Kompas.com - 20/05/2021, 19:37 WIB
Suasana Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara menjelang pembatasan oeprasional Bus AKAP, Selasa (4/5/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITASuasana Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara menjelang pembatasan oeprasional Bus AKAP, Selasa (4/5/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Terminal Tanjung Priok Muzofar Surya Alam mengatakan bahwa banyak penumpang bus memilih turun di jalan dan tak sampai Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hal ini membuat pergerakan bus yang datang dari luar kota di terminal itu menurun. Para penumpang yang menjalani tes rapid antigen sebagai upaya screening awal para pemudik. 

"Biasanya mereka warga sekitar Jakut bermukim di sini, jadi turun di jalan, enggak sampai terminal, mengambil yang lebih efektif aja," kata Jofar saat ditemui di kantornya, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Tren Mudik Pasca Lebaran, Penumpang Padati Terminal Bus dan Stasiun Kereta di Jakarta demi Keluar Kota

Selain itu, Jofar menilai, adanya penyekatan di KM 34, Cikarang juga membuat banyak penumpang memilih menggunakan transportasi lain sehingga bus-bus yang menuju Terminal Tanjung Priok tidak sebanyak seperti biasanya.

"Karena adanya penyekatan tadi mungkin penumpang kemungkinan turun di jalan untuk kembali menggunakan kendaraan mikro, jadi enggak sempat sampai di Terminal Tanjung Priok," lanjutnya.

Setiap penumpang bus yang turun di terminal Tanjung Priok harus menjalani rapid test antigen secara gratis.

Baca juga: Anies: 22.910 Pemudik Dites Covid-19 di Tol Cikampek, 148 Orang Reaktif

Jofar menyebut, total ada 80 penumpang dalam dua hari terakhir yang telah menjalani swab test antigen di Terminal Tanjung Priok. Dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19.

"Adapun hasilnya pertanggal 18 jumlah yang tiba dan diperiksa sebanyak 28 shift satu, shift dua 37 dengan hasil negatif semua," ucap Jofar.

Per tanggal 19 Mei hanya ada 14 tambah satu penumpang yang tiba dan diperiksa," sambungnya.

Posko rapid test antigen bagi pemudik di Terminal Tanjung Priok masih akan beroperasi hingga akhir bulan Mei mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi Residivis, Pernah Mencuri Saat Jadi Pekerja Proyek

Megapolitan
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Bapak dan Anak Bacok lalu Coba Begal Ibu Muda di Tangerang

Megapolitan
Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Jakarta Akan Jadi Tuan Rumah Kongres Ke-33 Asosiasi Penerbit Internasional

Megapolitan
17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

17 Hari Jelang Formula E Jakarta, PSI Pertanyakan Sponsor Tak Kunjung Dirilis

Megapolitan
Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Polsek Cikarang Barat Tangkap 2 Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong, Beraksi Saat Libur Lebaran

Megapolitan
Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Jokowi Bagikan Bansos Sembako dan Uang Tunai di Pasar Gunung Batu Bogor

Megapolitan
Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Fraksi Demokrat-PPP Batal Ikut Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota Depok soal KDS, Ini Alasannya

Megapolitan
Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Perampokan Minimarket di Senen Didorong Rasa Dendam

Megapolitan
Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Mendiang Ibu Nirina Zubir Disebut Ingin Bayari Program Bayi Tabung Riri Khasmita

Megapolitan
Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Anggota DPRD Bingung Mengapa Pemprov DKI Sering Gunakan Istilah Genangan Saat Terjadi Banjir

Megapolitan
Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Adik Nirina Zubir: Saat Sertifikat Aset Mama Hilang, Riri Khasmita Minta Saya Teken Surat Kuasa

Megapolitan
Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Pemeriksaan Ahli Forensik dalam Sidang Kebakaran Lapas Tangerang Ditunda, Dilanjut 31 Mei

Megapolitan
Dea 'Onlyfans' Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Dea "Onlyfans" Mengaku Sudah 4 Kali Mencoba Bunuh Diri

Megapolitan
Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Gasak Rp 17 Juta dari Minimarket di Senen, Perampok Todongkan Pisau dan Ikat Karyawan di Gudang

Megapolitan
Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Polemik KDS, DPRD Kota Depok Ajukan Interpelasi terhadap Wali Kota

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.