Drama Sidang Rizieq Shihab, dari Walk-Out hingga Menangis Saat Membaca Pleidoi

Kompas.com - 20/05/2021, 13:26 WIB
Rizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). DOKUMENTASI TIM KUASA HUKUM RIZIEQ SHIHABRizieq Shihab menilai pemidanaan kasus kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor, merupakan bentuk kriminalisasi cinta dan rindu kepada guru. Hal itu disampaikan Rizieq saat membacakan pledoi atas tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus kerumunan yang menjerat mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, hari ini. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan pleidoi atas tuntutan jaksa.

Sikap Rizieq selama persidangan selalu menyita perhatian publik. Berikut Kompas.com rangkum drama sidang Rizieq Shihab mulai dari keinginan untuk walk-out hingga menangis saat membacakan pleidoi.

Ingin Walk-Out

Rizieq Shihab ingin walk-out dari persidangan yang digelar secara online. Rizieq yang berada di Gedung Mabes Polri ingin dihadirkan di ruang sidang di PN Jakarta Timur.

Sejak awal persidangan yang digelar pada 19 Maret 2021, Rizieq sudah tampak marah-marah karena dipaksa untuk datang ke ruangan sidang di Mabes Polri.

Baca juga: Membela Diri di Persidangan, Rizieq Shihab Menangis

Hal itu dilakukan atas perintah majelis hakim. Rizieq harus tetap hadir. Kepada majelis hakim, Rizieq menyampaikan dirinya berhak hadir di ruang sidang di PN Jaktim.

Ketua majelis hakim kala itu mengingatkan Rizieq bahwa persidangan ini adalah persidangan negara yang terhormat. Bukan persidangan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mohon patuhi semua perintah di persidangan. Ini proses hukum negara yang harus dipatuhi, Habib," kata hakim.

Hakim berkali-kali meminta Rizieq agar duduk tenang. Namun, ia tetap berdiri sambil berbicara lewat pengeras suara.

Hakim juga menekankan bahwa persidangan akan tetap berjalan meski terdakwa tidak hadir.

"Yang rugi Habib sendiri. Tidak ada alasan kita tidak sidang," ucap hakim.

Menjawab hakim, Rizieq tetap tidak bersedia mengikuti sidang secara online. Ia mempersilahkan persidangan terus berjalan tanpa kehadirannya hingga vonis.

Baca juga: Rizieq Shihab Akui Terlambat Isolasi Mandiri karena Kesalahan Pihak Bandara Soekarno-Hatta

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Urus Sertifikat Tanah di Kantor BPN Kota Bogor Wajib Bawa Surat Antigen

Urus Sertifikat Tanah di Kantor BPN Kota Bogor Wajib Bawa Surat Antigen

Megapolitan
Pencuri 21 Tabung Gas di Jakarta Selatan Ditangkap Polisi

Pencuri 21 Tabung Gas di Jakarta Selatan Ditangkap Polisi

Megapolitan
UPDATE 24 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Tangsel Capai 716 Pasien

UPDATE 24 Juni: Kasus Aktif Covid-19 di Tangsel Capai 716 Pasien

Megapolitan
Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di RS, Kondisinya Membaik

Korban Penembakan di Taman Sari Masih Dirawat di RS, Kondisinya Membaik

Megapolitan
Dinkes DKI Temukan 70 Orang Terinfeksi Varian Baru Covid-19, Didominasi Delta B.1617.2

Dinkes DKI Temukan 70 Orang Terinfeksi Varian Baru Covid-19, Didominasi Delta B.1617.2

Megapolitan
50 RPTRA di Jakarta Pusat Kembali Ditutup demi Tekan Kasus Covid-19

50 RPTRA di Jakarta Pusat Kembali Ditutup demi Tekan Kasus Covid-19

Megapolitan
Sebelum Tembak Pemuda di Taman Sari, Tersangka Buang Tembakan ke Atas karena Diusir Warga

Sebelum Tembak Pemuda di Taman Sari, Tersangka Buang Tembakan ke Atas karena Diusir Warga

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Usul Kemendikbud Beri Insentif Tambahan untuk Guru yang Divaksin Covid-19

Wali Kota Tangsel Usul Kemendikbud Beri Insentif Tambahan untuk Guru yang Divaksin Covid-19

Megapolitan
Polisi Sita Pistol Revolver dan Airsoft Gun dari Pelaku Penembakan di Taman Sari

Polisi Sita Pistol Revolver dan Airsoft Gun dari Pelaku Penembakan di Taman Sari

Megapolitan
Total 800 Anak Positif Covid-19 di Kota Tangerang, Mayoritas Tanpa Gejala

Total 800 Anak Positif Covid-19 di Kota Tangerang, Mayoritas Tanpa Gejala

Megapolitan
Ribuan Anak Positif Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Orangtua Jangan Bandel

Ribuan Anak Positif Covid-19 di Jakarta Hari Ini, Orangtua Jangan Bandel

Megapolitan
Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di Cilandak Town Square

Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 di Cilandak Town Square

Megapolitan
Perumahan Pondok Mitra Lestari di Bekasi Lockdown, Lurah: Warga Mulai Lupa Pakai Masker

Perumahan Pondok Mitra Lestari di Bekasi Lockdown, Lurah: Warga Mulai Lupa Pakai Masker

Megapolitan
Amankan Pasien Covid-19 Mengamuk, Hazmat Dokter RSUD Pasar Minggu sampai Sobek

Amankan Pasien Covid-19 Mengamuk, Hazmat Dokter RSUD Pasar Minggu sampai Sobek

Megapolitan
Dinkes Kota Tangerang Larang Pasien Covid-19 Bergejala Jalani Isolasi Mandiri

Dinkes Kota Tangerang Larang Pasien Covid-19 Bergejala Jalani Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X