Hingga Sekarang, Polisi Belum Periksa Anak Anggota DPRD Bekasi yang Dituduh Perkosa Gadis Remaja

Kompas.com - 18/05/2021, 16:06 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

BEKASI, KOMPAS.com - Polres Metro Bekasi Kota, Jawa Barat, mengaku hingga sekarang belum memeriksa AT (21), terduga pelaku pemerkosaan terhadap remaja berinisial PU (15).

AT yang notabene anak IHT, anggota DPRD Kota Bekasi, juga diduga telah menyekap, menjual, dan memaksa PU melayani laki-laki hidung belang di sebuah rumah indekos di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat.

Kabag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing menyampaikan, AT juga sampai sekarang belum ditetapkan sebagai tersangka karena pemeriksaan belum dilakukan.

AT disebut mangkir dari pemanggilan polisi.

Baca juga: 2 Kali Mangkir Dipanggil Polisi, Anak Anggota DPRD Bekasi yang Diduga Perkosa Remaja Akan Dijemput Paksa

"Kami sudah panggil dia sekali, tapi belum di-BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Erna ketika dihubungi, Selasa (18/5/2021).

"Pertama sudah kami panggil. Sekarang sudah panggilan kedua. Kami masih terus saja melakukan pemanggilan sama dia. Kalau sudah (mangkir pemanggilan) tiga kali ya kami jemput paksa, kami cari dia," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus itu sudah dilaporkan ke polisi sejak 12 April lalu. Progres penanganan kasus itu oleh polisi yang lambat menjadi sorotan.

Ayah korban, D (43), mengaku bingung.

"Malah dari pihak korban disuruh datang lagi ke Polres Metro Bekasi Kota. Saya kan kemarin bilang 'ini sudah waktunya pelaku dipanggil' ke pihak penyidik," kata D kepada wartawan, Selasa.

"Tapi kenapa pihak korban lagi yang dilakukan pemanggilan oleh pihak kepolisian. Saya mempertanyakan di mana pemanggilan terduga pelaku ini," tambah dia.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait, menilai kasus ini sebagai kejahatan luar biasa.

Baca juga: Kejahatan Luar Biasa, Anak Anggota DPRD Bekasi yang Perkosa dan Jual Remaja Terancam Hukuman Berat

"Itu minimal 10 tahun maksimal 20 tahun dan bisa ditambahkan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati. Kalau itu terbukti dan sudah jelas undang-undangnya," ucap Arist pada 27 April lalu.

"Ini termasuk extraordinary crime, kejahatan luar biasa, maka perlu pembuktian yang kuat biar sesegera mungkin menangkap pelaku serta menahannya," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjaring Hendak Ikut Reuni 212, Pemuda di Ciputat Timur: Panggilan Hati Mau ke Sana

Terjaring Hendak Ikut Reuni 212, Pemuda di Ciputat Timur: Panggilan Hati Mau ke Sana

Megapolitan
Polisi Sekat Kendaraan di Sandratex Tangsel, 4 Remaja Terjaring Ingin Ikut Reuni 212 Menumpang Truk

Polisi Sekat Kendaraan di Sandratex Tangsel, 4 Remaja Terjaring Ingin Ikut Reuni 212 Menumpang Truk

Megapolitan
Jelang Reuni 212, Polres Metro Bekasi Sekat 9 Titik Ini sejak Dini Hari

Jelang Reuni 212, Polres Metro Bekasi Sekat 9 Titik Ini sejak Dini Hari

Megapolitan
Kawasan Patung Kuda dan Monas Jadi Area Steril, Karyawan Wajib Tunjukkan Kartu Identitas Pekerja

Kawasan Patung Kuda dan Monas Jadi Area Steril, Karyawan Wajib Tunjukkan Kartu Identitas Pekerja

Megapolitan
Disekat di Jalan Agus Salim, Puluhan Peserta Reuni 212 Tak Bisa Masuki Kawasan Patung Kuda

Disekat di Jalan Agus Salim, Puluhan Peserta Reuni 212 Tak Bisa Masuki Kawasan Patung Kuda

Megapolitan
Polisi Saring Kendaraan di Jalan Akses UI, Cegah Massa Aksi Reuni 212 ke Jakarta

Polisi Saring Kendaraan di Jalan Akses UI, Cegah Massa Aksi Reuni 212 ke Jakarta

Megapolitan
Situasi Terkini di Sekitar Patung Kuda Jelang Reuni 212, Lalin Ramai Lancar

Situasi Terkini di Sekitar Patung Kuda Jelang Reuni 212, Lalin Ramai Lancar

Megapolitan
Ada Reuni 212 di Patung Kuda, Sejumlah Jalan Ditutup dan Disekat, Berikut Titiknya...

Ada Reuni 212 di Patung Kuda, Sejumlah Jalan Ditutup dan Disekat, Berikut Titiknya...

Megapolitan
 Lika-liku Proyek Ratusan Titik Sumur Resapan Anies, Dikritik Habis-habisan, Anggaran Berujung Dihapus DPRD DKI

Lika-liku Proyek Ratusan Titik Sumur Resapan Anies, Dikritik Habis-habisan, Anggaran Berujung Dihapus DPRD DKI

Megapolitan
Lokasi Penyekatan Massa Reuni 212 di Tangsel: Pertigaan Bintaro dan Sandratex

Lokasi Penyekatan Massa Reuni 212 di Tangsel: Pertigaan Bintaro dan Sandratex

Megapolitan
DPRD Coret Anggaran Sumur Resapan Anies di 2022, Wagub DKI: Program Pengendalian Banjir Ada Banyak...

DPRD Coret Anggaran Sumur Resapan Anies di 2022, Wagub DKI: Program Pengendalian Banjir Ada Banyak...

Megapolitan
Saat Target Anies Bangun 1,8 Juta Sumur Resapan Kandas di DPRD DKI…

Saat Target Anies Bangun 1,8 Juta Sumur Resapan Kandas di DPRD DKI…

Megapolitan
UPDATE 1 Desember: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 1 Desember: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, 17 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 1 Desember: Tambah 1 Kasus di Tangsel, 38 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 1 Desember: Tambah 1 Kasus di Tangsel, 38 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Cegah Massa 212 Masuk Jakarta, Polisi Saring Kendaraan di Perbatasan Tangsel

Cegah Massa 212 Masuk Jakarta, Polisi Saring Kendaraan di Perbatasan Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.