Belajar Memaknai Jalur Sepeda dari Penjual Kopi dan Roti Keliling

Kompas.com - 30/05/2021, 15:51 WIB
Zaini, salah seorang penjual kopi keliling saat melintas di jalur sepeda terproteksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (29/5/2021). Kompas.com/Alsadad RudiZaini, salah seorang penjual kopi keliling saat melintas di jalur sepeda terproteksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kira-kira sejak Februari 2021, ada jalur sepeda permanen di ruas Jalan Sudirman, Jakarta. Berbeda dari jalur sepeda biasa yang hanya ditandai lajur berwarna hijau, jalur sepeda terproteksi tersebut menggunakan planter box yang jadi pembatas untuk para pesepeda dengan pengendara kendaraan bermotor.

Keberadaan jalur sepeda terproteksi menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menganggap jalur sepeda terproteksi hanya mempersempit ruas jalan. Jalur ini bahkan sering diserobot oleh para pengguna sepeda motor.

Pihak yang anti bukan hanya dari kalangan pengguna kendaraan bermotor, tapi juga dari sebagian pengguna sepeda hobi, terutama pesepeda sport. Mereka menilai keberadaan jalur sepeda terproteksi tak bisa mengakomodasi keinginan mereka untuk bisa melaju di jalan raya.

Baca juga: Komunitas Pesepeda: Jalur Sepeda Permanen Sudirman-Thamrin Kurang Nyaman untuk Road Bike

Pihak yang anti-jalur sepeda terproteksi tidak hanya berasal dari kalangan warga biasa, tapi juga beberapa anggota legislatif, baik di DPR RI ataupun DPRD DKI Jakarta.

Jika kita hanya menggunakan sudut pandang pesepeda hobi yang hanya bersepeda pada akhir pekan selama beberapa jam, argumen bahwa jalur sepeda permanen tidak efektif mungkin ada benarnya. Apalagi jalur ini juga kerap dipenuhi para pesepeda yang membuat kita tak terlalu leluasa untuk bermanuver.

Jika kita melihatnya dari perspektif pesepeda hobi, kita tentunya tidak masalah apabila jalur tersebut dibongkar saat hari kerja. Toh, saat itu kita memang sedang kembali ke kendaraan bermesin sebagai andalan untuk mobilitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, sadarkah kita bahwa pesepeda bukan hanya orang-orang yang bersepeda untuk hobi dan mengisi waktu luang.

Ada orang-orang yang bersepeda untuk mobilitas harian dan mencari penghidupan. Mereka lah yang mungkin luput dari pandangan kita, termasuk di mata para wakil rakyat.

 

Cerita dari Zaini dan Komeng

Suasana Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, masih tampak lengang pada Sabtu pagi itu. Wajar memang. Jalan Sudirman pada Sabtu pagi memang relatif lebih sepi dari hari-hari lain.

Senin sampai Jumat jalanan dipadati kendaraan dari para pekerja kantoran yang beraktivitas di sana, sedangkan hari Minggu biasanya ramai untuk kegiatan car free day.

Di tengah lengangnya Sudirman, seorang pria paruh baya terlihat melintas dengan sepeda di sepanjang jalur sepeda terproteksi dari ruas depan Ratu Plaza sampai FX. Ia bukan pesepeda hobi yang melintas di Sudirman dengan sepeda kekinian.

Di keranjang depan sepedanya ada beberapa mi instan gelas yang ditumpuk dengan jajanan kacang-kacangan dalam plastik kecil.

Di bagian setang, tergantung berderet kopi sachet beserta gelas plastiknya. Adapun di bagian belakang ada dua buah termos besar berisi air panas.

Pria paruh baya tersebut bernama Zaini (50), seorang pedagang kopi keliling, atau sering diplesetkan dengan istilah "Starling", akronim dari "Starbucks Keliling". Ia tinggal di Kwitang, Senen, yang jaraknya sekitar 8 kilometer dari tempatnya berjualan.

Zaini mengaku sangat terbantu dengan adanya jalur sepeda. Perjalanannya jadi relatif lebih lancar karena tidak harus selalu bersinggungan dengan kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor.

Menggunakan kendaraan tanpa mesin dengan barang bawaan banyak tentunya lebih berat jika terlalu sering berhenti saat macet.

"Jalannya enggak macet gitu untuk sepeda, lancar," kata dia saat ditemui Kompas.com di sekitar depan Ratu Plaza, Sabtu (29/5/2021).

Zaini, salah seorang penjual kopi keliling saat melintas di jalur sepeda terproteksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).Kompas.com/Alsadad Rudi Zaini, salah seorang penjual kopi keliling saat melintas di jalur sepeda terproteksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (29/5/2021).

Setiap hari, Zaini mengaku sudah berangkat dari rumahnya pukul 06.00. Ia baru pulang setelah hari gelap dan biasanya baru sampai rumah pukul 20.00. Dari pagi sampai petang, ia mondar mandir di sepanjang Jalan Sudirman untuk mencari pemberi.

Jika di titik A calon pembeli sepi maka ia akan pindah ke titik B, kemudian titik C, dan seterusnya. Setelah beberapa jam ia bisa saja pindah ke lokasi awal, tergantung situasi.

Karena harus sering berpindah dari titik satu ke titik lain, Zaini mengaku sangat terbantu dengan adanya jalur sepeda, apalagi dengan adanya pembatas. Adanya pembatas membuatnya merasa aman saat harus kembali ke titik awal di jalur yang sama, alias melawan arah.

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Petugas Damkar Luka Tertimpa Reruntuhan

Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Petugas Damkar Luka Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa Ke-4 di RS Polri

Pegawai KPI Korban Pelecehan Seksual Jalani Pemeriksaan Jiwa Ke-4 di RS Polri

Megapolitan
Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Silang Pendapat Para Pimpinan DPRD DKI Jakarta soal Agenda Rapat Interpelasi Formula E

Megapolitan
Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Komplotan Pencuri Beraksi di Minimarket Pondok Aren, Motor Karyawan Raib

Megapolitan
Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Eksploitasi Bayi yang Dicat Silver dan Respons Aparat Setelah Fotonya Viral

Megapolitan
Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Polisi Cek TKP Perampokan di Cilandak KKO

Megapolitan
Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO, Ancam Bacok dan Kalungi Leher Korban dengan Celurit

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Selasa: Jakarta Cerah Berawan, Bodebek Berpeluang Hujan

Megapolitan
Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Komplotan Perampok Bersenjata Tajam dan Bawa Pistol Gasak Tiga Handphone di Cilandak KKO

Megapolitan
Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Warga Bangun Polisi Tidur di Pulomas, Diprotes Pesepeda, lalu Diganti Speed Trap

Megapolitan
UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 91 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga  dan Penyertaan Tuhan

Di Balik Patung Jakob Oetama yang Sederhana, Pena Berharga dan Penyertaan Tuhan

Megapolitan
Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Ada Temuan Pelanggaran Prokes, SDN 05 Jagakarsa Belum Gelar PTM hingga Saat Ini

Megapolitan
UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 27 September: Bertambah 7 Kasus Covid-19 dan 25 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Ketua DPRD DKI Sebut Rapat Bamus Interpelasi Disetujui Tujuh Fraksi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.