Depok Akan Siapkan Sekolah Percontohan Sebelum Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 04/06/2021, 19:05 WIB
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (4/6/2021). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (4/6/2021).

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok berencana menyiapkan sekolah percontohan sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 digelar.

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, mulai tahun ajaran 2021/2022 pada Juli nanti, belum ada sekolah yang menggelar PTM selain sekolah-sekolah percontohan yang ditunjuk pemerintah.

"Kita inginnya membuat sekolah percontohan. Lihat dulu 2-3 bulan, kalau sudah bagus, akan kita terapkan ke semuanya," kata Imam di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Trotoar Margonda Depok Akan Dilengkapi Jalur Sepeda, Imam: Pokoknya Keren

Ia mengaku belum bisa memastikan sekolah mana yang kelak akan jadi percontohan PTM di Depok.

"Rencananya 2 SD, 2 SMP, negeri dulu," kata Imam.

"Kemarin kita baru diskusi saja, menyiapkan, kepala dinas sedang melihat sekolah mana yang paling pas," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekolah percontohan ini diharapkan dapat melakukan simulasi pembelajaran tatap muka dengan fasilitas sanitasi yang lengkap, antisipasi penyebaran Covid-19 yang baik, satgas Covid-19 yang siap di masing-masing sekolah, sampai guru dan tenaga kependidikan yang telah divaksinasi.

Baca juga: Khawatir Pandemi Memburuk, Pemkot Depok Belum Gelar Sekolah Tatap Muka Juli Nanti

Apabila ditemukan ada pihak yang sakit, maka penelusuran kontak harus dilakukan secara masif di sekolah itu.

"Dan ada aplikasi di mana semua pelaku pendidikan itu terlibat: orangtua, murid, guru dan lain sebagainya. Ketika salah satu murid sakit, semua orangtua tahu bahwa ada murid yang sakit," ungkap Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.