarin, Kamis (13/5/2021), membuat keadaan yang dialami Natalia agak unik, karena bertepatan dengan Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus .

Secara kultural, skala perayaan Idul Fitri mungkin dapat disejajarkan dengan perayaan Natal. 

Tenggang rasa terhadap rekan sejawat yang beragama Islam membuat Natalia lapang dada untuk tetap masuk kerja pada Hari Idul Fitri kemarin, kendati ia pun berhak untuk libur, sebetulnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya, sempat berharap supaya (Idul Fitri dan Kenaikan Yesus Kristus) enggak bareng harinya, supaya ibadahnya bisa lebih khusyuk karena sudah tahu kalau Lebaran pasti gue masuk kerja. Tapi ya sudah, tidak apa-apa," ucap Natalia, Jumat (14/5/2021).

"Lebih ke tanggung jawab saja. Karena pas lagi Natal juga kan teman-teman reporter yang lain juga sudah masuk," katanya.

Tak ada banyak pilihan buat Natalia, karena bila para reporter yang kristen ikut meminta libur kemarin, tak ada berita apa pun hari itu sebab seisi redaksi tak masuk kerja. Padahal, jurnalisme tak kenal libur. Meski berstatus pegawai perusahaan, bukan petugas pelayanan publik, namun kerja-kerja jurnalistik selalu bersifat publik, menyangkut informasi yang dikonsumsi orang banyak.

Ke masjid dulu, baru ke gereja

Agenda pertama dalam setiap edisi Idul Fitri bagi banyak wartawan adalah meliput kegiatan shalat Idul Fitri pagi-pagi.

Apalagi, di tengah pandemi Covid-19, liputan shalat Idul Fitri jadi hal penting guna mengabarkan sejauh mana antusiasme warga merayakan Hari Kemenangan tetap selaras dengan penerapan protokol kesehatan.

Ilustrasi toleransi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi toleransi.

Natalia berinisiatif melawat ke Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin pagi.
Ia berangkat dengan selembar kerudung membalut kepala, meski benda itu pada gilirannya malah menegaskan bahwa dirinya sedang melela di antara perbedaan identitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Jakarta Masuki Fase Genting Penyebaran Covid-19

Anies: Jakarta Masuki Fase Genting Penyebaran Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Tambah 178 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 865 Pasien Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 178 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 865 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Para Sopir Mengaku Tak Ada Lagi Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi Antre Lama Bongkar Muat

Para Sopir Mengaku Tak Ada Lagi Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi Antre Lama Bongkar Muat

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Anji Ditangkap Polisi Terkait Narkoba | Lonjakan Kasus Covid-19 Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Anji Ditangkap Polisi Terkait Narkoba | Lonjakan Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
UPDATE: Tambah 633 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 6 Pasien Meninggal

UPDATE: Tambah 633 Kasus Covid-19 di Kota Bekasi, 6 Pasien Meninggal

Megapolitan
UPDATE: 350 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Tertinggi dalam 3 Bulan

UPDATE: 350 Kasus Baru Covid-19 di Depok, Tertinggi dalam 3 Bulan

Megapolitan
PPDB Jenjang SD Kota Tangerang Dibuka, Simak Tata Cara hingga Syarat Lengkapnya

PPDB Jenjang SD Kota Tangerang Dibuka, Simak Tata Cara hingga Syarat Lengkapnya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jabodetabek Mulai Hujan Nanti Malam

Prakiraan Cuaca BMKG Senin: Sebagian Jabodetabek Mulai Hujan Nanti Malam

Megapolitan
Lonjakan Kasus Covid-19 Juga Terjadi di Depok, Jumlah Pasien Bertambah Cepat

Lonjakan Kasus Covid-19 Juga Terjadi di Depok, Jumlah Pasien Bertambah Cepat

Megapolitan
Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Tambah Fasilitas Isolasi Terkendali

Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Tambah Fasilitas Isolasi Terkendali

Megapolitan
PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka, Berikut Jadwal Lengkap dan Syarat Umum

PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka, Berikut Jadwal Lengkap dan Syarat Umum

Megapolitan
Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Cegah Pungli, Pelindo II Akan Lakukan Pengawasan secara Berkelanjutan

Megapolitan
Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Persatuan Sopir Truk Berharap Penanganan Pungli Tidak Sesaat

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut 'Deja Vu' Tahun Lalu

Kasus Covid-19 di Jakarta Melonjak Lagi, Dinkes Sebut "Deja Vu" Tahun Lalu

Megapolitan
Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Pemkot Bogor Hibahkan Lahan untuk Pembangunan GKI Yasmin

Megapolitan

Video Rekomendasi

komentar di artikel lainnya
Close Ads X