Pemilik Rumah di Tengah Jalan Raya di Batuceper Tak Masalah jika Kediamannya Digusur

Kompas.com - 04/06/2021, 08:06 WIB
Tampak samping rumah milik Anwar Hidayat. Kediamannya menjorok ke jalan raya sekitar 6 meter di Jalan Maulana Hasanudin, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang, sejak tahun 2007 hingga saat ini. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALTampak samping rumah milik Anwar Hidayat. Kediamannya menjorok ke jalan raya sekitar 6 meter di Jalan Maulana Hasanudin, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang, sejak tahun 2007 hingga saat ini.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Anwar Hidayat, pemilik rumah yang bangunannya menjorok ke jalan raya di Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang, mengaku tak masalah jika Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggusur kediamannya.

Saat ini, dia tengah menunggu keputusan Pengadilan Negeri Tangerang terkait tanahnya yang disengketakan itu.

"Enggak masalah. Silakan digusur enggak apa-apa. Kami bijaksana, kami tidak membangkang. Enggak punya kepentingan apa-apa juga," kata Anwar saat ditemui di rumahnya, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Di Balik Rumah di Tengah Jalan Raya Batuceper: Pernah Ditabrak, Tak Digusur karena Sengketa Tanah

Anwar menyatakan, dia bukan secara sengaja merepotkan warga sekitar lantaran lokasi kediamannya yang menjorok itu.

"Oh enggak. Kami enggak pengin merepotkan warga sekitar," ucap dia.

Khawatir anak tertabrak

Tinggal di rumah yang menjorok ke jalan membuat Anwar resah. Terlebih lagi, jalan tersebut kerap dipadati kendaraan pada sore hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia khawatir anak-anaknya tertabrak jika keluar rumah tanpa pengawasan orang yang lebih tua.

"Namanya kami keluar rumah itu langsung pinggir jalan. Tidak ada halaman, tidak ada apa pun," tutur Anwar.

"Ya saya bilangin (ke anak-anak), kalau ke luar rumah itu melipir dulu ke pinggir, jangan langsung ke depan," ucap dia.

Baca juga: BERITA FOTO: Penampakan Rumah di Tengah Jalan Raya di Batuceper, Menjorok 6 Meter ke Jalan

Pantauan Kompas.com, rumah milik Anwar itu lokasinya menjorok ke Jalan Maulana Hasanudin, Poris Gaga.

Di antara rumah-rumah lainnya yang berada di sisi kanan dan kirinya, rumah Anwar menjorok ke jalan raya tersebut sekitar enam meter.

Lokasi rumahnya yang menjorok itu membuat pengendara kendaraan di jalan tersebut dapat dengan mudah melihat kediaman Anwar bahkan dari kejauhan.

Rumah dan mobil pernah ditabrak

Rumah Anwar Hidayat. Kediamannya menjorok di Jalan Maulana Hasanudin, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang.KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Rumah Anwar Hidayat. Kediamannya menjorok di Jalan Maulana Hasanudin, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang.
Anwar bercerita, pada 2014, seorang pengendara mobil tiba-tiba menabrak bagian depan rumahnya dari arah selatan.

"Sebabnya, dia memang mengantuk. Yang kedua, memang tercium alkohol dari dia. Saksinya itu dari beberapa ojek. Kejadian dini hari sekitar jam 03.00 sampai jam 04.00 WIB," kata Anwar.

Pengendara mobil yang menabrak rumahnya kemudian memberikan ganti rugi.

Baca juga: Kisah tentang Rumah yang Berdiri di Tengah Jalan Raya di Batuceper, Bagaimana Bisa Terjadi?

Selain rumah, mobil yang diparkir Anwar di sisi utara kediamannya juga ditabrak seorang pengendara motor.

Pengendara motor yang baru pulang berbelanja itu kesulitan berbelok karena terlalu banyak membawa barang belanjaan.

"Jadi, cuma bisa lurus aja dia, terus nabrak mobil saya. Itu juga di-cover (diberi ganti rugi) sama dia," tutur Anwar.

Selain itu, kecelakaan lain kerap terjadi, seperti pengendara motor terpeleset hingga menabrak trotoar di depan rumah Anwar.

Bagaimana bisa di tengah jalan?

Anwar bercerita, rumahnya yang berada di jalan raya itu terjadi secara tidak sengaja.

Dia menyebutkan, pada 2004, sertifikat rumahnya digadaikan oleh seorang oknum ke salah satu bank.

Kemudian, pada 2007, Wahidin Halim, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Tangerang, melebarkan Jalan Maulana Hasanudin.

Dalam program tersebut, sederet rumah di jalan itu digusur oleh Pemkot Tangerang.

Baca juga: Ada Rumah di Tengah Jalan Raya di Batuceper, Pemilik Mengaku Gara-gara Sertifikat Rumah Dibawa Kabur

Kemudian, saat Anwar hendak meminta kembali sertifikat rumah dia, oknum yang membawa dokumen itu terlanjur kabur.

Lantas, tanah yang menjadi lokasi rumah Anwar menjadi sengketa.

Pihak Pemkot Tangerang dan Anwar lalu membawa kasus tersebut ke ranah perdata. Saat ini Pengadilan Negeri Tangerang tengah memproses persoalan tersebut.

"Mudah-mudahan urusannya segera selesai, karena di sini kami kan korbannya, karena sertifikatnya digadaikan oknum ke bank," papar Anwar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.