Soal Peleton Road Bike Vs Pemotor, Ketua B2W Sebut Ada 2 Pasal yang Dilanggar

Kompas.com - 02/06/2021, 11:39 WIB
Tangkapan layar foto pengendara motor diduga pelat AA yang sedang mengacungkan jari tengah ke rombongan pesepeda. TwitterTangkapan layar foto pengendara motor diduga pelat AA yang sedang mengacungkan jari tengah ke rombongan pesepeda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah foto perseteruan antara pemotor dengan peleton road bike belum lama ini menjadi perbincangan publik di media sosial.

Saat itu, peleton RB memakai sebagian jalur kendaraan bermotor di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Jakarta Pusat, hingga membuat pemotor dengan pelat nomor AA kesal.

Jari tengah kemudian diarahkan kepada peleton RB. Foto peristiwa tersebut lalu viral di medsos.

Baca juga: Video Viral Peleton Pesepeda Melintas di Jalur Kendaraan Bermotor Sudirman, Ini Kata Polisi

Ketua Komunitas Bike 2 Work Poetoet Soerdjanto mengaku menyayangkan kejadian tersebut.

"Yang pertama tentu sangat disayangkan kejadian tersebut. Rasanya kok enggak elok saja gitu kan bahwa jalan raya ini sesungguhnya milik bersama," kata Poetoet saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/5/2021).

Menurut Poetoet, para pengguna sepeda melanggar dua pasal dalam UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur soal sepeda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jadi ada dua pasal sebetulnya yang dilanggar teman-teman pengguna sepeda tersebut. Dari foto yang beredar ya, karena saya tidak di lapangan, pada teman-teman pesepeda ini mohon maaf, sudah menyalahi undang-undang tersebut," kata Poetoet. 

Baca juga: Pemotor Plat AA Vs Peleton Road Bike, Siapa Arogan?

"Khususnya di Pasal 108 yang menyebutkan penempatan posisi kendaraan yang kita gunakan saat di jalan raya. Nah sepeda itu seyogianya ada di samping paling kiri," sambungnya.

Selain itu, Poetoet juga menyebut para pengguna sepeda melanggar Pasal 122 Ayat 1 (c) bahwa kendaraan tidak bermotor dilarang menggunakan jalur kendaraan bermotor jika telah disediakan jalur khusus kendaraan tidak bermotor.

"Nampak sepintas rasanya ada jalur sepeda, nah ketika ada jalur sepeda selain ada Pasal 108, maka teman-teman pesepeda juga menyalahi aturan khususnya di Pasal 122," ujarnya.

Poetoet berpendapat, sebagian besar pengguna sepeda sudah mengetahui aturan dalam menggunakan jalan raya saat bersepeda.

Namun, yang menjadi persoalan adalah para pengguna jalan raya yang tidak disiplin menjalankan aturan tersebut.

"Artinya pelanggaran itu mungkin dilakukan oleh siapapun, bukan berarti tidak tahu aturan, saya yakin tahu, namun banyak yang abai terhadap peraturan itu," ujar Poetoet.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Pengaruhi Jumlah Pegunjung TMII

Megapolitan
Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Polisi Selidiki Kematian Seorang Pria di Tangerang yang Ditembak Orang Tak Dikenal

Megapolitan
Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Antisipasi Ganjil Genap Kawasan Wisata, Ancol Siapkan Dua Kantong Parkir

Megapolitan
Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Seorang Pemuda Curi Motor Milik Temannya di Tambora

Megapolitan
Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Antisipasi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan 6 Checkpoint Kedatangan Luar Negri

Megapolitan
Saat Sejumlah Pengendara Motor Panik Hindari Razia Crowd Free Night di Bundaran Senayan

Saat Sejumlah Pengendara Motor Panik Hindari Razia Crowd Free Night di Bundaran Senayan

Megapolitan
Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Megapolitan
Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.