Perpanjangan Micro Lockdown Klaster Covid-19 di Cilangkap Tunggu Hasil Pemantauan

Kompas.com - 30/05/2021, 11:24 WIB
Warga melintas di Jalan As-Syafiiyah yang menerapkan lockdown skala mikro, Cipayung, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Pemerintah setempat menerapkan lockdown skala mikro karena 104 warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terkonfrimasi positif COVID-19 yang tertular saat interaksi di Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAWarga melintas di Jalan As-Syafiiyah yang menerapkan lockdown skala mikro, Cipayung, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Pemerintah setempat menerapkan lockdown skala mikro karena 104 warga di RT03/RW03 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terkonfrimasi positif COVID-19 yang tertular saat interaksi di Hari Raya Idul Fitri 1442 H. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga RT 03/03 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, masih menunggu soal keputusan perpanjangan micro lockdown setelah terbentuknya klaster Lebaran di wilayah tersebut.

Perpanjangan itu tergantung hasil evaluasi pemantauan pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di kediaman masing-masing.

Adapun hingga saat ini, terdapat 17 pasien dari RT 03/03 Cilangkap yang sedang menjalani isoman di kediaman masing-masing.

Baca juga: UPDATE Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Cilangkap, 100 Warga Masih Isolasi Mandiri

"Menunggu hasil pemantauan pasien dari Puskesmas Cipayung, karena mereka yang isoman (di rumah) merupakan pasien Puskesmas," kata Lurah Cipayung Nasir Sugiar saat dikonfirmasi, Minggu (30/5/2021).

Data terbaru pada Minggu ini, sebanyak tujuh dari 104 pasien yang terpapar Covid-19 dari RT 03/03 Cilangkap dinyatakan sembuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alhamdulillah, sudah tujuh warga yang sembuh," kata Nasir.

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Kelurahan Cilangkap Mulai Naik Sejak H+6 Lebaran

Sementara itu, micro lockdown yang diterapkan di RT 03/03 Cilangkap akan berakhir pada Rabu (2/6/2021).

Ketua RW 03 Cilangkap, Rosiadi, menjelaskan bahwa awal mula bagaimana terbentuknya klaster Covid-19 di RT 03 di wilayahnya.

Rosiadi berujar, tidak banyak warga di RT 03 yang mudik. Namun, setelah Lebaran, warga mengadakan pertemuan bersama.

Baca juga: Terbentuk Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Cilangkap, Ketua RW: Mulanya Makan Ketupat Bersama

"Warga setelah Lebaran ini mengadakan pertemuan, makan ketupat bersama," kata Rosiadi, Senin (24/5/2021).

"Memang itu namanya keponakan, namanya kakak-adik, menantu, seperti itu," lanjut Rosiadi.

Kemudian, masih kata Rosiadi, ada salah satu warga yang sakit dan minta pertolongan.

"Kemudian kami cek, ternyata dia positif (Covid-19). Lalu kami kembangkan semua ya, itu banyak positif," ujar Rosiadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Anies Sebut Tengah Cari Skema Dana Sarana dan Prasarana LRT Fase 2A

Megapolitan
UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 3 Kasus di Kota Tangerang, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.