Modus Muncikari Online: Berkenalan di Medsos, Pacari, hingga Jual Korban kepada Pria Hidung Belang

Kompas.com - 24/05/2021, 15:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini, media sosial marak disalahgunakan oleh muncikari untuk menarget dan menjerat korbannya. Mereka kemudian dijual kepada pria hidung belang secara online.

Awal tahun 2021 kemarin, Polda Metro Jaya menangkap 15 muncikari atau germo yang menjual 91 anak di bawah umur.

Menurut polisi, para tersangka mencari target korbannya melalui berbagai aplikasi media sosial, seprti Facebook, Instagram, dan Twitter.

Tersangka mengajak korban berkenalan, memacari korban, mengajak mereka menginap di hotel, lalu kemudian menjual korban kepada pria hidung belang.

"Modus operandinya adalah perkenalan melalui media sosial," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (25/2/2021), seperti dilansir TribunJakarta.com.

Baca juga: Polisi Gerebek Dua Hotel di Jakbar yang Jadi Tempat Prostitusi, 75 Orang Diamankan

"Ada pelaku yang mencoba jadikan korban pacar, setelahnya baru diajak menginap," imbuhnya.

Setelah berpacaran, barulah tersangka menjual korban-korbannya yang kebanyakan masih di bawah umur.

"(Korban) dikasih bayaran mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 500.000," papar Yusri. Selain 91 korban di bawah umur, ada pula 195 korban lainnya yang sudah dewasa.

Ke-15 tersangka tersebut dijerat Pasal 88 Jo 76 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga: Dua Muncikari Prostitusi Online di Jakarta Barat Pacari, Setubuhi, lalu Jual Korbannya

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Mengenal 2 Pintu Air di Manggarai, Bangunan Belanda Pengendali Banjir yang Kini Tak Lagi Digunakan

Megapolitan
Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas 'Dog Lover'

Ini yang Perlu Diketahui dari Kampanye Cinta Hewan Peliharaan oleh Komunitas "Dog Lover"

Megapolitan
Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Update Kasus Anak Kombes Aniaya Teman, Terduga Pelaku Sudah Diperiksa tetapi Polisi Bungkam

Megapolitan
Hari Ini Polisi Gelar Perkara Tewasnya Mahasiswa UI Diduga Ditabrak Pensiunan Pejabat Polri

Hari Ini Polisi Gelar Perkara Tewasnya Mahasiswa UI Diduga Ditabrak Pensiunan Pejabat Polri

Megapolitan
Tiru Jokowi-Ahok, Heru Budi Mulai Blusukan ke Kantor Kelurahan hingga Waduk

Tiru Jokowi-Ahok, Heru Budi Mulai Blusukan ke Kantor Kelurahan hingga Waduk

Megapolitan
Terungkap, Dian Sempat Hidup Bersama Jasad Keluarganya di Kalideres, hingga Akhirnya Ikut Meninggal

Terungkap, Dian Sempat Hidup Bersama Jasad Keluarganya di Kalideres, hingga Akhirnya Ikut Meninggal

Megapolitan
Cerita Seniman Mural Beri Warna Ruang Publik yang Terabaikan di Kuningan

Cerita Seniman Mural Beri Warna Ruang Publik yang Terabaikan di Kuningan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Pemesanan Layanan 'Sleep Call' | Fakta Baru Kematian Keluarga di Kalideres

[POPULER JABODETABEK] Cerita Pemesanan Layanan "Sleep Call" | Fakta Baru Kematian Keluarga di Kalideres

Megapolitan
Perkembangan Kasus Narkoba Teddy Minahasa, dari Penangkapan hingga Konfrontasi dengan Bawahan

Perkembangan Kasus Narkoba Teddy Minahasa, dari Penangkapan hingga Konfrontasi dengan Bawahan

Megapolitan
Rute Transjakarta 1E Pondok Labu-Blok M

Rute Transjakarta 1E Pondok Labu-Blok M

Megapolitan
Rute Transjakarta 1C Pesanggrahan-Blok M

Rute Transjakarta 1C Pesanggrahan-Blok M

Megapolitan
Faris Tenggelam di KBT Saat Berenang dengan Temannya, hingga Minggu Malam Belum Ditemukan

Faris Tenggelam di KBT Saat Berenang dengan Temannya, hingga Minggu Malam Belum Ditemukan

Megapolitan
Taman Sekitar GBK yang Rusak Akibat Terinjak Relawan Jokowi Bakal Diperbaiki

Taman Sekitar GBK yang Rusak Akibat Terinjak Relawan Jokowi Bakal Diperbaiki

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Booster Kedua untuk Lansia Kini Tersedia di Kota Bekasi

Vaksin Covid-19 Booster Kedua untuk Lansia Kini Tersedia di Kota Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.