Kompas.com - 18/05/2021, 17:08 WIB
Suasana di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (10/6/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSuasana di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (10/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, empat penumpang bus di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, dinyatakan reaktif saat menjalani rapid test Covid-19 pada Selasa (18/5/2021).

"Di Pulogebang kami sudah mendapatkan yang reaktif hasil rapid testnya," kata Syafrin saat dihubungi melalui telepon, Selasa.

Syafrin merinci, dari empat orang yang reaktif tersebut dua di antaranya merupakan penumpang yang baru tiba, dan dua lainnya penumpang dengan rencana keberangkatan.

"Satu penumpang dari Kudus, satu dari Purwokerto, satu penumpang rencana berangkat ke Padang, satu lagi rencana ke Pekalongan," ujar dia.

Baca juga: Kakorlantas ke Terminal Pulogebang, Cek Pelaksanaan Aturan Warga yang Boleh Lakukan Perjalanan

Setelah diketahui reaktif melalui hasil swab antigen, keempat penumpang bus tersebut diisolasi di tempat isolasi sementara di Terminal Pulogebang. Keempat penumpang tersebut akan dilakukan tes swab PCR untuk hasil yang lebih akurat sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.

Apabila hasil PCR menunjukan positif, keempat penumpang bus ini akan dirujuk ke RSD Covid Wisma Atlet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tapi kalau negatif yang bersangkutan bisa pulang ke rumah," kata Syafrin.

Jumlah penumpang bus yang diketahui reaktif Covid-19 selama larangan mudik lebaran 6-17 Mei sebanyak 46 orang. Orang-orang itu merupakan mereka yang hendak keluar Jakarta menggunakan angkutan bus dengan tujuan non-mudik.

Namun mereka akhirnya membatalkan perjalanan karena diketahui reaktif saat melakukan tes cepat.

"Setelah ketahuan (reaktif) mereka langsung diambil tindakan," kata Syafrin.

Syafrin meminta masyarakat yang hendak bepergian untuk melakukan tes Covid-19 agar mengetahui lebih awal kondisi diri sebelum bepergian. Dengan demikian bisa diambil keputusan apakah akan melanjutkan perjalanan atau menunda sampai kondisi tubuh benar-benar pulih.

"Bukan hanya moda pesawat dan kereta, tapi moda jalan pun harus dilengkapi dengan hasil tes Covid-19 sehingga akan memperlancar perjalanan," kata Syafrin.

Hari ini menjadi hari pertama operasional normal Terminal Pulogebang setelah larangan mudik 6-17 Mei. Sebelumnya pada periode larangan mudik Terminal Pulogebang dioperasikan untuk perjalanan khusus untuk kepentingan nonmudik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

UPDATE 27 Oktober: 8 Pasien Covid-19 di Depok Selesai Isolasi, 1 Orang Wafat

Megapolitan
Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Kelurahan Duri Kepa Tak Kembalikan Pinjaman Rp 264,5 Juta, Warga Cibodas Lapor Polisi

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Waspada Banjir Lagi

Megapolitan
Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Ingat, Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil Genap di 13 Kawasan di Jakarta Berlaku Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

[POPULER JABODETABEK] Dua Jambret Tewas Ditabrak Mobil Korbannya di Tebet | Buruh Minta UMP Jakarta Naik Jadi Rp 5,3 Juta

Megapolitan
Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Pengakuan Pengemudi Taksi Online yang Tabrak 2 Jambret hingga Tewas: “Saya Kejar, Tabrak, Dia Mental”

Megapolitan
Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Megapolitan
Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.