Kompas.com - 17/05/2021, 13:30 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19
|

"Nah setelah itu ada yang bergejala di keluarga ibu saya. Sampai akhirnya kemarin itu keluar hasil PCR-nya dan ternyata positif," ungkap AN.

Baca juga: 52 Spanduk Pemudik Wajib Bebas Covid-19 Tersebar di Sunter Agung

Mengetahui hal itu, AN beserta suaminya AM berinisiatif menjalani tes antigen gratis yang disediakan di Mapolsek Pamulang.

Mereka khawatir menjadi carrier dan menularkan virus corona di lingkungannya. Meski, AN dan AM tidak menunjukan gejala Covid-19 apapun.

"Sampai sekarang, tadi sebelum kami melakukan swab antigen tidak merasakan gejala apa-apa. Kecuali anak saya yang paling kecil. Tapi untuk memastikan kita mau swab aja," tutur AN.

Hasilnya, AN dan AM, serta anak keduanya dinyatakan reaktif Covid-19. Sedangkan anak pertamanya dipastikan non-reaktif Covid-19.

AN kaget bukan main mengetahui hasil pemeriksaan tersebut. Terlebih, petugas medis memberitahukan bahwa dia harus berpisah dengan sang anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, dia wajib menjalani karantina jika dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR.

"Dari kami berempat, tiga yang positif. Anak saya yang kesatu negatif. Dan untuk proses selanjunya tadi disarankan melakukan PCR Swab," ucap AN.

Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Kembali Tak Bawa Kerabat: Jakarta Sudah Padat

AN, AM dan satu anaknya dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Puskesmas Pamulang pada Selasa (18/5/2021).

Mereka mengaku siap menjalani karantina selama 14 hari apabila dinyatakan positif Covid-19. Hal tersebut sebagai konsekuensi, sekaligus mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

"Iya tentu, nanti kami akan koordinasi dengan pihak puskesmas bagaimana baiknya. Apakah karena kami tanpa gejala bisa isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit Covid-19," tutur AN.

Dia mengimbau masyarakat lain yang melakukan aktivitas mudik agar menjalani pemeriksaan tes Covid-19 untuk memastikan kondisi kesehatannya.

"Jadi intinya kesadaran yang penting banget dari setiap individu untuk test, apalagi sehabis melakukan perjalanan jauh. Setidaknya saya saja yang tidak melakukan perjalanan mudik lebih aware saja," pungkas AN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Wanita Hamil di Cikarang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Sejumlah Luka Tusuk

Megapolitan
SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

SMPN 280 Jakarta Dilanda Kebakaran, Awalnya Muncul Percikan Api dari Kabel Komputer

Megapolitan
Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Main di Tepi Kali Angke Tangsel, Bocah 9 Tahun Terpeleset lalu Hanyut

Megapolitan
Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Polisi: Ganjil Genap di Tempat Wisata untuk Motor Bersifat Situasional, Diterapkan jika Pengunjung Melonjak

Megapolitan
UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

UPDATE 23 Oktober: Ada 116 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 2 Pasien Meninggal

Megapolitan
Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Ancol Sediakan Kantong Parkir untuk Pengunjung dengan Pelat Kendaraan Tak Sesuai Ganjil Genap

Megapolitan
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Ancol, Jumlah Pengunjung Meningkat

Megapolitan
Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Tak Sejalan dengan Dishub DKI, Polisi Tetapkan Motor Kena Aturan Ganjil Genap di Tempat Wisata

Megapolitan
Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Boleh Masuk Ancol, Anak-anak Asyik Bermain Pasir dan Berlarian di Kawasan Pantai

Megapolitan
Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Pemkot Belum Setor Naskah Akademik, Perda Kota Religius Depok Terancam Ditunda Pembahasannya

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka, Pengunjung Capai 4.901 Orang

Megapolitan
Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Tak Sesuai Aturan Dishub, Motor Juga Kena Ganjil Genap di Kawasan Ancol

Megapolitan
Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Satpol PP Gerebek Rumah Kos dan Hotel di Tangerang, 4 Perempuan dan 4 Pasangan Bukan Suami Terjaring Razia

Megapolitan
Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Naskah Akademik Tak Kunjung Disetor ke DPRD, Pemkot Depok Sembunyi-sembunyi soal Perda Kota Religius?

Megapolitan
Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.