Kompas.com - 20/05/2021, 05:09 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mendonasikan uang pribadinya sebesar Rp 200 juta untuk membantu Palestina, dalam acara galang dana kemanusiaan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok. istimewaWali Kota Depok, Mohammad Idris, mendonasikan uang pribadinya sebesar Rp 200 juta untuk membantu Palestina, dalam acara galang dana kemanusiaan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.

DEPOK, KOMPAS.com - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mendonasikan uang pribadinya sebesar Rp 200 juta untuk membantu Palestina, dalam acara galang dana kemanusiaan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok.

Selesai acara, Idris berujar, penggalangan dana ini realisasi dari prinsip negara Indonesia yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab.

Ia juga menyinggung soal prinsip melawan penjajahan yang termaktub dalam konstitusi negara.

“Ini bagian daripada realisasi sebenarnya dasar negara kita yang sudah dari awal kita menjunjung tinggi prinsip perikemanusiaan dan beradab,” ujar Idris di Kantor MUI Kota Depok, Pancoran Mas, Rabu (19/5/2021), dikutip Tribun Jakarta.

Baca juga: Sandi Diperiksa Polisi soal Dugaan Korupsi Damkar Depok, Kuasa Hukum Kembali Singgung Wali Kota

“Juga kita ingin membuktikan UUD 1945 kita, di mana kita sangat mengecam penjajahan di muka bumi ini. Ini satu-satunya negara yang masih dalam kondisi penindasan, penjajahan, ini harus jadi perhatian bangsa Indonesia, terlepas dari etnis, agama, dan yang lainnya,” timpalnya.

Idris melanjutkan, mekanisme penyaluran donasi yang telah terkumpul nanti akan diberikan pada Lembaga Adara Relief Internasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, lembaga tersebut sudah lama menjadi lembaga penyalur bantuan ke Palestina.

“Mekanismenya kita bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memang banyak berkomunikasi ke sana. Antara lain ada Adara Relief Internasional ini,” sebut Idris.

“Yang saya tahu mereka sudah terbiasa ke perbatasan Gaza sudah pernah, bahkan masuk ke Gaza sudah pernah,” pungkasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Wagub DKI: Sekalipun Sudah Vaksin, Bukan Berarti Bebas Tak Jalankan Prokes

Megapolitan
Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Bagaimana Harimau Tino dan Hari di Ragunan Tertular Covid-19? Ini Kata Dokter Hewan

Megapolitan
Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Hasil Penjualan Sapi 23 Pedagang di Depok Dibawa Kabur, Kerugian Ditaksir Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19, Anies: Sudah Ada Tanda-tanda Kesembuhan

Megapolitan
Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Video Tawuran Pemuda di Bintaro Viral, Saksi Sebut Ada yang Bawa Sajam

Megapolitan
UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

UPDATE 1 Agustus: Tambah 2.701 Kasus Covid-19 di Jakarta, 15.884 Orang Kini Berjuang Sembuh

Megapolitan
Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Makan Harus Tunjukkan Surat Vaksin, Pengusaha Warteg: Kebijakan yang Mengada-ada

Megapolitan
Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Ketua Pengusaha Warteg: Kebijakan Makan 20 Menit Tak Tepat, Menu Kami Kan Bervariasi...

Megapolitan
Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Ada Aduan Pungli Bansos Kemensos, Ombudsman Minta Pemkot Tangerang Ikut Pantau Penyalurannya

Megapolitan
Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Efek Pandemi Covid-19, Banyak Pengusaha Warteg Pulang Kampung ke Tegal dan Brebes

Megapolitan
Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Sejak Awal Pandemi, Ada 13.912 Anak Terpapar Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Anies Paparkan Bukti PPKM Darurat di Jakarta Berhasil Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai Cisadane

Megapolitan
Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Pengendara Moge Tabrak Pemotor Honda Beat hingga Tewas, Polisi: Itu Konvoi, Mereka Sunmori...

Megapolitan
Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Anies: Alasan Tidak Bisa Vaksin di Jakarta Sulit Diterima, Anda Bisa Akses di Mana Saja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X