Warga Griya Melati Bogor Diprioritaskan Dapat Suntik Vaksin Covid-19

Kompas.com - 03/06/2021, 17:04 WIB
Warga Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, menjalani test usap Covid-19, Senin (24/5/2021). Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor melaporkan kasus Covid-19 di kompleks perumahan ini mencapai 58 orang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOWarga Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, menjalani test usap Covid-19, Senin (24/5/2021). Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor melaporkan kasus Covid-19 di kompleks perumahan ini mencapai 58 orang.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, akan memprioritaskan vaksinasi Covid-19 terhadap warga perumahan Griya Melati.

Langkah tersebut diambil setelah ditemukannya kasus Covid-19 yang telah menyebar ke puluhan warga di perumahan itu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, vaksinasi akan dilakukan setelah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dinyatakan sembuh semua dan sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing dari pusat isolasi.

Baca juga: Satgas Covid-19 Masih Tunggu Hasil Tes Genome Warga Griya Melati Bogor

Selain itu, kata Retno, vaksinasi akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada warga Griya Melati yang negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab) PCR.

"Vaksinasi dilakukan dengan beberapa catatan. Pertama, warga yang positif harus sembuh semua. Kedua, prioritas vaksin diberikan kepada warga yang hasilnya negatif dari swab PCR," ucap Retno, Kamis (3/6/2021).

Retno menyampaikan, bagi warga Griya Melati yang telah sembuh dari Covid-19 harus menunggu waktu selama tiga bulan sebelum mendapat suntikan vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 17 Warga Griya Melati Bogor Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

“Jadi yang negatif prioritas, kalau yang terpapar vaksinnya setelah tiga bulan sembuh,” sebut Retno.

Berdasarkan data per Rabu (2/6/2021), jumlah warga Griya Melati Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 95 orang. Dari jumlah tersebut, 54 orang dinyatakan telah sembuh.

Seluruh warga yang telah sembuh dari Covid-19 itu sudah kembali pulang setelah menjalani karantina di pusat isolasi BPKP Ciawi.

Meski tingkat angka kesembuhan dalam kasus itu cukup banyak, Pemkot Bogor belum mencabut status kejadian luar biasa (KLB).

Pemkot Bogor pun telah melaporkan kasus Covid-19 di perumahan Griya Melati itu kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

"Kita masih full atensi, KLB masih berlanjut. Pak Menkes juga minta warga Griya Melati untuk diprioritaskan disuntik vaksin Covid-19," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, beberapa waktu lalu.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Soal Izin Acara Besar, Wali Kota Tangerang: Tunggu Arahan Pemerintah Pusat agar Seragam

Megapolitan
Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Wajah Baru Kawasan Stasiun Tebet: Dulu Kumuh, Sekarang Lebih Nyaman

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Wali Kota Tangerang Serahkan Tindak Lanjut Penyegelan 6 TPS Ilegal ke KLHK

Megapolitan
Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Sebut Harga Tiket Formula E Setara Dua Bansos, Anggota PSI: Kita Harus Puasa untuk Bisa Nonton?

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Dua Saksi Kunci Mengaku Tak Tahu Skenario

Megapolitan
Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Dituding Bikin Parlemen Jalanan karena Mangkir Rapat Paripurna Interpelasi Formula E, Ini Kata M Taufik

Megapolitan
Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Polisi: Pria di Tangerang Sudah Diintai 4 Hari Sebelum Ditembak

Megapolitan
Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Polisi Pastikan Pria yang Tewas Ditembak di Tangerang Bukan Ustaz

Megapolitan
Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Polisi Selidiki Asal Senjata Api yang Digunakan Pelaku buat Tembak Pria di Tangerang

Megapolitan
Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Tetap Gelar Rapat Paripurna Interpelasi Formula E walau Tak Kuorum, Ini Kata Ketua DPRD DKI

Megapolitan
Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Badan Kehormatan Belum Berencana Panggil Ketua DPRD DKI atas Dugaan Menyalahi Tatib

Megapolitan
Wajah Baru TIM Terinspirasi Lirik Lagu 'Rayuan Pulau Kelapa'

Wajah Baru TIM Terinspirasi Lirik Lagu "Rayuan Pulau Kelapa"

Megapolitan
Dinsos Kota Bekasi Amankan 300 Gelandangan dan Pengemis Sepanjang 2021

Dinsos Kota Bekasi Amankan 300 Gelandangan dan Pengemis Sepanjang 2021

Megapolitan
Penembak Paranormal di Tangerang Disuruh Pengusaha Angkutan Umum yang Dendam, Dapat Upah Rp 50 Juta

Penembak Paranormal di Tangerang Disuruh Pengusaha Angkutan Umum yang Dendam, Dapat Upah Rp 50 Juta

Megapolitan
Tidak Mau Kalah dari Bogor, Pemkot Bekasi Akan Terapkan PeduliLindungi di Pasar Tradisional

Tidak Mau Kalah dari Bogor, Pemkot Bekasi Akan Terapkan PeduliLindungi di Pasar Tradisional

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.