8 Pengedar Narkoba Jaringan Aceh-Jabodetabek yang Ditangkap Dikendalikan Napi Lapas Gunung Sindur

Kompas.com - 27/05/2021, 11:53 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.
|

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Delapan tersangka pengedar narkoba lintas provinsi yang ditangkap Polres Tangerang Selatan diduga dikendalikan dari lembaga pemasyarakat (Lapas) Gunung Sindur, Bogor.

Delapan pengedar tersebut, yakni IR, RL, RN, AA, PC, AR, AY dan R. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda dengan barang bukti sabu dan ganja kering.

"Jaringan lintas provinsi yang dikendalikan dari lapas. Jadi mereka melakukan transaksi dengan narapidana di salah satu Lapas," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Polres Tangsel Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Rp 2,64 Miliar Jaringan Aceh-Jabodetabek

Kasat Narkoba Polres Tangerang Selatan Iptu Julius Qiuli menjelaskan, peredaran narkoba lintas provinsi yang dikirimkan dari wilayah Aceh itu dikendalikan dari Lapas Gunung Sindur.

"Dikendalikan dari Lapas Gunung Sindur. (Lapas wilayah Jakarta) Untuk sementara enggak ada," kata Julius.

Sebelumnya, Polres Tangerang Selatan menangkap delapan pengedar narkoba lintas provinsi jaringan Aceh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Narkoba jenis sabu dan ganja itu hendak diperjualbelikan di wilayah Jabodetabek.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti 2,6 kilogram narkoba jenis sabu dan ganja kering seberat 140 Kilogram.

Baca juga: Polisi Tangkap Pemilik 64 Kg Ganja di Tanah Abang

Jika dikonversi, kata Iman, sabu seberat 2,6 kilogram tersebut senilai Rp 2,5 miliar. Sedangkan ganja kering sebanyak 140 kilogram senilai Rp 140 juta.

Kini, delapan pengedar tersebut sudah ditahan di Mapolres Tangerang Selatan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Iman mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 111 dan 112, 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman pidananya minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup. Kemudian untuk dendanya minimal Rp 1 miliar, dan maksimal Rp 10 miliar," pungkas Iman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Akan Gelar Penyambutan untuk Atletnya yang Berlaga di PON XX Papua

Megapolitan
Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Holywings Cafe Kembali Digerebek karena Langgar PPKM, Kali ini di Cabang Tebet

Megapolitan
Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Puluhan Remaja yang Diduga Hendak Tawuran di Dekat Mal Kalibata Dibubarkan Polisi

Megapolitan
Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Koni Kota Bekasi Sebut Perwakilannya Raih 34 Medali di PON XX Papua

Megapolitan
Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Wagub Sebut Ada Rencana Ruas Jalan di Jakarta Gunakan Nama Presiden Pertama Turki

Megapolitan
Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Jakbar, 6 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Wagub DKI Kembali Pastikan, Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

Megapolitan
Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Seorang Sopir Taksi Online

Megapolitan
Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Polisi Amankan Terduga Pelaku Tabrak Lari di Tol Sedyatmo

Megapolitan
7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

7 Orang Terjebak Dalam Lift di Mal di Bekasi pada Sabtu Malam

Megapolitan
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Tepi Kali Angke

Megapolitan
Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Korban Pembacokan pada Kasus Tuduhan Pencurian WiFi Mengaku Pernah Diajak Damai Keluarga Pelaku

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Vaksinasi Covid-19 Anak 12-17 Tahun di Tangsel Baru Capai 24,1 Persen

Megapolitan
Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Minggu Siang dan Sore, Beberapa Wilyah di DKI Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

JakPro: FEO Akan Survei Lokasi Sirkuit Formula E Akhir Oktober Ini

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.